Nice Home Work #9

Bismillahirrahmanirrahiim…

Finally, the last home work. Tapi tetap saja sejatinya aku belum yakin dengan apa yang kutulis. Belum juga merasa akan bersungguh sungguh menjalankannya. Selalu saja ada ganjalan dalam hati yang menyeruak. Selama ini NHW masih menjadi sesuatu yang harus dikerjakan untuk menggugurkan kewajiban agar bisa naik kelas bunda sayang. Karena apa? Karena di matrikulasi semua kelas diuji cobakan dan nyatanya pada part bunda sayang saja aku belum bisa bersungguh sungguh. Malah lompat lagi hingga kini secuil tentang bunda produktif. How can I?

Finding-the-Light-in-Your-Fire-1024x536-01.jpeg

Apalagi… di 2 minggu liburanku kemarin aku menemukan hal baru. Belajar berenang. Sesuatu yang sama sekali tak pernah terpikirkan. Tapi karena pertemuan dengan kawan lama yang dia bisa mengajar renang membuatku menemukan minat yang betul baru dan membuatku penasaran. Dulu aku sangat takut bahkan membenci air. Dari saat aku memberanikan diri belajar (aslinya karena dukungan orangtuaku-yeay finally) sampai kini aku masih sangat bersemangat meski belum juga bisa menaklukkan air. Paling tidak, aku tidak takut lagi. Alhamdulillah. Hasilnya… aku melupakan passionku yang sudah kutulis sejak NHW 1. Menulis tentang dunia parenting. Ngelayap kemana soul itu. Malah terusik juga dengan hobi rekam suara. Baca puisi sastra lama. Awalnya mau take video sama suami yang menggenjreng gitar untuk ngiringi suara pas pasan ku. Tapi.. karena kesibukannya jadi urung. Alhasil aku menyesal kenapa dulu aku tak belajar main musik. Coba bisa ya… kan bisa iringi sendiri. Ah tak apalah. Sementara cari musik instrumen saja.

Nah… dengan latar belakang demikian, sekarang NHW 9 mengharuskan kami menuliskan produktivitas kami dalam ranah sosial setelah melihat isu yang lagi booming. Jujur saya jadi semakin bingung berandai andai. Tapi karena satu saja yang harus di breakdown, maka saya akan coba menuliskan, melanjutkan serial dari NHW 1 meski entah bagaimana aplikasinya kelak.

Passion saya menulis

Bidang yang ingin saya tulis adalah parenting

1501118712779.jpg

Alasan: dalam lingkup terbatas saya di dunia kompleks militer, pengasuhan anak, khususnya anak anggota sering terabaikan. Kesibukan ibu-ibu memenuhi standar kegiatan pimpinan seringkali mengabaikan anak. Tak heran arogansi anak tentara masih sering terlihat. Tapi.. posisi saya sekarang masih di bawah. Saya hanya bisa menulis. Mencoba menuliskannya sehati hati mungkin. Namun sampai sekarang belum menemukan ide how to start with. Sedikit demi sedikit saya menuliskan tentang anak saya dan bagaimana pola saya mendidik. Meski detik ini saya stress berat menghadapi anak pertama saya yang semakin sensitif alias perasa. Semoga kelak pengalaman saya bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi sesama.

Advertisements

Nice Home Work #8

Ini adalah satu NHW sebelum akhir. One step closer. Semakin mengerucut karena memaksa kita untuk menentukan MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS.

images-01.jpeg

Pada NHW 7 saya memilih beberapa hal di kuadran 1 (suka dan bisa), yaitu menulis termasuk di dalamnya meresume ataupun mereview, membaca puisi, pidato, memasak, koreografer. Kesemua hal tersebut sangat sesuai dengan hasil tes temu bakat saya. Dimana potensi kekuatan saya ternyata adalah analis, commander, creator, evaluator, interpretor dan jurnalis.

Maka, salah satu aktivitas yang saya tetapkan sebagai yang paling bisa dan suka adalah menulis.

1. Saya ingin menjadi apa? (BE)

jelas, penulis.

2. Saya ingin melakukan apa? (DO)

jelas, menulis buku.

3. Saya ingin memiliki apa? (HAVE)

jelas, buku terbit dan royalti (eh…)

Tentang apa? Dunia Parenting.

Dengan memperhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose). Sebenarnya lifetime purpose saya hanya ingin menjadi pribadi bermanfaat dimana memiliki ilmu yang berguna, anak yang sholehah serta sedekah jariyah yang senantiasa mengalir.

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)

Karena kebisaan utama saya adalah menulis dan berbicara, maka manfaat yang akan saya tebar adalah senantiasa menuliskan hikmah serta menyampaikannya. Jujur, saya kurang bisa membuat strategic plan tahunan apalagi sebuah new year resolution. Karena, sudah sering saya buat tapi selalu gagal. Maka, saya biarkan saja mengalir.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution). I have no words for it. 

Entah karena berubah itu susah

Atau karena jiwa raga selalu resah

Namun batin selalu pasrah

Entah berserah atau kalah

Nice Home Work #7

Sebelum masuk ke jawaban dari NHW #7 saya ingin share materi ke 7 dari matrikulasi IIP ini. Sungguh materi ini sangat mengena dan membuat saya amat tersadar. Bahwa berada di rumah bersama anak-anak tanpa harus bekerja di luar bisa dikatakan produktif. Bahwa kebisaan saya yang di bawah saya masukkan ke dalam Kuadran 1 merupakan bentuk produktivitas juga.

-183632655-01.jpeg

Materi Matrikulasi ke 7: REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI

Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR”

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

_Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar_

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah

_bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga_

Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.

“Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI”

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1⃣menambah syukur,
2⃣menegakkan taat
3⃣berbagi manfaat.

Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

Well, Setelah membaca materi, saya mengerjakan NHW ke 7 dimulai dengan membuka laman www.temubakat.com dan mengerjakan tes untuk mendapatkan hasil strenght tipologi. Begini yang saya dapatkan.

Screenshot_20170713-050506-02.jpeg
Ternyata tidak jauh beda dari hal yang saya suka dan bisa.

Screenshot_20170713-050210-01.jpeg

Nice Home Work #1 Adab Menuntut Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim,

Minggu pertama kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (MIIP) batch #4 dimulai dengan materi Adab Menuntut Ilmu. Setelah fasilitator sharing materi dan berlanjut dengan diskusi yang dipandu oleh koordinator minggu 1 (korming 1, kebetulan saya sendiri), maka tugas diumumkan. Tugas yang dinamai NHW ini merupakan sarana untuk mengikat ilmu yang diterima agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan CaIP (Calon Ibu Profesional). Untuk materi dan diskusi lengkap tidak bisa saya share disini karena akan lebih baik dan pastinya lebih “nancep” bin “makjleb” kalau mengikuti sendiri rangkaian kegiatan matrikulasi.

Baiklah, ini jawaban atas pertanyaan NHW ala saya. Bukan salah atau benar yang dicari karena apa yang ditulis nantinya hanya diri ini dan Illahi yang mengetahui.

PhotoGrid_1494867918487.jpg

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Ilmu dalam kehidupan ini banyak sekali tentunya, dan pastinya banyak juga yang ingin dipelajari. Apalagi karakter saya yang tidak pernah puas, selalu dan selalu ingin belajar. Meski kebanyakan orang bilang bahwa “dokter” itu sudah “pinter” tapi saya merasa bahwa untuk mengarungi kehidupan tidak bisa hanya dengan ilmu kedokteran saja, apalagi sekarang saya rehat dari dunia yang banyak menjejali otak saya dengan ilmunya. Kalau disuruh belajar lebih dalam lagi dan lagi untuk saat ini saya ingin memperdalam ilmu parenting.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Karena saya adalah seorang ibu yang menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anak saya, maka saya harus belajar banyak tentang ilmu pengasuhan anak (parenting). Lagipula ilmu parenting mencakup ilmu-ilmu lain, seperti: agama, memasak, menjahit, bahasa, matematika, olahraga, seni rupa, dan masih banyaaak lagi yang selain bisa saya manfaatkan ke dalam keluarga inti saya juga bisa saya share ke masyarakat. Selalu terngiang bahwa ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh/ah termasuk salah dua dari tiga amalan yang pahalanya tak terputus kelak. Maka, dengan mempelajari ilmu parenting dan menerapkannya dengan baik maka insyaAllah sudah dapat 2 amalan tersebut. Betul bukan?

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Strategi saya salah satunya ikut di program matrikulasi IIP dan kalau bisa naik ke kelas-kelas berikutnya agar bisa setidaknya menjadi ibu yang lebih baik (terlalu berlebihan bila saya meng klaim diri sebagai ibu profesional), ikut seminar tentang parenting, membaca buku tentang parenting, juga belajar ilmu lain yang berkaitan dengan parenting melalui media apapun yang bisa saya tempuh sembari mengasuh.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Perubahan sikap yang perlu saya perbaiki:
♤ adab terhadap diri: lebih menjaga niat, selalu beristighfar serta memaafkan untuk mensucikan hati (tadzkiyatun naffs) dari segala niat dan pikiran buruk, lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh lagi agar hijab hati terbuka untuk menerima “ilmu”
♤ adab terhadap guru: lebih memperhatikan untuk masalah penyebaran ilmu. Biasanya main copas saja, mulai sekarang harus memberi nama sumber (guru) di setiap tulisan copas yang dibuat.
♤ adab terhadap sumber ilmu: lebih menelaah sumber ilmu apakah valid untuk dicerna atau tidak karena kadang suka percaya saja tulisan di media online tanpa sumber berita.

♡Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia♡

Agenda Kegiatan Kelas Jakarta 1 Matrikulasi Ibu Ibu Profesional (MIIP) Batch #4

Bismillahirrahmanirrahim…

Sudah sejak lama sebenarnya saya ingin bergabung dengan komunitas IIP dan mendapatkan ilmu darinya. Namun karena selalu ketinggalan “kereta” baru kali ini bisa. Itupun karena saya bergabung dengan komunitas Homescooling Rumah Inspirasi dan ada yang nyebar info di forum jadi Alhamdulillah bisa ikutan. Tergabunglah saya di salah satu kelompok Jakarta dari tiga kelompok yang ada. Satu kelompok terdiri dari 72 caip (calon ibu profesional hehe..) yang semoga sampai akhir juga segitu jumlahnya. Mulanya, Fasilitator yang ditunjuk mendampingi kelas kami meminta kami menunjuk diri mengisi pejabat kelas. Ada 10 rekruitment i.e ketua kelas, dan 9 koordinator mingguan (korming) karena kelas akan berlangsung selama 9 minggu dengan 9 materi sebagai berikut:
*Senin, 15 Mei 2017 jam 08.00*
“Materi Adab Menuntut Ilmu”
*Selasa, 23 Mei 2017 jam 08.00*
Materi [Overview Ibu Profesional]
“Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga”
*Selasa, 30 Mei 2017 jam 08.00*
Materi (Bunda Sayang)
“Membangun Peradaban dari dalam Rumah.”
*Selasa, 6 Juni 2017  jam 08.00*
Materi [Bunda Sayang]
“Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani.”
*Selasa, 13 Juni 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Cekatan]
“Ibu Manajer Keluarga”
*Libur jeda Lebaran: 19 Juni – 2 Juli 2017*
*Selasa, 4 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Cekatan]
“Belajar Bagaimana Caranya Belajar”
*Selasa, 11 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Produktif]
“Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari”
*Selasa, 18 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Produktif]
“Menemukan misi spesifik hidup”
*Selasa, 25 Juli 2017 jam 08.00*
Materi [Bunda Shaleha]
“Ibu sebagai Agen Perubahan”
🎓 Pengumuman Kelulusan tanggal 17 Agustus 2017.

Dari 9 korming saya menunjuk diri sebagai korming 1, awalnya mau nulis di kolom ketua kelas. Ee ngetiknya barengan sama Mba Ami dan keduluan enternya.. yasudah langsung tulis di kolom Korming 1. Tugas ketua kelas lebih gampang dari korming. Korming itu yang bakal ngumpulin tugas caip ke fasilitator, dll yang akan saya jabarkan di bawah. Eh ya ceritanya dulu dulu sih banyak yang kabur di tengah jalan karena ngga kuat terpaan tugas. Haduh saya besok bagaimana yak.. Bismillah aja.. semoga berkah. Syarat kelulusan adalah mengerjakan 7 dari 9 tugas dari 9 materi mingguan. Tugas itu disebut NHW (Nice Home Work). Kenapa disebut tugas rumah yang baik? Karena insyaa Allah bisa membawa perbaikan pada diri kita bila kita mengerjakan dengan sepenuh hati (nah ini yang kayaknya bakal berat dan susyah.. Bismillah sekali lagi). Itulah rata-rata tujuan para perempuan baik yang sudah jadi ibu maupun yang belum menikah bergabung disini. Tugas yang dikumpulkan harus berupa link. Jadi pelajaran pertama kemarin adalah belajar membuat link. Belajar bersama, bersama belajar di kelas yang operasionalnya via aplikasi WhatsApp (WA). Begitu kerennya jaman sekarang cari ilmu dan share bersama bisa hanya dengan mantengin layar smartphone. MasyaaAllah…

Link bisa dari Google Docs, Notes  Facebook, timeline Facebook, Blogg, Thumblr, dan lain-lain yang bisa dibuat link. Saran terbaik kerjakan via blog. Biar blog yang sudah dipunya tidak jadi sarang laba-laba (kata Mba fasilnya.. hehehe..). Kemudian sharing link via thread yang dibuat di wall Facebook group. Group ini bersifat tertutup. Apabila tidak punya Facebook tidak juga perlu kuatir. Korming bisa melakukan tugas sharing ini. Kalau selama perjalanan ada pertanyaan terkait materi korming juga tempat menampung pertanyaan dan melempar pertanyaan tersebut ke mba fasilnya. Materi dan diskusi pun tugas korming untuk meresume serta meng-share hasil resume ke group Fb untuk dipantau Observer pusat.

Yang menunjuk diri sebagai korming siap-siap gulung koming selama seminggu dah..  hehehe… tapi seru juga kayaknya. Pejabat kelas lebih banyak belajar lho karena ada group terpisah bagi pejabat kelas. Dan disitu sering ada diskusi pendahuluan atau pengakhiran. Ehh…

Jadi… Bismillah saya memulai “perkuliahan” saya di IIP dan akan mengerjakan NHW saya via blog ini. Semoga apa yang saya lakukan membawa berkah bagi saya, keluarga, lingkungan terdekat saya, dan pembaca setia blog Ayuseite. Aamiin.