Nice Home Work #5

NHW ke 5 pastinya adalah kelanjutan dari NHW sebelumnya. Jika NHW pertama meminta kita menentukan jurusan ilmu yang paling kita minati, NHW 2 menjabarkan indikator pribadi, NHW 3 dan 4 mulai menjurus kepada potensi dan benang merah dari ilmu. Maka, di NHW 5 kita diminta menjabarkan desain pembelajaran dari ilmu yang telah kita pilih untuk dikuasai.
PhotoGrid_1497516275791.jpg

Apa itu desain pembelajaran?
Bagi pendidik pasti akan menembaknya sebagai silabus atau rancangan program pembelajaran. Secara definisi desain berarti rancangan. Menurut Wikipedia, pengertian pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.

Beberapa ahli memberikan batasan yang berbeda-beda. Definisi di atas adalah yang paling sesuai dengan pola pikir saya. Gampangnya, desain pembelajaran adalah rancangan terhadap segala aspek yang diperlukan dalam proses perolehan ilmu dan pengetahuan pada peserta didik. Untuk bisa merancang dengan baik, pertanyaan yang perlu dijawab adalah:

♤Apa ilmunya?
Ilmu yang akan saya pelajari adalah ilmu parenting.
♤Siapa sasaran didik dan pendidiknya?
Sasaran didiknya adalah saya sendiri dengan pendidik utama pun saya pribadi (autodidak).
♤Mengapa ilmu itu?
Ilmu tersebut wajib saya pelajari dengan TUJUAN utama karena saya minim pengetahuan tentang itu sedangkan saya punya 2 anak dan cenderung memiliki anggota dalam organisasi yang sudah punya anak dimana saya menjadi tempat bertanya.
♤Dimana ilmu itu bisa didapat?
Ilmu parenting bisa saya dapatkan dari berbagai macam media dan narasumber seperti buku, video, seminar, webinar, pelatihan, IIP, pengamatan lingkungan, dll.
♤Kapan ilmu itu bisa dipelajari?
Ilmu parenting bisa dipelajari kapanpun dan sifatnya fleksibel karena bukan disiplin ilmu wajib di sekolah.
♤Bagaimana cara mempelajari ilmu itu?
Cara mempelajari ilmu parenting adalah dengan mempelajari terus menerus sepanjang waktu sampai akhir hayat baik secara autodidak maupun berdiskusi bersama narasumber.

Ilmu yang terkait dengan ilmu parenting  antara lain:
♧Ilmu agama
♧Ilmu psikologi kepribadian, psikologi anak
♧Ilmu tumbuh kembang anak
♧Ilmu kesehatan anak
♧Ilmu manajemen dan pengembangan diri
♧Ilmu manajemen waktu
♧Ilmu manajemen keuangan
♧Ilmu pendidikan anak

Proses saya bisa membuat desain pembelajaran tak lepas dari hasil diskusi bersama rekan-rekan sekelas di MIIP batch #4 Jakarta 1 juga hasil searching di mesin pencari populer, Google, yang sejatinya mengeluarkan blog-blog para alumni kelas Matrikulasi batches sebelum sebelumnya. Semuanya inspiring. Karena satu hal, bahwa tidak ada jawaban yang salah. Tentu, pernyataan ini dimaksudkan agar kita sebagai pembelajar tidak takut salah. Karena rasa takut salah dan takut gagal merupakan momok dalam belajar. Semua benar. Jika dinyatakan demikian maka naluri belajar akan timbul tak terbendung. Hanya saja, adanya review menunjukkan bahwa kebenaran yang ada tetap memiliki kriteria, sesuai path yang ditentukan penyelenggara.

Baiklah, ilmu yang akan saya dalami sesuai NHW 1 adalah ilmu parenting dan NHW 5 ini meminta saya membuat desain pembelajarannya. Setelah saya renungkan, mencoba membuat silabus maupun RPP ala ala saya, saya malah menemui titik buntu dan sebuah pertanyaan besar menggayut: bukankah saya sedang melatih diri untuk tidak over perfeksionis lagi dan sedikit banyak keluar dari rutinitas terjadwal? Sehingga desain pembelajaran yang menargetkan hanya akan membuat saya stress dan kembali ke sebuah rutinitas menjemukan.

Maka, saya putuskan desain pembelajaran (sementara) saya untuk mempelajari parenting adalah super fleksible, tidak muluk2, autodidak dengan acuan dan poros utama mengikuti “kuliah” di IIP sesuai step nya. Mulai dari menyelesaikan program matrikulasi, bunsay, buncek, bunpro serta bunshol secara berurutan. That’s it!

“I love study and I love to be a long life learner”

 

Nice Home Work #2

Bismillahirrahmanirrahiim,

Setelah mempelajari tentang Adab Mencari Ilmu di minggu pertama, maka di minggu kedua ini kami di kelas matrikulasi mendapat ilmu pertama yang bertajuk “Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga”.

Masyaa Allah, membaca judulnya saja hati sudah bergetar. Siapa yang tidak ingin menjadi ibu profesional yang membanggakan? Dengan cara apa kita sebagai wanita bisa mewujudkannya?

Tidak akan mungkin sesuatu yang profesional bisa diraih dengan instan. Tidak akan bisa sesuatu yang apik diraih tanpa ada jerih serta letih.
Namun…
Tidak akan letih kita berusaha bila hati penuh kasih

Kasih sayang kita sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri.. sehingga label bunda sayang meresap.
Bila bunda sudah sayang selayaknya segala hal akan dilakukan demi yang disayang… sehingga label bunda cekatan melekat.
Ketika bunda sudah cekatan maka kecenderungan akan menjadi lebih produktif.
Dan ketika bunda produktif membutuhkan eksistensi, maka kecenderungannya akan berbagi. Berbagi dan bermanfaat bagi sesama menjadikan bunda tersebut sholehah. Sempurna. Membanggakan.

Institut Ibu Profesional mendorong dan mendukung kita sebagai wanita menapaki tahapan-tahapan tersebut di atas dengan apiknya. Untuk langkah awal, kita dilatih untuk mengenali kriteria profesional menurut kita sendiri dan menuliskannya dalam beberapa indikator terbagi. Terbagi sesuai peran dasar wanita, yaitu sebagai INDIVIDU, ISTRI, dan IBU. Begitulah bunyi perintah dalam ikatan NHW ke dua.

PhotoGrid_1495817094610.jpg

Bukan mudah membuatnya, saya membutuhkan waktu-waktu perenungan yang lama. Bertanya kepada diri sendiri, suami, dan anak bagaimanakah saya yang baik dalam sudut pandang mereka.

Agar lebih mudah dipahami dan saya ingat sendiri maka CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
saya tuliskan dalam tabel. Tentunya tidak ada salah pun benar namun dilaksanakan atau hanya jadi pajangan.

Pedoman membuat Indikator disingkat menjadi SMART yaitu:
– SPECIFIK (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

2017-05-26 17.51.12.jpg

2017-05-26 17.45.15

2017-05-26 17.50.33.jpg

2017-05-26 17.49.54.jpg

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing sehingga membuat diri ini mau dan mampu menepatinya. Aamiin.

Source:
Materi NHW#2 MIIP batch #4

Note: Pelaksanaan checklist dimulai per 1 Juni 2017

Nice Home Work #1 Adab Menuntut Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim,

Minggu pertama kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (MIIP) batch #4 dimulai dengan materi Adab Menuntut Ilmu. Setelah fasilitator sharing materi dan berlanjut dengan diskusi yang dipandu oleh koordinator minggu 1 (korming 1, kebetulan saya sendiri), maka tugas diumumkan. Tugas yang dinamai NHW ini merupakan sarana untuk mengikat ilmu yang diterima agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan CaIP (Calon Ibu Profesional). Untuk materi dan diskusi lengkap tidak bisa saya share disini karena akan lebih baik dan pastinya lebih “nancep” bin “makjleb” kalau mengikuti sendiri rangkaian kegiatan matrikulasi.

Baiklah, ini jawaban atas pertanyaan NHW ala saya. Bukan salah atau benar yang dicari karena apa yang ditulis nantinya hanya diri ini dan Illahi yang mengetahui.

PhotoGrid_1494867918487.jpg

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Ilmu dalam kehidupan ini banyak sekali tentunya, dan pastinya banyak juga yang ingin dipelajari. Apalagi karakter saya yang tidak pernah puas, selalu dan selalu ingin belajar. Meski kebanyakan orang bilang bahwa “dokter” itu sudah “pinter” tapi saya merasa bahwa untuk mengarungi kehidupan tidak bisa hanya dengan ilmu kedokteran saja, apalagi sekarang saya rehat dari dunia yang banyak menjejali otak saya dengan ilmunya. Kalau disuruh belajar lebih dalam lagi dan lagi untuk saat ini saya ingin memperdalam ilmu parenting.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Karena saya adalah seorang ibu yang menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anak saya, maka saya harus belajar banyak tentang ilmu pengasuhan anak (parenting). Lagipula ilmu parenting mencakup ilmu-ilmu lain, seperti: agama, memasak, menjahit, bahasa, matematika, olahraga, seni rupa, dan masih banyaaak lagi yang selain bisa saya manfaatkan ke dalam keluarga inti saya juga bisa saya share ke masyarakat. Selalu terngiang bahwa ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh/ah termasuk salah dua dari tiga amalan yang pahalanya tak terputus kelak. Maka, dengan mempelajari ilmu parenting dan menerapkannya dengan baik maka insyaAllah sudah dapat 2 amalan tersebut. Betul bukan?

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Strategi saya salah satunya ikut di program matrikulasi IIP dan kalau bisa naik ke kelas-kelas berikutnya agar bisa setidaknya menjadi ibu yang lebih baik (terlalu berlebihan bila saya meng klaim diri sebagai ibu profesional), ikut seminar tentang parenting, membaca buku tentang parenting, juga belajar ilmu lain yang berkaitan dengan parenting melalui media apapun yang bisa saya tempuh sembari mengasuh.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Perubahan sikap yang perlu saya perbaiki:
♤ adab terhadap diri: lebih menjaga niat, selalu beristighfar serta memaafkan untuk mensucikan hati (tadzkiyatun naffs) dari segala niat dan pikiran buruk, lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh lagi agar hijab hati terbuka untuk menerima “ilmu”
♤ adab terhadap guru: lebih memperhatikan untuk masalah penyebaran ilmu. Biasanya main copas saja, mulai sekarang harus memberi nama sumber (guru) di setiap tulisan copas yang dibuat.
♤ adab terhadap sumber ilmu: lebih menelaah sumber ilmu apakah valid untuk dicerna atau tidak karena kadang suka percaya saja tulisan di media online tanpa sumber berita.

♡Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia♡

Agenda Kegiatan Kelas Jakarta 1 Matrikulasi Ibu Ibu Profesional (MIIP) Batch #4

Bismillahirrahmanirrahim…

Sudah sejak lama sebenarnya saya ingin bergabung dengan komunitas IIP dan mendapatkan ilmu darinya. Namun karena selalu ketinggalan “kereta” baru kali ini bisa. Itupun karena saya bergabung dengan komunitas Homescooling Rumah Inspirasi dan ada yang nyebar info di forum jadi Alhamdulillah bisa ikutan. Tergabunglah saya di salah satu kelompok Jakarta dari tiga kelompok yang ada. Satu kelompok terdiri dari 72 caip (calon ibu profesional hehe..) yang semoga sampai akhir juga segitu jumlahnya. Mulanya, Fasilitator yang ditunjuk mendampingi kelas kami meminta kami menunjuk diri mengisi pejabat kelas. Ada 10 rekruitment i.e ketua kelas, dan 9 koordinator mingguan (korming) karena kelas akan berlangsung selama 9 minggu dengan 9 materi sebagai berikut:
*Senin, 15 Mei 2017 jam 08.00*
“Materi Adab Menuntut Ilmu”
*Selasa, 23 Mei 2017 jam 08.00*
Materi [Overview Ibu Profesional]
“Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga”
*Selasa, 30 Mei 2017 jam 08.00*
Materi (Bunda Sayang)
“Membangun Peradaban dari dalam Rumah.”
*Selasa, 6 Juni 2017  jam 08.00*
Materi [Bunda Sayang]
“Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani.”
*Selasa, 13 Juni 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Cekatan]
“Ibu Manajer Keluarga”
*Libur jeda Lebaran: 19 Juni – 2 Juli 2017*
*Selasa, 4 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Cekatan]
“Belajar Bagaimana Caranya Belajar”
*Selasa, 11 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Produktif]
“Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari”
*Selasa, 18 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Produktif]
“Menemukan misi spesifik hidup”
*Selasa, 25 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Shaleha]
“Ibu sebagai Agen Perubahan”
🎓 Pengumuman Kelulusan tanggal 17 Agustus 2017.

Dari 9 korming saya menunjuk diri sebagai korming 1, awalnya mau nulis di kolom ketua kelas. Ee ngetiknya barengan sama Mba Ami dan keduluan enternya.. yasudah langsung tulis di kolom Korming 1. Tugas ketua kelas lebih gampang dari korming. Korming itu yang bakal ngumpulin tugas caip ke fasilitator, dll yang akan saya jabarkan di bawah. Eh ya ceritanya dulu dulu sih banyak yang kabur di tengah jalan karena ngga kuat terpaan tugas. Haduh saya besok bagaimana yak.. Bismillah aja.. semoga berkah. Syarat kelulusan adalah mengerjakan 7 dari 9 tugas dari 9 materi mingguan. Tugas itu disebut NHW (Nice Home Work). Kenapa disebut tugas rumah yang baik? Karena insyaa Allah bisa membawa perbaikan pada diri kita bila kita mengerjakan dengan sepenuh hati (nah ini yang kayaknya bakal berat dan susyah.. Bismillah sekali lagi). Itulah rata-rata tujuan para perempuan baik yang sudah jadi ibu maupun yang belum menikah bergabung disini. Tugas yang dikumpulkan harus berupa link. Jadi pelajaran pertama kemarin adalah belajar membuat link. Belajar bersama, bersama belajar di kelas yang operasionalnya via aplikasi WhatsApp (WA). Begitu kerennya jaman sekarang cari ilmu dan share bersama bisa hanya dengan mantengin layar smartphone. MasyaaAllah…

Link bisa dari Google Docs, Notes  Facebook, timeline Facebook, Blogg, Thumblr, dan lain-lain yang bisa dibuat link. Saran terbaik kerjakan via blog. Biar blog yang sudah dipunya tidak jadi sarang laba-laba (kata Mba fasilnya.. hehehe..). Kemudian sharing link via thread yang dibuat di wall Facebook group. Group ini bersifat tertutup. Apabila tidak punya Facebook tidak juga perlu kuatir. Korming bisa melakukan tugas sharing ini. Kalau selama perjalanan ada pertanyaan terkait materi korming juga tempat menampung pertanyaan dan melempar pertanyaan tersebut ke mba fasilnya. Materi dan diskusi pun tugas korming untuk meresume serta meng-share hasil resume ke group Fb untuk dipantau Observer pusat.

Yang menunjuk diri sebagai korming siap-siap gulung koming selama seminggu dah..  hehehe… tapi seru juga kayaknya. Pejabat kelas lebih banyak belajar lho karena ada group terpisah bagi pejabat kelas. Dan disitu sering ada diskusi pendahuluan atau pengakhiran. Ehh…

Jadi… Bismillah saya memulai “perkuliahan” saya di IIP dan akan mengerjakan NHW saya via blog ini. Semoga apa yang saya lakukan membawa berkah bagi saya, keluarga, lingkungan terdekat saya, dan pembaca setia blog Ayuseite. Aamiin.