Resume: Amelia

Buku terakhir dari tetralogi Serial Anak Mamak. Kebetulan aku baca Eliana yang pertama dan Amelia yang terakhir. Melewatkan Pukat dan Burlian.

Dalam buku ini diceritakan tentang Amelia si anak bungsu beserta konflik yang mendera, harapan dan cita-citanya. Sebagai anak bungsu sesuai adat berlaku adalah menjadi sang penunggu rumah. Kemanapun pergi pasti akan jua diam di kampung halaman. Mengurus orangtua dan rumah peninggalan. Amelia awalnya ingkar. Tetapi setelah melewati berbagai macam peristiwa ia mengakarkan cita-cita untuk memajukan kampung halamannya. Melalui kecintaannya terhadap alam dan pendidikan.

Buku ini mengedepankan nilai-nilai keluarga sederhana namun kuat dalam prinsip termasuk prinsip agama serta pendidikan moral serta formal. Seru dan rindu akan keberadaan keluarga macam itu. Andai saja keluarga Indonesia mayoritas saja seperti itu, yakinlah Indonesia akan maju.

Quotes:
1. Dunia orang dewasa tidak selurus dunia anak-anak yang lima menit bertengkar lima menit kemudian sudah kembali bermain bersama. Kau tahu, dunia orang dewasa bagai sebutir bawang merah, berlapis lapis oleh ego, keras kepala oleh argumen, bertumpuk pembenaran dan hal-hal lain.
2. Air mata dari seorang yang tulus hatinya justru adalah bukti betapa kuat dan kokoh hidupnya.
3. Bersabar adalah usaha terbaik. Kau tetap melakukan apa yang telah kau lakukan selama ini. Terus peduli dan membantu. Cepat atau lambat, keajaiban akan tiba. Dan ketika tiba, bahkan tembok paling keras pun akan runtuh. Batu paling besar pun akan berlubang oleh tetes air hujan kecil yang terus menerus.
4. Sebagian ibu-ibu itu hanya lincah mulutnya, lincah bergunjing. Tapi mamak kau sebaliknya, tangannya lebih lincah bekerja. Semua dikerjakan dengan cepat, teliti, tanpa kesalahan.
5. Hidup ini dipergilirkan satu sama lain. Kadang kita di atas kadang kita di bawah. Kadang kita tertawa, lantas kemudian kita terdiam, bahkan menangis. Itulah kehidupan. Barang siapa yang sabar maka semua bisa dilewati dengan hati lapang.
6. Doa bisa mengubah sesuatu. Doa bisa terwujud menjadi sebuah bala bantuan tidak terbilang yang langsung dikirim dari langit. Doa adalah benteng pertahanan terbaik. Doa juga senjata terbaik bagi setiap muslim. Ucapkanlah Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim “tiada daya dan kekuatan melainkan (atas pertolongan) Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung”. Diucapkan dengan sungguh sungguh maka jadilah kalimat itu sebuah doa terbaik yang ada.
7. Dulu, sekarang dan kapanpun keluarga harus berada di urutan pertama.
8. Sejauh jauhnya kau pergi, setinggi apapun mimpi, kau tetap tidak bisa melupakan hakikat seorang perempuan. Menjadi istri dan ibu.
9. Seorang ibu menyimpan misteri besar dalam hidup ini.
10. Seseorang yang mengerjakan amal, tapi dia tidak tahu tujuannya, tidak paham ilmunya, apalagi hanya mempertututkan tradisi. Maka itu ibarat anak kecil yang disuruh mendirikan rumah. Tak tegak tiangnya. Tak kokoh dindingnya. Jangan tanya daun pintu, jendela dan atapnya sia-sia belaka. Semua orang dituntut belajar, mempelajari apapun yang diperintahkan agama ini. Termasuk memepelajari ilmu yang tak segera diamalkan. Naik haji, misalnya.
11. Ilmu adalah yang mendasari sebuah perbuatan. Ilmu adalah yang menjelaskan secara benar kenapa harus begini kenapa harus begitu. Baik yang tertulis pun lisan. Tidak pantas seorang ditanya kenapa ia sholat lantas jawabnya ikut-ikutan, tradisi.
12. Dalam urusan apapun penting sekali memiliki ilmunya. Maka, anak anak tuntutlah ilmu sejauh mungkin, rengkuh dia dari tempat tempat terjauh pun hanya lewat buku sekalipun, kumpulkan dari sumber terbaik, guru yang tulus, agar terang cahaya kalian, terang oleh ilmu itu. Jangan bosan karena waktu. Jangan menyerah karena keterbatasan. Jangan malu karena ketidaktahuan.
13. Siapapun yang tidak mengambil langkah pertama untuk memulai sesuatu, mengubah sesuatu, maka dia tidak akan pernah melihat hasil sesuatu tersebut. Tidak akan pernah.
14. Bertani adalah proses panjang penuh kesabaran. Petani yang baik adalah yang paling tawakkal dalam tiap urusan.

20160629_073913

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: