Review : Eliana

Sebenarnya ini kisah seri dari empat buku. Masing-masing buku berjudul nama satu anak mamak. Selain buku Eliana ada Pukat, Burlian, dan Amelia.

Eliana adalah anak pertama mamak dan bapak. Sebagai anak pertama tentu ia diharapkan sekali menjadi panutan adik-adiknya selain membantu mamak menyelenggarakan rumah tangga. Bukan berarti diberi tanggung jawab lebih serta sering disuruh-suruh maka tidak disayang. Justru karena sangat sayang maka diberi kepercayaan lebih.

PhotoGrid_1465607661232

Pesan moral kisah ini selain hal tersebut di atas adalah bahwa kita harus memuliakan ibu, jangan sekalipun membenci, bagaimanapun dia. Karena sedikit saja yang ibu lakukan untuk anak-anaknya belum ada sepersepuluh dari semua pengorbanan, rasa cinta, serta sayangnya yang tercurah. Dan.. hanya Ibu yang rajin memastikan kita baik-baik saja, kita sudah tidur sebelum ia tidur dan bangun paling pagi. Hati-hati sekali jangan sampai anak-anak terbangun.

Pesan moral selanjutnya, jangan percaya dengan selebaran yang menyatakan bila tidak menulis ulang akan celaka, kalau fenomena jaman sekarang yang disuruh broadcast lah, copy paste lah, share lah, dan berbagai hal aneh lainnya termasuk meng-amin-i doa yang diklaim bisa mewujudkan doa. Omong kosong. Percayalah hanya pada yang memberi takdir. Ketika kalian percaya sekali dengan omong kosong itu, justru itu akan terjadi. Karena saking percayanya. Sugesti.

 

Berlatar belakang eloknya hutan bukit barisan di pulau Sumatera dan ekspansi habis-habisan orang kota berduit untuk membabat hutan dijadikan ladang sawit, mengeruk pasir di sungai dan macam-macam perusakan alam lain juga fenomena pencarian batu sungai alias batu giok yang pernah sangat digandrungi dan melejitkan harga hingga awang-awang, kisah ini menceritakan dengan sangat apik –lagi-lagi– kehidupan bersahaja nan sarat makna.

 

Eliana yang pemberani bersama rekan-rekannya berusaha menggagalkan pertambangan pasir yang nyatanya hanya alam yang bisa menggagalkan. Alam jua punya kehendak atas “perintah Nya”. Seharusnya kita bisa bersahabat dengan alam, tidak berbuat kerusakan agar alam selalu memberi manfaat terbaiknya. Nyatanya, manusia memang kelewat serakah. Jadi, biarlah alam melaksanakan seleksi nya.

 

Nice Quotes:

1. Jangan pernah takut pada hal kasat mata di dunia ini. Jangan pernah takut pada sesuatu yang tidak sejati. Takutlah berbuat jahat, mengambil hak orang lain. Takutlah menganiaya, berbohong, mencuri dan merendahkan harga diri.

2. Nasib buruk, nasib baik, mati, kecelakaan, hadiah, rejeki, hanya Allah yang mengatur. Tidak ada satupun makhluk yang berhak ikut campur. Bukan presiden, orangtua, atasan, tetangga, teman, apalagi selembar kertas (identik dengan broadcast di medsos). Takut dan berharaplah pada zat yang paling berhak menerima rasa takut dan pengharapan.

3. Kita berhutang banyak atas siklus air yang baik. Bahkan keberlangsungan seluruh alam tergantung padanya. Maka jangan pernah merusak hutan, menebang pohon, merusak sungai-sungai. Kita jaga keseimbangannya. Jangan melewati batas atau hutan tidak lagi bersahabat.

4. Jika kalian tidak bisa ikut golongan yang memperbaiki maka setidaknya janganlah ikut golongan yang merusak.

5. Hari ini, semua anak remaja ingin cepat pintar. Ingin cepat besar. Ingin cepat semua. Melupakan hakikat proses belajar yang sesungguhnya.

6. Jika alam saja punya aturan main. Punya kaidah yang harus ditaati. Apalagi dalam agama.

7. Ada suatu masa diantara masa-masa. Ada satu musim diantara musim-musim. Saat ketika alam memberikan perlawanan sendiri. Saat ketika hutan, sungai, lembah, membalas sendiri perusaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: