Renungan Ramadhan #5

“Ga puasa kok lebaran?” 

Itulah sentilan dari penceramah ba’da Isya pasca taraweh di Musholla Al Mukhlisin semalam. Memang sebuah pemandangan lazim dimana pada sepuluh hari akhir Ramadhan banyak yang berlomba lomba berbelanja untuk berhias atau bepergian untuk “merayakan” hari kemenangan. Mulai dari berjubelnya pasar, pindahnya jamaah taraweh ke Mall maka tak salah ada yang menuliskan zakat Mall bukan zakat Maal yang mereka lakoni itu, dan dimulainya arus mudik.

Pada saat mudik di kampung herannya yang tidak berpuasa Ramadhan ini paling heboh mematut diri, paling merasa menang, dan paling merasa oke. Ini lebaran apa hura-hura sih? Ah yaa mereka berlebaran bukan ber hari raya Iedul Fitri.

Sebaliknya, para pencari malam Lailatul Qadar demi sempurnanya rangkaian ibadah di bulan Ramadhan semakin giat ke Musholla/Masjid, sekadar sholat seperti biasa atau menyempatkan itikaf. Berlomba memberikan zakat maal dan infak. Bersedekah tanpa pamer dan tentunya tanpa dalih amlop’an THR. Semakin menyepi dan berkhalwat dengan Nya, dengan Al Quran. Sedih.. sangat sedih ketika Ramadhan akan berlalu. Cepat sekali. Apakah diri sudah kembali fitri? Itu saja yang menyesakkan sanubari… merasa iman belum jua cukup tinggi dan terus merangsek merayu Nya agar dibukakan hijab guna melihat Nya. Bila Ia tak bergeming cukup saja ridho dari Nya atas diri yang hina. Cukup. Lelehan tangisan mengiring kepergian Ramadhan. Rasa syukur tak berkesudahan dalam sujud 2 rakaat sholat ied karena hatinya “dimenangkan” oleh Allah. Menang karena kembali suci, menang karena mendapat anugerah tertinggi. RidhoNya. Serta dibukanya pintu surga Ar Rayyan.

Indah yang mana? Bermegahan fisik di hari raya idul fitri atau malah menjadi pribadi yang lebih sederhana lagi dimana kemegahan ada dalam hati? Menjadi pribadi yang tidak menghidupkan Ramadhan tapi sok lebaran atau menghidupkan Ramadhan dan betul-betul layak berlebaran?

Silakan memilih jalan kita.. semoga ilustrasi yang kedua adalah kita. Dan bila ada yang nyaris masuk ke ilustrasi pertama masih ada waktu beberapa hari ke depan untuk mengetuk pintu maaf Nya. Aamiin Yaa Rabb… 20160625_110745.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: