Catatan dari Buku Anak juga Manusia (10)

Note with addition,
ANAK-ANAK KITA

@anakjugamanusia Mendidik anak bukanlah untuk membuat orang lain terkesan. Jadi, tidak perlu hiraukan apa kata orang yang belum tentu belajar bagaimana mendidik yang baik.

Teringat cerita Thomas Alva Edison. Ia dikeluarkan dari sekolah karena “berbeda” dengan yang lain. Guru menyebutnya bodoh dan idiot. Tapi sang ibu tidak lantas mengamini dan menyerah. Ia berkata, “Nak, mulai saat ini kamu akan belajar dengan Ibu.”

Jadilah ia tumbuh dengan kasih sayang ibunya dan gemar mengotak atik apapun termasuk bekerja apapun. Intinya ia pantang menyerah.

Saat jawab dari tanya tak dapat dijawab sang ibu, para guru dan buku-buku, ibu berkata, “Nak, ini sebuah pertanda dari Tuhan bahwa kamulah yang diminta untuk menemukan dan menuliskan jawabnya untuk orang banyak.” Masyaa Allah.

Jadilah…Saat ia “gagal” sebanyak 1999 kali dalam menemukan bola lampu dan berhasil di attemp ke 2000 bahkan ia menjawab, “siapa bilang aku ini gagal? Aku hanya menemukan 2000 cara berbeda untuk membuat bola lampu.”

Pendiri General Electric ini membuktikan bahwa orang sukses pernah gagal di sekolah asalkan tak pernah berhenti berusaha dan yang paling penting dukungan orangtua.

Sudahkah kita merenungkan:
1. Apa yang telah kita lakukan untuk meng upgrade diri sehingga bisa men support anak kita?
2. Saat anak kita punya impian ingin jadi ini dan itu apa yang telah kita lakukan?
3. Saat anak bertanya apa respon kita?
4. Apakah kita sudah menjadi pendengar yang baik untuk anak?
5. Apakah ketika kita ingin anak giat belajar kita juga giat belajar?
6. Apakah kita juga suka membaca buku seperti yang kita harap pada anak-anak?
7. Apakah anak kita mengidolakan kita?

Banyak dalam hidup yang harus kita renungkan. Salah satu yang utama adalah mengenai keluarga dan anak kita. Karena.. siapa tahu di masa depan anak-anak kita menjadi pemimpin besar yang memberi manfaat bagi kehidupan. Aamiin.

Fokuskan pada proses belajar
Hasil bukan yang terpenting
Beri penghargaan pada prosesnya
Besarkan hatinya
Anak lebih suka jika kita menghargai kerja kerasnya
Penghargaan yang terbesar untuk sebagian besar anak adalah proses belajar itu sendiri dan diperkuat dengan pujian yang tulus dari orangtuanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: