Urutan Menghadap Nikah di Kalangan Prajurit

Bagi para prajurit TNI/Polri menikah bukanlah hal mudah dalam artian administrasinya. Calon istri juga diteliti asal usulnya. Jangan sampai ada unsur PKI mengakar dalam keluarganya, semisal saja. Hal ini bukanlah bertujuan untuk mempersulit, justru sebaliknya. Mempermudah di kemudian hari. TNI/Polri menganut monogami. Sehingga kelak bila ada pernikahan kedua dan seterusnya yanh diakui oleh negara hanya istri yang sah. Bahkan, resiko pecat ada di depan mata.

Menghadap sebelum nikah ini sedikit berbeda antara anggota TNI dan Polri. Dan rasa-rasanya lebih ribet urusannya untuk TNI. Dalam hal ini saya akan sedikit membahas di kalangan TNI AD.

Nikah kantor, begitu istilah lain untuk menghadap nikah di kalangan prajurit. Selain diakui oleh agama, memiliki bukti nikah dari KUA, juga mendapat Surat Ijin Nikah (SIN) dari dinas. Pemberkasan awal untuk melengkapi dokumen-dokumen alias surat-surat adalah ke staf Personalia di satuan calon suami. Adapun surat-surat yang harus diisi antara lain:

1. Surat keterangan belum menikah yang ditandatangani Lurah, Camat dan kepala KUA

2. Surat keterangan asal-usul (Model N2) yang ditandatangani lurah dan camat

3. Surat keterangan tentang orang tua (model N4) yang ditandatangani oleh lurah

4. Surat keterangan untuk kawin (model N1) yang ditandatangani oleh lurah

5. Surat pernyataan kesanggupan calon istri untuk mendampingi prajurit fan mengerti:

-bahwa tugas anggota TNI AD adalah mengabdi kepada nusa, bangsa, dan negara serta alat negara harus tunduk dan taat kepada kedinasannya dan patuh terhadap tata tertib TNI AD

-kewajiban sebagai istri anggota TNI AD

-peraturan perkawinan, perceraian, dan rujuk yang berlaku di lingkungan TNI AD

Surat ini ditandatangani oleh calon istri di atas materai dan ditandatangani pula oleh lurah.

6. Surat persetujuan orangtua/wali

7. Surat permohonan ijin kawin ditandatangani oleh calon suami dan atasannya

8. Surat ketetangan persit

9. Surat keterangan bersih diri (SKBD) ditandatangai muspika (lurah, camat, danramil, kapolsek)

10. Permohonan SKBD oleh atasan prajurit yang mengajukan nikah.

Baiknya kita ambil contoh kasus saja. Misalnya calon suami adalah prajurit dari batalyon maka pemberkasan dimulai dari kompi sebagai satuan terkecil. Lebih tepatnya calon suami akan menghadap Bintara Administrasi alias Bamin. Bila calon suami adalah perwira maka melapor pada Komandan Kompi sebagai ijin pendahuluan kemudian ke Staf 3/Personalia yang ada di Markas Batalyon (Mayon). Bila di satuan lain intinya sama saja. Calon suami akan mencari staf 3/ Personalia. Setelah berkas masuk ke staf 3 dan dilengkapi maka calon suami akan membawa calon istri menghadap ke yang dituakan di satuan. Menghadap maksudnya adalah perkenalan dan orientasi. Bukan sebagai ajang perpeloncoan. Maka, jangan kuatir.

Misal lagi, pangkat calon suami Pratu (Prajurit Satu) dan berdinas di Kompi batalyon X. Kunjungan dilakukan ke yang lebih senior dari suami. Mulai dari yang berpangkat Praka, dst yang sudah menikah sampai ke Danton dan akhirnya Danki. Hal ini dimaksudkan agar calon istri diberikan pembekalan tentang organisasi dan kegiatan Persit di satuan tempatnya kelak akan tinggal. Setelah satu berkas (no.8) ditandatangani oleh Ibu Ketua (Ibu Danki) yang berisi pengesahan bahwa calon tersebut sudah “layak” diterima sebagai anggota Persit baru dan telah diberikan pembekalan awal, maka tahap selanjutnya menghadap ke yang lebih tinggi lagi, Danyon beserta staff. Biasanya, menghadap dilakukan kolektif untuk calon istri anggota dan perorangan untuk calon istri perwira. Pengarahan akan dilakukan oleh ketua-ketua seksi baru kemudian oleh Ibu Ketua (Ibu Danyon). Berkas sepuluh lembar yang tadinya ditandatangani ketua setingkat di bawah akan dibubuhi juga tanda tangan oleh Ibu Ketua setingkat di atas sebagai pengesah utama. Bila telah selesai di tingkat ini maka terakhir adalah di Brigif bila batalyon berada di bawahnya/Korem bila batalyon berada di bawahnya, tergantung pembagian yang ada. Khusus perwira, litpers akan dilanjutkan sampai ke Kodam.

Demikian kira-kira prosesnya hingga terbitlah Surat Ijin Nikah (SIN) atau dikenal juga dengan Surat Ijin Kawin yang nomernya diabadikan di KPI (Kartu Penunjukan Istri). Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: