Catatan dari Buku Anak juga Manusia (13)

Note with addition,
NILAI TERBAIK UNTUK ANAK

@anakjugamanusia Banyak orangtua yang marah karena nilai anaknya jelek dengan dalih demi kebaikan anak. Sebetulnya, orangtua itu gagal berdamai dengan diri sendiri karena malu sama orangtua lain.

Skenario:
Ada orangtua yang mengeluhkan nilai ulangan Matematika anaknya yang hanya 40 dari nilai tertinggi 100. Tentu kita setuju bahwa nilai itu rendah. Namun coba kita gali lebih dalam. Bagaimana jika anak mengerjakannya dengan JUJUR (tidak nyontek), bagaimana jika ia sudah berusaha dengan TEKUN, dan bagaimana jika ia tahu nilainya jelek tapi tetap BERANI memberitahukannya pada kita?
Jelas 3 poin tersebut tak ternilai harganya dan tidak terpantau dari sistem penilaian di sekolah. Padahal 3 poin tersebut lah yang kelak lebih berperan besar dalam kehidupan mereka. Jika nilai Matematikanya bagus tentu menjadi pelengkap yang manis. Saat besar nanti, nilai matematika itu sudah tidak ada lagi perannya di masyarakat. Yang ada hanyalah parameter KESUKSESAN. Herannya banyak yang menganggap bahwa sukses sama dengan kaya .

Mengapa bangsa kita ini banyak sekali koruptornya? Ya.. sederhana saja jawabnya, karena banyak orang yang tidak peduli tentang proses (3 poin terakhir) tapi lebih ke hasilnya (nilai bidang studi).

Apakah koruptor ini sewaktu kecil diajari berbohong, menipu, mengambil hak orang lain? Tidak. Kemudian kenapa saat dewasa bisa demikian? Karena bukan pelajaran bohonglah yang membuat seseorang berbohong. Akan tetapi ketidakadaan apresiasi terhadap kejujuran yang membuat anak-anak mempunyai potensi untuk berbohong. Bagaimana tidak, nilai baik meskipun hasil mencontek lebih dielu-elukan daripada nilai jelek tapi dia jujur? Maka, kebanyakan siswa memilih menyontek agar bisa mendapat nilai bagus dan di apresiasi (dielu-elukan).

Maka, tugas kitalah dalam PENDIDIKAN RUMAH untuk mengapresiasi kejujuran itu, melatih anak untuk bertanggung jawab dan tidak marah bila nilai mereka jelek asal mereka sudah berusaha belajar serta tidak menyontek, dan tugas kita pula membesarkan hatinya bila dia diolok karena nilai yang jelek. Kelak, ia akan tumbuh jadi pribadi yang setia pada kebenaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s