Renungan Ramadhan #1

Sudah beberapa tempo aku tidak menulis. Tetiba tiada kata yang bisa digurat. Aku tercekat atas sebuah fakta kiamat sudah dekat.

Dimulai dari membaca dan melihat video postingan di Facebook. Salah satu tanda kiamat adalah benyaknya pena (penulis dan buku-buku tak berbobot) bertebaran. Banyak pula dapat dijumpai perniagaan (HR Ahmad). Namun dari sumber lain menyatakan berbeda perawinya:

Dari Umar bin Tsa’lab r.a. berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sebagian dari tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat adalah tersebarnya (melimpahnya) harta benda dan luasnya perniagaan. Dan pena-pena akan bermunculan yang menunjukkan banyaknya bacaan dan tulisan.” (Riwayat An-Nasa’i). Wallahua’lam bish shawab.

Dalam tulisan ini aku hanya mencoba menggambarkan dua hal itu saja. Lainnya mungkin sudah kelewat nyata terlihat. Dan karena dua hal itu berhubungan dengan aktivitasku tempo belakangan ini.

Banyak pena. Ya, sekarang penulis bukanlah hal yang eksklusif. Menerbitkan buku juga mudah sekali. Dengan self publishing membuat semua orang bisa membuat bukunya sendiri. Terlepas dari terkenal atau tidak, berbobot atau tidak. Pokoknya bisa. Termasuk aku. Aku maju mundur hendak mengirimkan naskah karena itu. Takut saja tulisanku masuk di kategori tak berbobot. Ah, atau aku terlalu banyak pertimbangan dan pemikiran saja? Yang jelas fakta ini benar-benar membuktikan bahwa jadi penulis itu mudah sekali. Semua bisa menulis kan? Media cetak pun juga semakin mudah ditemukan. Bukan hanya satu nama, beribu nama. Kesemuanya menampilkan berita dalam persepsi masing-masing. Entah mana yang mendekati nyata. Ingat trending topic Bu Saeni? Kira-kira itulah arti banyak pena.

Berniaga alias berdagang bukan lagi perkara punya modal bisa menjual. Tak punya modal juga bisa ikut menawarkan jualan. Yang penting terjual. Lepas dari baik buruk mutu jualan. Telah banyak pedagang tak jujur marak ditemui akhir-akhir ini. Lihat saja, bahkan ada yang tega menjual hal yang tak layak jual. Contoh, kosmetik palsu, obat palsu, ponsel curian, ponsel rekondisi, makanan mengandung plastik atau zat kimia berbahaya lain, dan lain sebagainya. Subhanallah. Oleh karena itu, sebelum menjual sesuatu aku pasti mencoba dulu. Sesuatu yang kujual sudah pasti aku pakai juga. Aman dan baik, tawarkan ke yang lain. Begitu saja. Dan yang paling penting harga cicilan dan cash sama. Kalaupun akan membedakan harga maka korting ke pembeli cash agar tidak jatuh riba. Bukankah begitu baiknya? (Tentang riba insyaAllah akan dibahas di kesempatan lain).

Dengan kenyataan itu aku merenung. Terhanyut dalam perenungan dalam hingga inspirasi dan motivasiku menulis tertinggal jauh. Namun, aku tersadar saat membaca beberapa komentar untuk tulisanku. Mereka yang termotivasi atas apa goresan yang kutoreh. Terimakasih. Semoga tulisan-tulisanku bisa diambil manfaatnya. Bila ada yang salah tolong saja tegur aku. Seperti sebelum-sebelumnya. Kekuatan itu kembali menggerakkan tanganku, mengukir memori di blog pribadiku dan finishing naskah-naskahku.

Aku pun masih vakum mempromosikan barang jualan. Bahkan menghentikan salah satu jenisnya. Bukan apa-apa, ini masih Ramadhan. Aku tidak akan mencederai wall Facebook ku dengan promosi-promosi yang bersifat mencari “dunia”. Aku hanya akan memuat hal-hal yang bisa diambil manfaat untuk “akhirat”. Insya Allah.

Dan lagi, aku sedang berusaha menyandarkan usaha ini pada yang Maha Kaya. Tidak mengejar pembeli tapi mengejar manfaat dari transaksi. Manfaat atas nikmatnya bersyukur yang tak akan bisa terganti oleh rejeki “mak byur”. Sedikit dikasih banyak syukur, kalau langsung banyak dikasih takutnya takabur. Sama ketika ramai pasien saat praktek. Allah pula kan yang mengatur. Apa aku promosi? Dan Allah Maha Tahu. Saat pasien mulai mengenal dan cocok dengan terapiku aku harus berhenti. Mungkin agar aku tak kelewat sok pintar sok dibutuhkan. Selalu begitu. Tapi aku menikmatinya. Menikmati saat rehat untuk bisa makin “mendekat”.

Di penghujung pena, aku hanya berharap dua sisi yang aku khawatirkan di atas bukan menjadi penyebabku masuk dalam golongan yang tak mendapat ridho Nya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: