Resume Buku Anak Juga Manusia (1)

—Jadilah Orangtua Terbaik, Sediakan Hati untuk Anak—

@anakjugamanusia Masa kecil anak-anak hanya sekali. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari hanya karena kita gagal membangun kedekatan dengan anak-anak.

Ayah, Ibu, tolong jangan risaukan apa yang BELUM dapat kulakukan, lihatlah apa yang SUDAH dapat kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku.

Ayah, Ibu, aku memang belum bisa berhitung, tetapi lihatlah, aku bisa bernyanyi dan selalu tersenyum ceria.

Ayah, Ibu, jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini.

Ayah, Ibu, jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah, aku tidak pernah membandingkanmu dengan orangtua lain.

Ayah, Ibu, jangan bosan dengan pertanyaan-pertanyaanku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tahu.

Ayah, Ibu, jangan bentak-bentak aku, lihatlah, aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak.

Ayah, Ibu, jangan ancam-ancam aku, seperti englau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah, aku sedang belajar memahami keinginanmu.

Ayah, Ibu, jangan lihat nilaiku yang rata-rata, lihatlah, aku mengerjakannya dengan jujur, lihatlah, aku sudah berusaha.

Ayah, Ibu, aku memang belum dapat membaca, tetapi lihatlah, aku dapat bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya.

Ayah, Ibu, aku memang kurang mengerti matematika, tetapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu.

Ayah, Ibu, aku memang banyak kekurangan, tetapi aku juga punya banyak kelebihan, bantu aku agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama.

Ayah, Ibu, hubungan kita sepanjang zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku.

Ayah, Ibu, aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dan lihatlah yang terbaik dariku sehingga aku bangga menyebut namamu.

Ayah, Ibu, semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Pesan itu sungguh menohok dan menampar, tak terasa keharuan membuncah. Aku menyadari aku masih belum menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anakku. Tapi, aku akan terus belajar dan belajar begitupula aku akan mengajak ibu-ibu pembaca untuk belajar pula.

Semoga penulis (Angga Setyawan) berkenan aku menyunting beberapa bagian bukunya di blog pribadiku dan para pembaca bisa menuai manfaatnya.

Be the best parent for the best children.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: