Catatan dari Buku Anak Juga Manusia (9)

PERTANYAAN UNIK ANAK

@anakjuga manusia Anak-anak suka sekali mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya karena memang begitulah cara mereka belajar, tetapi kadang orangtua terlalu cepat melarang.

Jangan ini, jangan itu, ngga boleh ini ngga boleh itu… pasti sering ya kita ucapkan? Rasa protektif kita sebagai orangtua atau rasa malas mendampingi dia bereksplorasi? Hehe…

Belum lagi pertanyaan apa ini apa itu mengapa begini mengapa begitu bagaimana bisa dan yang paling seru adalah pertanyaan apa hubungannya ini dan itu. Hmm.. logika anak berkembang cukup menarik. Kadang lucu juga pertanyaannya dan seringkali kita sampai kewalahan menjawabnya. Kok bisaa tanya kayak gitu.
Contoh: apa hubungan perkalian dan kesuksesan? Alih-alih bertanya kenapa kamu bertanya demikian si ibu malah jawab:ya jelas ada, kalau perkalian aja ga paham gimana bisa sukses?
Terus hubungannya apa? Si anak keukeuh bertanya dan si ibu menjawab kesal: pokoknya ada! Kamu nih nanya terus, dah diem aja kerjain PR. Yang kerja itu tangan bukan mulut!
Waduh… horor nih si enyak.
Padahal kalau ditanya kenapa kamu tanya begitu? Si anak jawabnya habisnya aku lihat ayah kerjanya ngga pakai perkalian tetapi bisa sukses. Jadi kan ngga ada hubungannya belajar perkalian sama sukses.

Kritis sekali kan? Coba si ibu jawabnya penuh teka teki juga. Misal, hmm.. mungkin emang bener ngga ada hubungannya. Tapi perkalian itu termasuk hal kecil. Nah, kalau kamu bisa ngerjain hal kecil bisa memberikan jalan untuk melakukan hal besar. Namun kalau kamu ngga rela melakukan hal kecil gimana bisa melakukan hal besar dan sulit? Padahal semua orang sukses itu bisa menyelesaikan masalah besar dan sulit.

Dan anak pasti diam dan bingung selanjutnya ia manggut-manggut dan kelak akan mengerti. Yaa yang penting dia puas gitu… jangan sampai menghambat imajinasinya seperti contoh jawaban ibu tadi.

Kalau kita tidak tahu jawabnya ya simpan saja jawabnya atau ajak belajar bersama. Misal: wah, bagus juga pertanyaanmu. Sayangnya mama juga belum tahu. Besok kita cari tahu yaa di buku atau kita tanya ke papamu saja gimana?

Jadi, berikan anak proses dalam mendapat jawabannya. Jika kita menanggapi pertanyaan dengan sungguh2 mereka juga akan belajar sungguh2. Kalau kita memuaskan mereka dalam menemukan jawaban kelak kita akan selalu jadi orang pertama yang dicari anak jika ia mempunyai pertanyaan. Sungguh riskan bila mereka tidak percaya kita dan mereka mencari jawaban di tempat lain. Iya kalau benar… terlebih masalah kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: