Renungan Ramadhan #ekstra

Dumay, dunia maya. Dunia tanpa batas. Dunia ini melingkupi Facebook, Twitter, Instagram, BBM, WA, Line, linkedIn, messenger, dan lain-lain yang jumlahnya banyak bin banget. Disana, berapa jumlah temanmu? Ribuan? Lantas berapa jumlah temanmu secara riil? What? Berbilang puluhan? Bisa dihitung jari? Tidak punya sama sekali? Hmm…

Teman, dalam KBBI diartikan dengan kawan, sahabat, yang menyertai, yang bersama-sama. Contohnya: teman kerja, teman bisnis, teman main, teman hidup, teman di perjalanan, teman tidur, teman cerita, teman sekolah, teman ngaji, teman organisasi, dan banyak lain lain tambahi sendiri.

Teman, yang kumaksud disini adalah dalam definisi sahabat. Teman yang lebih dari teman. Teman yang ada tidak hanya saat hidup kita senang jadi penggembira namun juga saat susah dan terpuruk. Bukan seseorang yang hanya hadir saat butuh saja tapi selalu hadir saat dibutuhkan.
Teman yang ikut sedih saat kamu sedih, senang saat kamu senang. Bukan sedih saat lihat kamu senang dan senang saat kamu sedih. Menjengkelkan sekali poin terakhir itu. Jadi, ada berapa temanmu?

Mengapa akhir-akhir ini semenjak dumay berkembang masif kita malah susah cari teman? Cekakak cekikik di depan layar tapi kikuk di depan orang. Banyak tulisan bertebaran di beranda akun masing-masing tapi nihil kredibilitasnya di sekolah, kantor, kampung, tempat ibadah, organisasi, bahkan jalan umum. Sok peka terhadap masalah sosial yang terjadi tapi nyuekin simbah-simbah mau nyeberang jalan sendiri. Ya Rabb!! Jangan-jangan aku juga demikian? Audzubillah.

Jangan kaget, itu fenomena mau kiamat. Boleh-boleh saja teman dumay banyak, sah-sah saja teman di kampung punya pun tidak. (Lha wong tinggal di perumahan atau nge kos mbak, bukan tinggal di kampung je… #ehh.. )

Jujur, mungkin aku juga demikian. Jago sekali aku nulis ya kan? (Nggak! #ehh.. )
Di pergaulan aku pasif se-pasif-pasifnya. Kenapa? Karena takut diingatkan sama suami. Kalau kumpul jangan pernah bahas orang lain. Ghibah. Wah!! Susah!!
Tapi emang sih dari dulu aku lemah dalam bersosialisasi. (Lemah apanya? Kalau udah ngomong di depan Ibu-ibu bukannya ngga selesai-selesai… #ehh…)
Yaa intinya aku tidak aktif mencari teman dan tidak pula dicari sama teman. Suer dah aku orangnya ngga asik. Ngga suka diajak jalan kalau ngga sama anak, ngga suka diajak makan kalau ngga murah tapi enak, ngga suka nongkrong di mall tanpa tujuan, kudet (kurang update) masalah baju apalagi sepatu, tas cuma punya satu (ransel pula) satunya khusus persit satunya untuk bawa pernak-pernik Aya satunya untuk ke undangan satunya… (lahh banyak… ), ngga hobi nyalon, ngga hobi nonton kecuali dibayarin (colek Eny… hahaahaa), ngga suka ikut arisan (sssttt seumur umur aku slalu lolos untuk ngga ikut arisan… hihihi), hobinya di depan buku sama laptop atau masak yang rasanya ngga enak yang penting Aya doyan. Wes lah ngga asik! Hehehe.. wajar aku ngga punya temen gaul. Dan jujur aku ngga cari. Karena aku hanya menggauli suamiku… #ehhhhhhhhhhhh!!!!

Aku mencari teman-teman sejati yang selalu bisa mengingatkanku kala aku salah, kala aku lalai sholat, kala aku tidak semangat, kala aku jauh dari Nya. Intinya selalu bersedia mengingatkanku dalam kebaikan. Begitupun ia, selalu bersedia kuingatkan. Paling penting pas aku sudah dikafan mau ikut menyolatkan.
2016-06-29 15.20.00
Jadi, siapa yang mau jadi temanku? ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: