Catatan Perjalanan #5

Subuh sudah berlalu di hari awal long weekend (libur hari Sabtu sampai Senin karena Senin tanggal merah peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW) dan kami pun bergerak menuju Bogor. Diawali dengan hampir salah masuk toll Alhamdulillah perjalanan relatif masih lancar. Sedikit macet saat akan memasuki gerbang toll terutama toll Ciawi nantinya.

Di sepanjang jalan hal unik kulihat. Banyak pedagang asongan menjajakan dagangannya. Hey, keren ya di toll ada pedagang? Only in Indonesia kalau seperti ini mah. Bagaimana tidak menjadi lahan empuk berjualan kalau di toll Jakarta-Bogor ini hampir selalu macet parah oleh kendaraan. Suami pun membeli kopi hitam lima ribu rupiah seplastik kecil. Hmm…
Di rest area lepas gerbang toll Ciawi, sudah menuju arah Puncak, kami berhenti. Kami pun makan bekal, melap Aya sekedarnya karena kamar mandi antri parah, tak lupa buang hajat. Selesai semua, mobil bergerak kembali. Saat akan keluar lokasi ada seorang pemuda kampung menawarkan jasa antar melalui jalan alternatif menuju puncak dengan tarif 100.000, bila sampai lokasi 250.000. Baiklah, kami terima opsi 1. Tampak dari arah kami berjalan, ruas toll penuh sesak dengan mobil. Perkiraan 4-5 jam baru bisa sampai puncak karena ada sistem buka-tutup jalan. Ah, biarlah 100.000 melayang asal bisa sampai lebih cepat. Perjalanan tak semulus bila lewat toll tentunya. Jalan yang kami lalui sempit, berlubang, berkelok, dan parahnya banyak pak ogah minta ceperan di hampir tiap kelokan. Kadang kami beri kadang pun tidak. Bila ada yang sok preman memaksa, terpaksa KTA suami keluar juga. Bukan kami tak mau memberi. Tapi ini di luar prediksi. Uang receh tak banyak kami bawa dan uang di kantong hanya 1,5 juta saja. Benar-benar perjalanan agak memaksa di tanggal “tua”.

Tujuan kami adalah taman safari cisarua. Awalnya mau lanjut ke puncak dan menginap disana. Tapi melihat jalanan yang tidak enak dilihat begitu mending selesai dari taman safari lanjut istirahat di Bogor kota.

Harga Tiket Masuk (HTM) sebesar 140.000 untuk anak dan 150.000 untuk dewasa plus retribusi parkir 15.000. Jadi total pembayaran di loket 455.000. Cringg.. uang kembali berkurang tinggal berbilang sembilan ratusan. Namun kami puas bisa melihat sosok hewan cakep-cakep di sini. Besar, bersih, terawat, elok rupawan. Favoritku si jerapah dan unta. Seperti boneka saja mereka.

Selepas melihat koleksi satwa kami parkir di taman bermain. Di sana ada hewan tunggang (gajah, unta, kuda) membayar tambahan 25.000 per 2 orang 1 kendaraan, kereta gantung membayar tambahan 50.000 per orang, dsb. Tiket terusan berlaku untuk permainan ala pasar malam (tapi yakin lebih bagus) dan Baby Zoo. Pertama, kami menuju Baby Zoo. Melihat kanguru, puma, harimau India, ular, burung hantu, aneka unggas dan monyet. Penataannya yang apik dan rapih membuat pengunjung tidak bosan berkeliling. Setelah dari baby zoo kami naik kereta gantung, melihat dari atas luas wahana yang ada di taman rekreasi taman safari. Namun sayang karena kelelahan setelah turun dari kereta gantung dan anak bermain Carrousell, kapal bulat, helikopter, kuda goyang dengan keunikan petugas mengenakan seragam sesuai tema, kami sudahi perjalanan dan membeli boneka satwa di kios seven wonder dengan potongan voucher lantas bergerak pulang. Padahal masih banyak sekali tempat menarik yang belum kami kunjungi, termasuk rumah pinguin dan atraksi aneka satwa. Sempat melihat sebentar atraksi gajah. Keseluruhan atraksi tidak berbayar.

Keluar menuju jalan poros arah Bogor mulai macet. Karena menghemat pengeluaran setelah kaget dengan harga boneka satwa yang kami beli 3 pcs kecil hampir 300 ribu serta jagung rebus, siomay serta cilok nyaris 50 ribu porsi kecil, kami tidak memilih makan di sepanjang jalan ini yang rata-rata rumah makan dan restoran bertarif mahal. Kurasa bekal sisa nasi goreng, kelengkeng, salak, dan apa yang sudah kami beli tadi masih cukup mengganjal perut hingga Bogor.

Sampai di Bogor disambut hujan deras dan (masih) macet. Bersyukur melihat warung tenda sudah berdiri di pukul 15.00. Membeli 3 porsi ayam goreng plus nasi 48.000 saja. Alhamdulillah. Sembari menunggu pesanan jadi browsing dulu penginapan murah.

Ah, lewat 300.000 semua. Akhirnya mencoba terus jalan sambil meraba. Sebelah Yogya Junction rupanya ada wisma syar’i. Mencoba bertanya di tengah gerimis. Alhamdulillah ada kamar double bed 213.000 saja semalam meski tanpa AC. Sampai di kamar lantas sholat, mandi dan makan sekalian untuk malam. Lepas Maghrib ayah dan anak pergi keluar beli martabak San Fransisco dekat penginapan dan air minum. Cukup 50.000 saja. Kudapan sebelum tidur martabak deh. Anak kesenangan lihat TV kabel hingga larut malam. Kartun paw patrol, bebek, dkk menjadi favoritnya.

Pagi hari, belum ada pukul tujuh nasi kuning 2 porsi dan teh manis tersedia di teras kamar. Ini mengingatkanku dengan wisma lilawangsa di Lhokseumawe.

Tepat pukul 09.00 selepas suami lari pagi kami check out. Mampir belanja sebentar di Yogya Junction membeli pisang dan yoghurt serta beberapa jajanan untuk di perjalanan (tentunya keuangan sudah membaik karena berujung ambil tabungan.. wkwk).

Setelah itu tak lupa mencari soto mie bogor. Kami tidak lantas menuju Jakarta, namun keluar di Sentul menuju PMPP. Hendak berfoto disana, di tempat suami dulu pernah pratugas. Alhamdulillah cuaca mendukung. Saat kami mampir sholat barulah hujan turun cukup deras.
Lanjut perjalanan ke Jakarta. Lalu lintas lancar. Mampir di kompleks Halim dekat rumah guna makan nasi padang. Sudah sore pula waktu itu. Lagi-lagi sekalian makan malam. Sampai rumah hampir Maghrib. Disambut air mati (lagi-lagi). Baiklah tak ada kata mandi.

PhotoGrid_1483696948203.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: