Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin (2010)

Ini buku Tere Liye ke enam yang ku publish resume nya. Bukan resume resmi. Hanya versiku saja. Dan… pastinya bukan resume pertama di dunia maya karena banyak fans Bang Tere yang lebih dulu sempat menuliskan resume mereka di diari (blog) pribadi. Tentu, sesuai asumsi masing- masing.

Meski ini novel lama namun keindahan ceritanya tak pernah lekang. Kali ini tentang cinta. Cinta yang tak harus memiliki (bukan kayak A##C2 yang endingnya maksa banget, upss… maaf kiranya diri ini memang amat tidak suka dengan film best selling tickets tersebut, subyektif).

Berawal dari ditemukannya dua anak jalanan, kakak beradik perempuan-laki, berbakat oleh seorang pemuda tampan dan mapan. Mereka mutlak diambil hak asuh oleh sang pemuda, malaikat mereka, setelah ibunya meninggal mendadak karena kanker paru-paru.

Tanpa menyadari, gadis cilik dan sang malaikat penolong saling menyimpan rasa suka. Namun keduanya tidak merasa pantas. Yang pemuda ingkar karena si perempuan masih kecil dan pantaslah jadi adiknya. Sedangkan si perempuan ingkar karena dia merasa tidak layak mencintai “malaikat”. Keputusan sang pemuda untuk melarikan diri dari perasaan itu dengan menikahi gadis lain yang seumuran dengannya fatal sudah akibatnya. Tiada yang bahagia. Di perjalanan waktu, justru si gadis cilik yang “mengalah”.. ia memilih menjadi daun yang gugur ditiup angin.. pasrah jatuh dengan menerima kenyataan, menjadi penengah kekakuan pernikahan laki-laki yang dicintainya dengan istrinya.

Cerita ini sederhana tapi cukup menguras perasaan juga.

— Pesan moral: kalau memang suka tidak usah saling menunggu, lupakan asumsi yg ada, lamar!!! Perkara ditolak atau diterima itu resiko belakangan. Yang penting perasaan jelas, tidak mengambang. Yang kedua, bagi wanita menikahlah dengan lelaki yang mencintaimu lebih dari kau mencintainya agar tiada ruang untuknya mencintai “bayangan”. Terakhir, lepaskan saja kepingan hati cerita masa lalu, rangkai cerita di keping hati yang lain. Sebanyaknya, hingga kepingan yang terlepas tak akan terpasang lagi. Begitupun kasih yang terlanjur tak bisa kau miliki karena ia telah mengikat janji sehidup semati dengan orang lain. Terima saja kenyataan kemudian lepaskan. Karena jelas akan lebih sulit untuk melupakan. Menghapus memori hanya akan menodai dan meninggalkan bekas. Maka, lepaskan seperti daun yang jatuh berguguran. Ia hanya gugur begitu saja. Pasrah. Terbawa tiupan angin. Jauh.

— Quotes

1. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.

2. Kebaikan itu seperti pesawat terbang. Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

3. Kepergian seseorang, sesuatu mengajarkan kita bahwa hidup harus menerima… penerimaan yang indah  bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami… pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.

4. Pria selalu punya ruang tersembunyi di hatinya. Tak ada yang tahu, bahkan percayakah kau, ruang sekecil itu jauh lebih absurd daripada seorang wanita terabsurd sekalipun

5. Menikahlah dengan laki-laki yang mencintaimu, bukan laki-laki yang kau cintai.

6. Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.

7. Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Kecuali cinta itu sendiri.

20160513_060609

Selamat membaca dan berimajinasi seperti apa daun pohon Linden yang jatuh. Hehe…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: