Catatan Perjalanan #3

Sabtu pagi, pasca unjuk rasa besar 4-11, suami mendadak harus ke Bogor keperluan dinas kesana. Sedangkan sepupuku sudah berada di kereta menuju Jakarta. Terpaksa meminta bantuan salah seorang anggota suami menjemput dan mengantarnya ke rumah dari stasiun.

Pukul 07.30 WIB sampailah sepupu di rumah. Rencana mau ke Ancol, Kota Tua Jakarta, dan TMII. Namun karena sikon belum memungkinkan kami berdiam di rumah. Suami baru pulang ba’da Dhuhur selepas kami makan siang dan sepupuku tertidur. Sore harinya baru kami mulai jalan, tujuan terdekat ke Plaza Pondok Gede sekalian mengajak Aya main soft play favorit di sana. Karena dekat dengan XXI aku membeli camilan favoritku di cafenya. Meski harganya mahal tapi memang popcorn caramelnya menurutku belum ada tandingan. Biarlah, 40.000 rupiah melayang hanya untuk popcorn ukuran sedang. Hehee…

Adzan Maghrib berkumandang, kami agak kesulitan mencari musholla. Akhirnya setelah tanya-tanya ternyata di area parkir. Kupikir sebuah bangunan musholla layak. Ternyata, hanya teras bangunan yang ditutup triplek yang sempit, pengap dan bau. Hanya bisa berdiri 2 orang berdempetan, berjajar 4 baris ke belakang. Semoga ini bukan musholla utama. Sungguh terlalu bila iya. Masa plaza besar mushollanya tidak seimbang.

Selepas makan, sholat, Aya selesai main, kamipun bergerak pulang. Di perjalanan keluar ide jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Hmm… padahal besok sorenya sepupuku harus boarding pukul 19.00 WIB kembali ke Jogjakarta.

Suami meyakinkan perjalanan lancar karena pagi tadi ia sudah kesana. Memanglah satu jam saja jarak tempuh Jakarta Timur-Bogor via Toll Jagorawi dengan biaya per gate 8.500 plus 6.000 Rupiah kalau tidak macet. Dengan syarat berangkat pukul 03.00 dini hari. Wow…

Jadilah, kami siap pukul 03.30 keesokan paginya dan memulai perjalanan sekira pukul 03.50 WIB. Jalanan sepi, hanya satu dua mobil melintas. Tujuan kami mampir dulu ke pusdikzi, kebetulan suami masih ada tugas di sana. Sampai di lokasi pukul 05.00 WIB. Kami bersegera sholat Subuh dan rehat sampai sekira pukul 07.00 WIB. Kemudian, sementara suami menyelesaikan tugas, aku dan sepupuku berjalan-jalan di car free day (CFD) depan pusdikzi, tak lupa menyempatkan mampir dan berfoto di Museum PETA (Pembela Tanah Air) di area itu. Pukul 09.00 WIB CFD berakhir, kami bersiap menuju kebun raya bogor setelah menyiapkan Aya yang tadinya masih tidur di mess tamu.

Sampai Kebun Raya Bogor belum begitu ramai. Masuk melalui pintu 3 dengan biaya masuk serombongan plus mobil 75.000 rupiah. Karena weekend maka mobil tidak bisa keliling. Parkir di dekat taman anggrek. Jujur ini kali pertama kami kesini, jadi wajar bila buta arah dan bingung mau kemana. Akhirnya mengikuti saja arus rombongan anak-anak sekolah yang entah mau kemana. Luas kebun ini 80 hektare, mustahil bila sempat mengelilingi semua area hanya dengan jalan kaki. Melihat ada jembatan merah, jembatan pertama yang dibuat untuk menyeberangi luasnya sungai Ciliwung di sini. Menyempatkan diri untuk berfoto. Tak jauh dari sana berdiri kokoh pohon berusia 150 tahun. Pohon itu tua dan besar tapi bukan yang tertua dan terbesar. Aku lupa mencatat apa namanya. Hanya saja diyakini menjadi pohon jodoh oleh masyarakat sekitar. Ckckck… banyak pula pohon-pohon berakar unik, bahkan ditumbuhi bunga. Sayangnya, aku sama sekali abai dengan tulisan apa saja nama spesies pohon itu. Sampai ke jembatan putih kami mulai kelelahan. Melihat ada mobil wisata keliling melintas hampir bersamaan dengan seorang prajurit TNI AD yang sedang patroli pengamanan. Jadi kami mencoba bertanya pool mobil wisata itu, dimanakah kami bisa menaikinya. Ia bilang di ujung danau, cukup jauh dari tempat kami berdiri. Ia pun menawarkan boncengan kepadaku karena sedang hamil. Sampai di ujung danau, tepatnya di area Botanical Garden dekat museum Zoologi pool mobil berada. Dan disini ramai sekali. Aku lantas menyadari satu hal. Kami salah arah tadi. Kulihat pemandangan disini elok sekali. Ah, tapi kalau arah sini yang kami tuju kebanyakan hanyalah keindahahan artifisial. Beda dengan yang tadi-tadi kami lihat.

Pohon-pohon besar raksasa berdiri kokoh khas hutan. Tak salah bila kebun raya ini merupakan yang tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Masya Allah. Beberapa bangunan Belanda pun masih tegak berdiri. Beberapa sudah dihancurkan atau direnovasi. Tata letaknya pun elok sekali. Tak heran bila bangunan yang berumur ratusan tahun ini selalu bisa mencuri perhatian pengunjung untuk berfoto di depannya. Sungguh, dahulu Belanda menjajah dengan konsep yang bagus. Bahkan pemerintah masih mempertahankan sisa-sisa jajahan kolonial tersebut. Kupikir, ada pula jasa mereka. Bayangkan bila kita tidak pernah dijajah. Pastilah tata kota sangat berbeda konsep. Subhanallah, bahkan Allah pun merencanakan sedemikian sehingga segala sesuatu yang terjadi ada hikmah yang bisa disyukuri. Bukan oleh yang dijajah dulu, pastinya, tapi kita anak cucu turunan ke sekian sekian. Penjajahan sekarang bukan lagi penjajahan fisik, bukan begitu? Ups, jadi melenceng. Kembali ke kebun raya Bogor.

Setelah aku menunggu sekira 10 menit terdiam di tepi danau, suami, anak dan sepupuku tak kunjung datang satupun. Menyadari bahwa prajurit nge pam tadi tidak kembali menjemput mereka. Wah-wah.. akhirnya aku send location beserta beberapa foto penanda mencolok. Mereka tiba kira-kira 15 menit kemudian dengan nafas ngos-ngosan. Jauh memang. Kalau aku mungkin sudah pingsan kecuali bila sedang tidak berbadan dua. Segera kami ke loket mobil wisata. Biaya 15.000 per orang dewasa, kanak-kanak 10.000 rupiah. Sopir yang membawa mobil menyatakan akan keliling selama 1 jam. Aku mendelik. Nyatanya hanya 15 menit saja selesai. Dimulai dari Taman Mexico yang berisi tanaman kaktus serta kamboja. Hampir semua spesies didatangkan dari Mexico. Kemudian taman Orchid alias Anggrek, lotus terbesar berada di danau dekat sana. Sayangnya mekar hanya di malam hari. Beban 10 kilogram bisa ditampung oleh lotus besar ini lho. Masya Allah…

Berputar lagi, nampak kebun pembibitan dan kultur jaringan yang sayangnya hanya buka di hari kerja. Kebun ini sekarang berada di bawah LIPI dengan fungsi untuk penelitian dan pastinya pengembangan. Lewat pula kami di sungai buatan dulunya tempat penangkaran badak di jaman Belanda. Makanan utamanya pun tumbuh berderet di tepian sungai itu, giant sosis namanya. Ada pula laboratorium tua yang masih tegak dan fungsional, kami pun sempat berfoto di depannya. Hmm… dan banyak lagi taman-taman indah di kebun raya ini. Kami sampai kembali di pool mobil. Setelah minum dan ke toilet, kami pesan lagi tiket mobil wisata hanya untuk ke tempat parkir. Rasanya tak sanggup lagi berjalan.

Waktupun sudah siang. Adzan dhuhur sudah berkumandang. Saatnya keluar dari Bogor agar tidak kena macet. Hendak singgah ke Istana Bogor tapi sekarang tertutup untuk umum dikarenakan presiden beserta keluarga tinggal disana. Hanya bisa melihat istana seluas 35 hektare dengan ratusan rusa dari luar. Lagipula Bogor kota sudah padat. Plat B banyak mendominasi jalanan. Kami pun mengurungkan niat untuk keliling kota dulu. Jelas tidak cukup waktu. Menuju toll jagorawi, mencari tempat singgah untuk makan dan sholat dulu. Ujung-ujungnya ke dekat pusdikzi lagi. Kebetulan juga ada toko oleh-oleh disana. Lapis Bogor 30.000 rupiah dan cookies talas cokelat 30.000 rupiah per item. Kalau di Jakarta harganya 36.000 rupiah, kawan. Hehe…

Memulai perjalanan ke Jakarta pukul 14.00 WIB. Sedikit macet di jalan sehingga pukul 16.00 WIB baru sampai gerbang TMII. Tujuan kami hanya agar terhindar macet parah di pinang ranti, jadi masuk gerbang TMII keluar pintu 2 tembus RS Haji. Macam naik toll sampai Bandung, biaya 40.000 rupiah sekali masuk gerbang. Sampai rumah mandi dan istirahat sejenak. Pukul 17.30 WIB berangkat ke Halim PK. Menemani sepupu makan di resto dalam. Entah kenapa aku masih sangat kenyang. Hanya ikut menghabiskan Tom Yam yang ia pesan. Sampai rumah makan salak dan tidur. Alhamdulillah… atas perjalan hari ini. PhotoGrid_1478522217625.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: