Hello, I’m Back!!

Tak terasa sudah 4 bulan tak mengacuhkan blog. Namun di sisi lain aku bersyukur Alhamdulillah sudah 4 bulan berlalu. Kali ini aku akan bercerita, tapi maaf saja bila bahasanya kurang tertata begitupun alurnya. Karena usut punya usut mulai Juli lalu aku ketahuan hamil yang berujung “mabuk” sehingga meluluhkan segala aspek hidupku (agak lebay… hehe..). Terasa baru bisa bernafas agak lega setelah melewati minggu ke 12 kehamilan alias lewat trimester 1. Awalnya muntah setiap kali makan (bisa sampai 10-11 kali sehari) kemudian menjadi maksimal hanya 3 kali. Itupun hanya jika kondisi perut kembung atau terjadi distensi perut. Apalagi kalau terpicu asam atau pedas. Dari awal hamil sampai sekarang belum bisa juga makan pedas. Pedas sedikit muntahnya tiga hari tiga malam. Tiap makan muntah begitu seterusnya. Sampai timbul stomatitis (sariawan) di tenggorokan dan lidah karena saking ekstrimnya vomitan melaluinya. Lidah sudah tak jelas bisa merasai apa. Antasid meski sebenarnya dilarang namun aku tak bisa meninggalkan meski hanya separuh tablet sehari. Vitamin baru bisa masuk mulai akhir minggu ke 12. Seiring dengan vitamin bisa masuk, susu khusus ibu hamil yang sebelumnya tidak masalah dikonsumsi jadi menimbulkan begah luar biasa. Buah pun susah masuknya. Enak di lidah tapi ditolak perut. Yang aman selama trimester 1 hanya melon dan di bulan ke 3 tambah mangga manalagi. Namun setelah masuk bulan ke 4 lebih tepatnya 16 minggu, mabuk sudah berlalu. Smeua makanan bisa masuk pun buah-buahan segala rupa. Sekarang, permasalahan yang ada badan makin melar dan terasa sangat mudah capek serta sesak nafas. Yah, semua ada masanya. Tepat ketika badan mulai merasa enak alias hidup kembali, anak pertamaku sakit. Selama 3 minggu berturut ada saja keluhan yang akhirnya berujung demam 7 hari. Mulai tidak mengurus diri. Anak terpenting. Namun aku lupa kalau ada anak keduaku dalam perut. Biarlah dalan penjagaanNya. Hingga begadang sampai anak lepas demam kulakoni dengan doa semoga aku tak lantas ikut sakit. Bagaimana pula bila aku sakit? Kami hanya berdua di rumah kala ayahnya bekerja. Namun aku tetap bersyukur. Bilasaja anakku sakit saat aku masih mabuk-mabuknya apa yang akan terjadi? Mungkin ia pun cukup bersabar menjagaku selama 4 bulan ini. Pertahanan tubuhnya pun ambrol. Giliranku menjaganya. Doa terpanjat, semoga sehat selalu. Sebab, nikmat paling indah dan terbesar adalah kesehatan. Sungguh. Sehat jasmani dan rohani tentunya.

Orang bilang bila kehamilan pertama rewel yang kedua akan lebih enak. Tidak juga bagiku. Keduanya rewel dengan cara masing-masing. Yang pertama dulu mabuknya bertipe tidak doyan makan sampai hipoglikemia, yang sekarang doyan sekali makan tapi dimuntahkan terus.
Dokter memberiku Ondansentron 4 mg 2×1 pada minggu ke 7. Bagiku hanya menghambat muntah sementara, ketika efek obat habis muntahnya menjadi-jadi dan menyakitkan. Di minggu ke 11 akhir dokter menaikkan dosis Ondansentron ke 8 mg 3×1 dengan harapan bisa menekan frekuensi muntah yang tak lazim itu. Padahal sudah kukatakan permasalahan utamaku adalah pada asam lambung yang tinggi sekali bahkan rasanya sampai membakar kerongkongan. Namun ketika mereka tak peduli dan menyepelekan ketergantunganku pada antasid aku jadi mosi tidak percaya dengan para dokter yang telah memeriksaku. Baiklah, aku terapi diri sendiri saja. Dan karena sebenarnya semua adalah masalah hormon jadi hanya waktu yang bisa “mengobati”. Literatur menyatakan morning sickness alias mabuk hamil akan berakhir sekira bulan ke 4. Benar saja, gejala mulai menurun saat memasuki bulan ke 4 atau masuk trimester 2. Namun sekali lagi ketergantunganku pada antasid belum berakhir. Karena sebelum hamil juga tidak bisa jauh dari obat warna hijau itu apalagi saat hamil. Ya, kehamilan dengan riwayat gastritis memang sungguh melelahkan bin membosankan. Aku nyaris putus asa dan ingin mati saja. Tapi aku menemukan sebuah semangat baru lewat tayangan lagu-lagu kenangan dan perlombaan stand up comedy di salah satu stasiun TV swasta. Paling tidak bisa agak menghibur di saat mood ku sedang hancur. Parah lagi aku sedang “jauh” dari Nya. Imanku sedang turun drastis. Entah mengapa rasanya berada di awang-awang. Namun semua juga berangsur kembali normal setelah melewati minggu ke 12. Hanya saja aku masih merasa “jiwaku” belum kembali penuh. Semoga Ia tetap ridho pada diri ini.

Bagaimana dengan perkembangan bayi? Jujur saja sampai 3 bulan kehamilan aku baru 2x ke dokter tanpa bidan sama sekali. Padahal sewaktu anak pertama dulu sebulan 2x periksa. Ke dokter dan ke bidan. Jadi, seharusnya di 3 bulan ini aku seharusnya sudah 6x diperiksa. Baiklah dalam 2 kali periksa dokter menyatakan perkembangan janin baik, sesuai usia. Tahukah kalian apa yang kupikirkan? Bahwa bukan kita yang menentukan anak berkembang baik atau tidak. Murni mereka dalam penjagaan Allah. Nyatanya, giziku buruk sekali dalam 3 bulan pertama. Bahkan tak jarang nge flek kalau kecapean. Tapi nyatanya… ia bisa berkembang baik. Subhanallah… 20160910_204709.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: