Renungan Ramadhan #2

Ramadhan itu bulannya Al Quran. Al Quran pertama kali diembankan kepada Malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan. Terlepas dari perselisihan tanggal pastinya, yang jelas di Indonesia mengikuti salah satu pendapat yang ada. Ramadhan ke 17 disepakati sebagai peringatan Nuzulul Quran.

Nuzulul Quran, merupakan sebuah bukti nyata jika diantara Al Quran dan Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang tak dapat dipisahkan sehingga banyak hadits sahih menyatakan bahwa Al Quran adalah akhlaknya Nabi Muhammad SAW. Tak heran pula bila Nabi Muhammad SAW disebut Al Quran berjalan.

Ayat-ayat yang pertama kali turun adalah QS Al Alaq 1-5: Iqra’ (bacalah) dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah mencipta. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan engkaulah Maha Mulia. Dia yang mengajarkan dengan qalam (pena). Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak tahu.

Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa membaca dan menulis diperintah untuk membaca! Meskipun dia tidak pandai menulis, namun ayat-ayat itu akan dibawa langsung oleh Malaikat Jibril kepadanya, diajarkan, sehingga dia dapat menghapalnya di luar kepala, dengan sebab itu akan dapatlah dia membacanya. Allah yang menciptakan semuanya. Sehingga bilamana wahyu-wahyu itu telah turun sempurna kelak, dia akan diberi nama Al Quran. Dan Al Quran itu pun artinya ialah bacaan.

Keistimewaan Allah selanjutnya sebagai kemuliaan Nya yang tertinggi termaktub di ayat ke 4, yaitu diajarkan Nya kepada manusia berbagai ilmu, dibuka Nya berbagai rahasia, diserahkan Nya berbagai kunci untuk pembuka perbendaharaan Allah, yaitu dengan qalam. Dengan pena! Di samping lidah untuk membaca, Allah pun menakdirkan pula bahwa dengan pena ilmu pengetahuan dapat dicatat. Pena itu beku dan kaku, tidak hidup, namun yang dituliskan oleh pena adalah berbagai hal yang dapat difahamkan oleh manusia (Hamka, Tafsir Al Azhar).

Setelah mengetahui ayat pertama yang turun, memahami maknanya bahwa kita harus selalu membaca agar mengerti ilmu-ilmu yang diajarkan oleh Nya, membaca Al Quran sebagai ayat tersurat dan membaca bumi seisinya sebagai ayat tersirat (QS Ali Imran 190-195 — sudah pernah kutulis terpisah), kini saatnya kita mengenal sekilas nama-nama lain Al Quran.

1. Al kitab (buku)

2. Adz Dzikr (pemberi peringatan)

3. Al Furqan (pembeda)

4. At Tanzil (yang diturunkan)

5. 50 nama lainnya: Al Mubîn (Yang Menjelaskan; QS. Ad Dukhan: 2), Al Karîm (Yang Mulia; QS. Al Waqi’ah: 77), Al Kalâm (Perkataan; QS. At Taubah: 6), An Nûr (Cahaya; QS. An Nisa’: 174), Al Hudâ (Petunjuk; QS. Yunus: 57), Ar Rahmah (Kasih Sayang; QS. QS. Yunus: 57), Asy Syifâ’ (Obat; QS. Al Isro’: 82), Al Mau’idhah (Nasehat; QS. Yunus: 57), Al Mubârak (Yang Diberkahi; QS. Al Anbiya’: 50), Al Aliy (Yang Tinggi; QS. Az Zukhruf: 4), Al Hikmah (Himah; QS. Al Qomar: 5), Al Hakîm (Hakim; QS. Yunus: 2), Al Muhaimin (QS. Al Maidah: 48), Al Habl (Ikatan; QS. Ali Imron: 103), Ash Shirâth Mustaqîm (Jalan Yang Lurus; QS. Al An’am: 153), Al Qayyim (Bimbingan yang Lurus; QS. Al Kahfi: 3), Al Qaul (Perkataan; QS. At Thoriq: 13), Al Fashl (Yang Merinci; QS. At Thoriq: 13), An Naba’ al Adhîm (Berita Yang Besar; QS. An Naba’: 2), Ahsanal Hadîts (Perkataan Terbaik; QS. Az Zumar: 23), Al Matsany (Yang Diulang-ulang; QS. Az Zumar: 23), Al Mutasyâbih (Yang Sreupa; QS. Az Zumar: 23), Ar Ruh (Ruh; QS. Asy Syuro: 52), Al Wahyu (Wahyu; QS. Al Anbiya’: 45), Al Araby (Yang Berbahasa Arab; QS. Yusuf: 2), Al Bashâ’ir (Bukti; QS. Al A’rof: 203), Al Bayân (Penjelasan; QS. Ali Imron: 138), Al Ilmu (Ilmu; QS. Al Baqoroh: 145), Al Haq (Kebenaran; QS. Ali Imron: 62), Al Hâdi (Petunjuk; QS. Al Isro’: 9), Al ‘Ajab (Yang Menakjubkan; QS. Al Jin: 1), At Tadzkiroh (Peringatan; QS. Al Haqqoh: 48), Al Urwatul Wutsqâ (Ikatan Yang Kuat; QS. Al Baqoroh: 256), Ash Shidq (Kebenaran; QS. Az Zumar: 33), Al Adl (Keadilan; QS. Al An’am: 115), Al Amr (Perintah; QS. At Tholaq: 5), Al Munâdy (Yang Menyeru; QS. Ali Imron: 193), Al Busyrâ (Kabar Gembira; QS. Al Baqoroh: 97)), Al Majid (Yang Mulia; QS. Al Buruj: 21), Az Zabûr (Zabur; QS. Al Anbiya’: 105), Al Basyir (Pemberi Kabar Gembira; QS. Al Fushilat: 4), An Nadzîr (Pemberi Peringatan; QS. Fushilat: 4), Al Azîz (Yang Mulia; QS. Fushilat: 41), Al Balâgh (Penjelasan; QS. Ibrohim: 52), Al Qashash (Kisah-kisah; QS. Yusuf: 3), Ash Shuhûf (Lembaran-lembaran; QS. ‘Abasa: 13), Al Mukarramah (Yang Dimuliakan; QS. ‘Abasa: 13), Al Marfû’ah (Yang Ditinggikan; QS. ‘Abasa: 14), Al Muthahharah (Yang Disucikan; QS. ‘Abasa: 14). (muslimah.or.id)

Dengan memahami ayat-ayat pertama yang turun serta mengetahui nama-nama lain dari Al Quran, kitab suci kita, semoga kita bisa dengan segenap hati memahami, menerapkan isi dari Kalam Allah tersebut. Menjadikannya akhlak kita, mencintai dan menjaganya sebagaimana surat cinta dari kekasih hati. Selalu rindu untuk membaca dan membaca sampai hafal tiap ayatnya. Teringatnya sebagai pengobat hati pelipur lara. Menjadikannya kawan di setiap kesempatan.

Mari kita senandungkan bersama senandung Al Quran yang artinya:

Ya Allah kasih sayangilah daku
dengan sebab Al Quran ini
Dan jadikanlah Al Quran ini
sebagai pemimpin
sebagai cahaya
sebagai petunjuk
dan sebagai rahmat bagiku
Ya Allah ingatkanlah daku
apa-apa yang aku lupa dalam Al Quran
yang telah Kau jelaskan
dan ajarilah apa-apa yang aku belum mengetahui
Dan kurniakanlah daku
selalu sempat membaca Al Quran
pada malam dan siang hari
Dan jadikanlah Al Quran ini sebagai hujjah bagiku

Semoga.. yaa.. semoga Allah ridho.

Jakarta, 17 Ramadhan 1437 H

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: