See U Soon Ramadhan

Ramadhan, bulan yang selalu dinantikan. Bagi orang yang baik pemahaman agamanya, dan begitupula sunnah Rasul, Ramadhan adalah sebagai bulan penyuci hati setelah sebelas bulan ibaratnya kita bebas tanpa kontrol. Bulan Ramadhan sebagai sarana latihan menuju tahun ke depannya agar lebih baik lagi.

Ramadhan, bagi kaum kebanyakan sering diidentikkan dengan buka puasa bersama, belanja baju baru dan perlengkapan hari raya, menganggap hari raya adalah hari kebebasan sudah tidak puasa lagi ditandai dengan main mercon di kalangan anak-anak dan remaja yang belum mengerti hakikat, hari raya menjadi momen berkumpul keluarga besar yang lepas itu jarang bertemu. Apakah itu salah? Tidak… tidak salah, hanya saja kurang tepat alias kurang memahami esensi bulan Ramadhan. Apakah aku paham betul dan melaksanakan? Belum juga… makanya kubuat tulisan ini bukan hanya menggurui pembaca namun lebih tepatnya menegur diri sendiri.
Seharusnya, di bulan Ramadhan semuanya dari diri kita meningkat. Ibadah pada Allah meningkat, silaturahmi meningkat, sodaqoh pun infaq meningkat, kesucian hati meningkat, kepedulian terhadap sesama pun iya. Sebaliknya, ujub menurun, riya menghilang, iri dengki menepi, marah musnah, kikir sumingkir, pelit berkelit.

Intinya, kita berlatih mati-matian dan terlahir kembali menjadi pribadi yang baru, dengan hati yang baru. Serupa batu giok yang tuntas digosok. Bersinar dan mengkilat. Bukan baju baru, bukan kendaraan baru, bukan pula rumah baru. Cukup hati yang baru. Hati yang bersih laksana beningnya air. Cukup itu yang kita cari. Sebenarnya tidak usah menunggu Ramadhan kita bisa melakukan itu , tapi Ramadhan adalah bulan istimewa dimana setan dibelenggu, dimana malam 1000 bulan menunggu, dimana maghfirah Allah mendekat tanpa jarak. Seharusnya akan lebih mudah “menempa” hati. Maka, kejarlah itu, wahai diriku dan saudara2ku. Sekali lagi bukan baju baru tapi hati yang “baru”.

Mari kita asah hati kita, kita latih diri kita agar kelak saat Ramadhan berakhir kita bisa menangis haru dan terbuka hijab kita untuk bisa sebenar-benarnya “melihat” Sang Maha Pengampun.

Yaa Rabb mampukan kami… hidayahkan kami iman yang sebenar-benarnya iman.PhotoGrid_1464650895317.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: