Resume Buku Anak Juga Manusia (3)

Sebuah ilustrasi surat anak kepada orangtuanya yang tertulis di buku @anak juga manusia hal. 17, yang pernah menjadi materi lomba untuk ibu-ibu anggotaku di Persit KCK ranting 3 cab 24 dulu. Dan Subhanallah hasilnya bagus-bagus. Kelak semoga sempat membukukannya.

Baca bait demi bait penuh penghayatan anggap yang di bawah ini tulisan dari anak kita… maka rasakan bulir-bulir hangat menetes di pipi…

AKU ANAKMU

Pagi ini aku berharap melihat senyummu, tetapi tak kudapatkan, mungkin engkau lelah karena bangun lebih pagi dariku

Pagi ini aku berharap engkau menyapa dengan manis tetapi engkau sibuk harus menyiapkan bekalku dan saudaraku

Berangkat sekolah, aku berharap engkau menyemangatiku tetapi aku maklum karena engkau juga buru-buru ke tempat kerjamu

Di sekolah, aku melihat barisan angka yang membosankan, aku membayangkan alangkah asyiknya jika engkau menjadi guruku

Siang tiba, setumpuk PR sudah diberi guru, aku membayangkan nanti malam akan kukerjakan bersamamu.

Tibalah aku di rumah, sepertinya ada yang menyambutku, ooh ternyata hanya suaramu di pikiranku

Saat aku makan siang, aku menunggu telfonmu atau aku saja yang menghubungimu ya, ah aku takut mengganggu

Sore pun tiba, aku bermain bersama teman, permainanku sangat seru, semoga nanti malam dapat kuceritakan padamu.

Waahhh ternyata lompatanku sekarang lebih tinggi dan lariku pun lebih cepat, seandainya engkau ada melihatku

Tibalah saatnya mandi, aku tidak sabar lagi bertemu denganmu, kan kuceritakan hari ini padamu agar engkau bangga padaku.

Seusai mandi aku diberi tahu kalau engkau akan pulang terlambat, tak apalag akan kukerjakan dulu PRku

Akhirnya engkau pulang, aku menyambutmu tetapi engkau katakan engkau lelah, baiklah masih ada waktu

PR ku sudah selesai, engkau juga sudah selesai mandi. Aku berharap masih ada sisa tenagamu untuk bermain atau sekedar bercerita denganku

Namun, tampaknya tenagamu tidak cukup dan engkau memilih memegang smart phone, tidak apa mungkin itu penting bagimu

Saatnya tidur, aku berharap ada cerita sebelum tidur atau sekedar kecupan kening, tetapi engkau hanya mematikan lampu untukku

Aku menangis, berdoa pada Tuhan agar dapat membeli waktumu, agar dapat membeli perhatianmu

Malam ini berlalu dan pagi pun tiba, semua berjalan sama, aku berharap ada keajaiban untukku

Ayah, Ibu, aku sangat mencintaimu, aku siap menghiburmu jika semua acara TV membosankan untukmu.

Tertanda,

Anakmu

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Mari kita renungkan bersama bahwa hadiah terindah anak dari kita hanya satu. WAKTU. Bukan mainan atau kemewahan lain. Kalaupun anak terhibur dan tampak senang bisa pastikan hatinya kosong.

Pesan “surat” di atas, yang mewakili perasaan anak-anak, meminta kita meski sibuk luar biasa untuk meluangkan waktu untuk anak dan tidak pernah berhenti memberi pengertian dalam komunikasi yang harmonis. Setiap pagi serta pulang kerja, sapa, senyum serta pelukan hangat kita kepada anak jelas menjadi energi tersendiri untuk anak melewati harinya tanpa kita. Sempatkan pula seminggu sekali minimal untuk mendampingi anak belajar. Lantas, sebelum tidur sempatkan untuk berbagi cerita dengan anak dan memberikan ucapan selamat tidur dengan kecupan lembut. Insyaa Allah anak akan lebih nyaman daripada tidak sama sekali.

Lets try….!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: