Catatan Buku Anak Juga Manusia (7)

Note with addition,
MEMBANGUN KONSEP DIRI POSITIF PADA ANAK

@anakjugamanusia Banyak anak yang di rumah merasa serba salah. Saat benar dilihat kurangnya. Saat salah apalagi. Jadi, memang anak yang bermasalah atau kita yang melihatnya selalu salah?

Hmm.. ya, jangan sampai anak kita merasa apa yang ia lakukan selalu salah di mata kita. Bisa jadi kita mempunyai target atau harapan terlalu tinggi pada anak kita. Atau terlalu menyamaratakan kadar kemampuan anak satu dan lainnya.

By the way, otak kita mampu menyimpan informasi baru per 1 detik selama 30 juta tahun. Hebat dong otak kita? Masya Allah. Dengan demikian bisa dilogika otak kita tidak mungkin penuh. Kalau digunakan maksimal maka semua orang itu pintar. Tidak ada yang bodoh. Lantas kenapa ada orang stress, katanya lagi hang, otak penuh, overload, ngga mudeng-mudeng? Bukan otaknya yang penuh melainkan program otaknya yang error bin ngadat.

Jadi, misalkan otak kita serupa hard disk komputer. Kita mau memasukkan data dari flashdisk (informasi baru) ke dalam hard disk. Copy paste gitu deh. Nah, komputer kan dijalankan oleh program ya.. misal windows, linux, dll, tiba-tiba informasi gagal di “copas” dan komputer hang padahal hard disk masih ada tempat. Kalau komputer gampang saja kan tinggaldi install ulang atau direpair. Kalau manusia? Yaa dengan refreshing guna me refresh kembali program atau sistem operasi otaknya.

Bagaimana dengan anak, apakah refreshing cukup? Yaa sedikit… karena pada anak program tadi dinamakan KONSEP DIRI. Hal ini bisa positif atau negatif tergantung mana yang kita install ke anak. Contoh yang negatif: merasa bodoh, minder. Positif: percaya diri, berani mencoba, berani gagal, dan yang paling penting merasa diri bisa asal terus mencoba.

Bagaimana bisa anak menjadi pintar bila konsep dirinya negatif? Nah, cara membangun konsep diri ini mudah yaitu dengan sering memberi pujian dan dorongan kepada anak serta tidak mengolok bila gagal. Memarahi dan membentak apalagi membandingkan membuat anak merasa kecil. Sebaliknya, pujian akan membuat anak merasa besar. Sering memberi pujian akan membangun konsep diri positif sehingga potensi otak manusia khususnya anak dapat digunakan secara optimal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s