Renungan Ramadhan #3

Intro

Bahasan ini mungkin agak sedikit terlalu berat dan serius. Karena jujur saja aku sedang belajar. Belajar mendalami agama dari perspektif yang berbeda dari pelajaran di sekolah. Bila aku kelewat menggurui, maafkan. Sebenarnya apa yang kutulis adalah hal yang kurekam dalam ingatan dari sekian sumber yang beragam. Jadi, inti dari tulisan ini lebih untuk mengingatkanku bukan menggurui pembaca sekalian. Semoga kita semua sepaham, jangan sampai salah paham. Bismillah…

Agama

♡Berasal dari bahasa Sanskerta, a = tidak; gama = kacau, artinya tidak kacau; atau adanya keteraturan dan peraturan untuk mencapai arah atau tujuan tertentu.

♡Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) agama artinya ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

♡Ad din, adalah asal kata agama, artinya menyembah, menundukkan diri, atau memuja. Agama ialah buah atau hasil kepercayaan dalam hati, yaitu ibadah yang terbit lantaran telah ada tekad lebih dahulu, menurut dan patuh karena iman. Maka, bertambah kuat iman bertambah teguh lah agama. Apakah iman itu? Iman artinya percaya, dalam hati, lisan dan perbuatan. Tidak pula disebut iman jika lepas salah satunya. Sabda Nabi Muhammad SAW:

“Iman itu lebih dari 60 ranting, yang paling tinggi ialah kalimat Laa ilaha ilallah dan yang paling rendah ialah membuangkan duri dari tengah jalan” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

♡Pepatah Arab mengatakan, “Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak bersendi runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga binasalah hayat. Karena orang yang terhormat itu, kehormatannya itulah yang melarangnya berbuat jahat!”

Jadi, jelas disini bahwa agama itu ibarat persendian yang menggerakkan badan. Tapi tanpa pengaruh (akal budi) agama itu tiada arti. Camkan ini.

♡Agama juga adalah merupakan produk budaya manusia. Karena produk budaya maka agama di dunia ini pastinya sangat beragam. Terlepas dari agama apa yang paling betul. Karena jelas bahwa tiap-tiap pemeluk agama menganggap agamanya yang paling benar. Kebetulan agamaku Islam maka yang akan kutulis disini ya berkenaan dengan Islam. Jelas, aku akan  menyatakan agamaku paling benar. Namun, bukan berarti semua muslim itu benar. Penilaian benar atau salah tidak bisa dinisbatkan hanya dengan masalah agama yang dianut. Itu mutlak hak Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Sang Maha Pembolak balik hati. Tidak perlu saling merasa benar, yang benar itu saling menghormati. Bukankah jelas dinyatakan dalam Al Quran, lakum diinukum waliyadin? Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Biar pengadilan Allah yang berlaku. Saling syiar agama boleh saja asal tidak memaksa. Begitu saja ya? Enak kan? Pasti damai deh Indonesia… Merdeka!!!!

Dahulu, pemeluk Islam sedikit namun yang beriman banyak. Sekarang, pemeluk Islam banyak namun yang sungguh beriman sedikit. Maka dari itu dalam Al Quran pun seringkali kita temui “yaa ayyuhalladzi naamanu (hai orang orang yang beriman)” bukan menyeru muslimin sekalian. Sedangkan orang beriman pastilah memegang teguh agama dan yang mengaku beragama belum tentu beriman. Hal ini sesuai juga dengan salah satu tanda kiamat. Bahwa beriman menjadi hal ihwal yang sangat berat. Keterangan berikut diambil dari web http://www.fadhilza.com :

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian di waktu sore dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadits) seseorang yang masih beriman di waktu sore, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia “ (HR. Muslim).

Hadits di atas menerangkan kepada kita betapa dahsyat dan hebatnya ujian terhadap iman seseorang di akhir zaman. Seseorang yang beriman di waktu pagi, tiba-tiba dia menjadi kafir di waktu sore. Begitu pula dengan seseorang yang masih beriman di waktu sore. Tiba-tiba besok paginya telah menjadi kafir. Begitu cepat perubahan yang berlaku. Iman yang begitu mahal boleh gugur di dalam godaan satu malam atau satu hari saja, sehingga banyak orang yang menggadaikan imannya karena hanya hendak mendapatkan sedikit harta benda dunia. Audzubillah.

Dari Anas Ra. berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ”Akan datang pada manusia suatu zaman saat itu orang yang berpegang teguh (sabar) di antara mereka kepada agamanya laksana orang yang memegang bara api. (HR. Tirmidzi).

Yang dimaksudkan di sini ialah zaman yang sangat menggugat iman sehingga siapa saja yang hendak mengamalkan ajaran agamanya dia pasti menghadapi kesulitan dan tantangan yang sangat hebat. Kalau dia tidak bersungguh-sungguh, pasti agamanya akan terlepas dari genggamannya. Ini disebabkan keadaan sekelilingnya tidak mendorong untuk menunaikan kewajiban agamanya, bahkan apa yang ada di sekelilingnya mendorong untuk berbuat kemaksiatan yang dapat meruntuhkan aqidah dan keimanan atau paling kurang menyebabkan kefasikan.

Maka syahadat harus selalu didengungkan, shalat ditegakkan, puasa dilakukan, zakat ditunaikan, haji diselenggarakan. Agar tegak selalu diinul Islam.

Nah, akhir jaman. Lagi-lagi kubahas ini. Dimana dunia lebih utama dari agama. MasyaAllah. Semoga aku dan kalian semua yang membaca terhindar dari jaman yang betul-betul akhir (tenang.. ga perlu bilang aamiin biar masuk surga. Surga dan neraka itu urusan Allah bukan urusan Amin ya…hehe). Kalaupun iya kita sampai ke se akhir akhirnya jaman semoga iman tetap bertahta indah di hati sampai roh ditarik kembali.

Yaa muqollib qulub tsabbit qolbi ala diinik. Wahai Maha Pembolak Balik Hati, teguhkanlah hati ini atas agamaMu.

Semoga Allah ridho pada kita, sang penghuni akhir jaman.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: