Kursus Menanam di Taman Buah Mekarsari

Seperti yang saya janjikan sebelumnya, saya akan menulis kursus menanam gratis selama 1 jam yang saya ikuti di sana tanggal 24 Desember 2016 lalu. Jadwal kursus setiap sabtu dan minggu dengan tanggal tertentu seperti yang terpampang di poster besar.

Area tempat kursus adalah di tepian danau tempat pemberhentian akhir ketika menaiki bus/kereta wisata. Maka, tak heran di sana menumpuk pengunjung yang menghabiskan waktu untuk bermain sepeda sewa berkeliling area danau, mengayuh sepeda air, outbond, permainan anak, atau makan-makan dengan membeli di warung sekitar danau pun memakan bekal sendiri. Kami memilih duduk manis di depan panggung Fruit Show dan Kursus Menanam sembari makan pop mie (ga sehat betul) dan tahu goreng sumedang serta buah-buahan gratis yang kami dapatkan. Uti Aya juga membeli lagi buah Markisa di kios terdekat karena memang jarang dijual bebas.

Pukul 11.00 tepat acara dimulai dengan dipandu dua host laki-laki. Dimulai dengan edukasi tentang buah baru dilanjut kursus menanam. Jadwal hari itu Terarium.

—Edukasi tentang buah—
Terpampang 2 jus di meja show, jeruk dan jambu biji merah. Kali ini host akan menguji kandungan vit C buah mana yang paling tinggi. Dua buah tersebut merupakan buah dengan kadar vit C yang lebih tinggi dibanding buah-buah lain. Dan manakah yang tertinggi? Kebanyakan menjawab buah jeruk. Ada sebagian yang menjawab buah jambu merah.

Nah, setelah dibuktikan dengan cara mengambil sedikit sample dan dimasukkan ke dalam gelas masing-masing sekitar 3 cc kemudian dikentalkan dengan tepung kanji serta ditetes menggunakan Iodine hingga berubah warna maka hasilnya adalah jus jambu merah membutuhkan lebih banyak tetesan iodine agar bisa berubah warna dibanding jus jeruk. Maka, kesimpulannya buah jambu merah memiliki kadar vit C tertinggi. Tepuk tangaaan…. #ehhh

Ada reaksi apa yaa antara Iod (I2) dan vit C? Kenapa kadar tertinggi membutuhkan lebih banyak tetesan Iod? Ehm ehm… percobaan demikian namanya titrasi iodimetri, yaitu metode penambahan Iod kepada vitamin C atau komoditi yang diduga terdapat vitamin C. Vitamin C bersifat pereduksi (reduktor) sedangkan Iod bersifat pengoksidasi (oksidator) sehingga keduanya menghasilkan reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Jadi makin banyak vit C maka makin banyak pula iod yang dibutuhkan (jangan tanya persamaan kimia redoks nya gimana… wes lali… jaman es em a… 😂).

Sekarang berlanjut ke main theme… Terarium. Baru baru ini tren membawa cara bercocok tanam ala modern ini melesat dan banyak penggemar. Karena simple, unik, dan imut sepertinya.

Terarium adalah cara menanam tanaman hias di dalam wadah kaca yang tembus pandang alias bening (akuarium, gelas, mika, botol, bohlam, toples) dimana tanaman yang ditanam berukuran mini.

Manfaat terarium adalah sebagai penghias ruangan, sekedar hobi, sarana memahami alam dan sebagai kegiatan kreatif yang menantang.

Media tanam yang digunakan sebaiknya bersifat porous dan cukup subur, antara lain: arang sekam/kayu, kompos saring (wajib ada), moss, zeolit (batu kecil). Hiasannya dapat digunakan pasir pantai, batu warna-warni, kerikil, kerang, bahkan clay.

Jenis tanaman yang digunakan harus memiliki ciri sbb:
1. Mungil, tidak tumbuh menjulang tinggi, tidak berbatang kayu, berpelepah daun atau berbatang lunak, daun kecil dan bercorak indah
2. Pertumbuhan lambat, bentuk pertumbuhannya melingkar dan dapat merambat atau menjalar
3. Sangat tahan terhadap kelembaban tinggi atau keadaan yang sangat kering
4. Tanaman dapat tumbuh dan berkembang biak dalam ruangan
5. Memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap kondisi sinar matahari
Contoh: palem, suplir, tanaman sukulen, kaktus.

Cara membuat terarium:
1. Tentukan tema
2. Siapkan alat (hand spray, sekop kecil, corong, sendok), wadah, dan tanaman
3. Sediakan semua media tanam dan hiasan
4. Setelah siap, masukkan media tanam dalam wadah yang kering (yang harus banyak komposnya.. boleh ditutup dengan pasir warna selang seling yang disusun di dinding wadah agar tampak indah) kemudian gali media tanam dengan sekop kecil dan masukkan tanaman yang akarnya sudah dibersihkan.

5. Setelah tanaman masuk, beri hiasan sekehendak hati.

6. Siram tanaman dengan hand spray. Jangan terlalu banyak, cukup menyemprot ke dinding agar jatuh perlahan airnya ke bawah sehingga tidak terlalu basah.  Penyiraman ini dilakukan secara periodik saja, 3-4 hari sekali. 

7. Letakkan terarium di tempat yang cukup mendapat cahaya matahari. Jika diletakkan di dekat jendela terarium perlu diputar secara periodik untuk mencegah efek fototropik (tanaman tumbuh ke arah cahaya). Jika ruangan terlalu gelap dapat digunakan lampu sebagai cahaya buatan. Oleh sebab itu, sebaiknya setiap 2-3 minggu sekali terarium dikeluarkan agar mendapat cahaya matahari.
8. Bila ada hama (semut, kutu, kepik) cukup diberantas secara manual alias tanpa obat kimia pengendali hama.
9. Selamat mencobaa…

(CP diklat Taman Buah Mekarsari: Bpk. Edwin 081511823839)

Di sini, selain ilmu tentang terarium saya juga mendapat berbagai ilmu lain dari sesi tanya jawab, a.l:
1. Cara memberantas hama ulat: giling cabe dan bawang kemudian masukkan ke dalam wadah semprot air dan semprotkan ke arah sasaran.
2. Benarkah vetsin adalah penyubur tanaman? Secara teori tidak. Bila ingin subur siramkan ke tanaman air cucian daging atau cucian beras.
3. Bila tanaman yang kita tanam tak kita inginkan untuk tumbuh besar dan panjang macam bonsai maka yang harus kita lakukan adalah memberinya zat penahan tumbuh bernama peclobutrazol yang tersedia di toko khusus pertanian.
4. Bagaimana cara mengurus anggrek yang terkenal dengan tanaman rewel? Sebenarnya anggrek itu bisa tumbuh liar dan subur di pohon-pohon besar nan rindang. Maka, prinsip utama perawatan anggrek adalah simpan di tempat sejuk (di bawah pepohonan), memangkas bagian yang sudah habis berbunga, media tanam ditambahi sabut kelapa untuk menambah simpanan air.

PhotoGrid_1484183854324.jpg

♤♡♢♧en♧♢♡♤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s