Majelis Dzikir Az Zikra

“Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Semenjak tahu bahwa masjid Az Zikra berada dekat toll exit sentul selatan rasanya ingin hadir di majelis dzikir asuhan ust. Arifin Ilham disana. Namun belum tahu jadwal pastinya setiap Ahad apa. Akhirnya mencari di laman Facebook ketemu fanpage resmi Masjid Az Zikra. Setelah follow tidak lantas ada update jadwal. Merujuk ke websitenya juga tidak ada informasi. 

Dulu sekali, saat aku masih kuliah pernah ikut majelis ini di Masjid Jogokaryan Yogyakarta. Bahkan dua hari mengikuti acaranya. Dzikir akbar dan sholat Subuh berjamaah di hari berikutnya. Waktu dzikir aku berangkat sendiri sedang waktu Subuh berangkat jam tiga pagi menaiki Shogi bersama adikku. Subhanallah jamaah banyak sekali dan pastinya berkostum putih. Dari situ aku selalu berharap untuk bisa hadir kembali di majelis dzikir beliau karena berasa di charge energi positif baru dan memang lah berada di sebuah majelis itu sangat menenangkan.

Barulah terpampang jadwal di awal Januari 2017 (yang keluar di dinding Facebookku) bahwa dzikir bulanan untuk bulan ini pada tanggal 8 Januari 2017 pukul 07.00-09.30 WIB. Aku baru menyampaikan niat ke suami tiga hari sebelum acara. Bismillah… saat itu berdoa semoga diberi kekuatan dan kemudahan untuk menghadiri majelis tersebut karena kondisiku sedang labil. Sering drop dan rasa mau pingsan terus setelah masuk usia kehamilan 28 minggu. Mabok kedua sepertinya.

Ahad pagi, berangkat dari rumah pukul 05.15 WIB. Awalnya mau berangkat sebelum Subuh tapi bawa anak balita yang masih tidur pastilah repot. Maka lebih aman lepas Subuh saja.
Perjalanan lancar bahkan saking lancarnya sampai mobil selalu dipacu kencang dan kelewatan toll exit menuju masjid. Karena jalan masih sepi maka tidak ada pilihan lain selain menepi di sebelah kiri dan jalan mundur sekira 500 meter lebih. Hmm… Saat itu waktu menunjukkan pukul 05.50 WIB.
Alhamdulillah bisa keluar menuju jalan lingkar luar dan langsung mengarah ke masjid Az Zikra. Tidak begitu lama kami sudah sampai dan sudah dapat ditebak parkir full hingga harus parkir di jalanan pemukiman muslim yang mengitari masjid. Aku bersama anakku turun duluan di gerbang belakang, lantas mencari toilet karena si anak bangun tidur dan minta buang air kecil. Tak mungkin bisa bersama dengan bapaknya karena masih harus parkir jauh sekali. Bismillah.. semoga dikuatkan karena belum sarapan, tadi di mobil hanya sempat makan kurma 3 butir serta minum air putih saja, tenaga belum full. Sampai di toilet antrean cukup panjang. Rupanya hasrat buang hajat datang bebarengan. Alhamdulillah dimudahkan. Merayu anak untuk mau dilap dan ganti baju butuh perjuangan juga. Di tengah kerumunan dia merengek dan aku harus harus harus tetap tenang meski badan gemetaran mulai drop. Ada seorang ibu yang menepukku dan bilang, “Sabar Ibu…,” setelah itu aku merasa bertenaga lagi dan Aya pun jadi kooperatif. Masya Allah..

Selesai proses di toilet dan ambil wudhu aku mencoba menghubungi suami karena anak maunya sama bapak. Tapi sambungan ponsel tidak terangkat terus. Kuputuskan naik ke atas meski banyak jamaah putri turun ke bawah dengan alasan di atas penuh. Mereka pun memenuhi tangga, halaman luar, ruang serba guna dan teras-teras. Sesampainya di ruang utama untuk jamaah putri memang penuh sekali. Aku hanya berdoa dalam hati semoga mendapat sedikit kelapangan tempat untukku dan Aya. Bismillah.. Bismillah.. Bismillah… begitu terus yang aku gumamkan. Pandanganku tiba-tiba tertuju ke pilar tengah belakang. Ada satu ruang untuk satu orang. Di sebelah seorang nenek. Aku mohon ijin duduk disitu, diperbolehkan. Alhamdulillah.
Sang nenek berusia di ambang 70 tahun itu datang dari Bogor diantar anaknya sejak pukul 01.00 dini hari tadi. Dan ketika beliau sampai jamaah sudah setengah penuh. Masya Allah.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan aku belum sempat makan juga karena harus menangani anak yang mulai merajuk untuk mencari bapak. Dialihkan ke menggambar dan makan marshmallow serta susu kotak lumayan bisa ceria lagi. Diawali dengan membaca Al Fatihah serta surat Yaa Siin dan senandung Al Quran bersama kemudian lanjut pengumuman, iklan madu hitam dan air doa Dzikro serta ceramah singkat Bapak Anies Baswedan sampai pukul 08.30 WIB. Barulah ustadz Arifin Ilham ber tausiyah. Itupun diselingi dengan edar tas untuk sedekah.

Selesai tausiyah, dzikir sambung doa pun dimulai. Lantunan Subhanallah walhamdulillah wa laa illa ha ilallah wallahu akbar khas ust. Arifin menggema dan menggetarkan hati. Dilanjut membaca bersama Al Fatihah, surat 3 Qul, ayat kursi, istighfar kemudian perenungan serta doa oleh ust. Arifin termasuk doa Nabi Adam yang berbunyi “Rabbana dzollamna anfusana waillam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khosiriin” (dulu waktu kontrak di Wonosobo, lantunan doa ini selalu terdengar setelah adzan Subuh di Musholla dekat rumah, tidak menghafal jadinya hafal karena tiap hari dengar). Oh ya sebelum semuanya, kami menjadi saksi masuk Islam nya 2 orang. Kami pun turut bersyahadat dan penuh haru memekikkan Allahu Akbar. Ust. Arifin juga mengajak kami menyebut asma Allah di setiap hembusan nafas. Allah.. Allah… dan hanya Allah. Karena begitulah cara kita mengingat Nya dan melupakan dunia fana. Coba saja… seberapa lama kita bisa ingat mempertahankan pelafalan itu maka sedekat itulah kita dengan Allah. Maka lakukan lagi setiap ingat (penulis juga sedang melatih diri… dan… itu susah…!! ternyata kecintaan pada dunia masih melebihi cinta pada Allah… Astaghfirullah…). Oleh karena itu, kami diajak untuk selalu ber istighfar. Kesalahan atau dosa kita tiada yang tahu pasti selain Allah dan kedua malaikat pencatat. Maka, mohon ampun sesering mungkin lebih utama daripada merasa selalu benar. Astaghfirullah… mana tahu ucapan ataupun tulisan kita juga sedikit banyak menyakiti orang lain. Astaghfirullah… mana tahu kehadiran kita di masyarakat menjadi pembawa mudharat bukan manfaat. Dan sebagainya hal-hal yang kita tidak tahu apalagi yang kita tahu alias sengaja.

—Astaghfirullahalladzii laa illa ha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaik—

Doa kemudia terlantun untuk hajat sendiri, untuk keluarga, untuk saudara-saudara yang tertimpa bencana baik di dalam pun luar negeri, dan pastinya untuk Indonesia khususnya ummat Muslim agar bisa bersatu dalam artian seluruh aliran ahlus sunnah wal jamaah yang sekarang ini terpecah menjadi beberapa organisasi dan kelompok-kelompok bisa bersatu padu mempertahankan keutuhan NKRI. Aksi 212 tempo lalu menjadi bukti bahwa sebenarnya ummat Islam di Indonesia ini kompak. Biidznillah.

Dzikir dan doa selama 1,5 jam tak terasa telah usai. Aku bersyukur bahwa aku baik-baik saja meski hanya makan 3 butir kurma dan beberapa suap nasi (akhirnya) saat tas sedekah beredar. Nikmat yang luar biasa. Begitupun dengan anakku yang anteng mendengarkan. Bahkan di rumah ia mulai melantunkan dzikir ala ust.Arifin meski belum bisa sempurna dan tak tahu artinya. Kelak, jadilah pribadi berdzikir, nak. Kamu mungkin bertanya kenapa ummi menangis tadi? Tetapi besok besok kamu juga akan merasainya. Menangis ingat dosa, menangis mengharap ridho Nya, menangis karena ingin selalu dekat dengan Nya.

Pada akhirnya aku mencium tangan nenek dengan 4 anak sukes di sebelahku, beliau mendoakan semoga persalinanku lancar dan mengingatkanku agar tidak lupa untuk selalu beristighfar.

Lautan manusia merangsek turun mengantri untuk menuruni tangga. Aku memilih menunggu sedikit sepi. Membayangkan beginikah suasana di tanah suci? Bahkan mungkin tak pernah ada surutnya. Subhanallah. Dan dari pengalamanku hari ini aku yakin betul bahwa saat beribadah di tanah suci kurma dan air zam zam lebih dari cukup memberi energi pada diri yang hendak beribadah sepenuh hati.

Semoga Allah selalu merahmati majelis ini dan semoga besok-besok bisa hadir kembali di taman surga macam begini. Betapa penuh aura positif, betapa nyaman dan tenangnya hati. Yaa Rabb.. terimakasih atas kesempatan yang Engkau beri berikut kemudahan yang menyertai. Alhamdulillah…

PhotoGrid_1483918900908.jpg

Bismillah semoga kita bisa menjadi seperti tertulis di bawah ini…

2017-01-10 09.31.42.png

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s