Menikahi Persit

Sepertinya agak janggal bukan membaca judul di atas? Bagi “new comer” mungkin iya… tapi tidak bagi kami yang sudah lama menikah dengan anggota TNI AD.

Menikah dalam definisi menyatukan ikatan lahir dan batin, bergerak bersinergi penuh rasa kekeluargaan dan tanggung jawab pada organisasi serta mencintai sepenuh hati itulah yang ku maksud untuk judul di atas.

Pada saat berkas pengajuan nikah ibu ibu persiapkan, lihatlah ada 1 berkas khusus organisasi yang ber materai dan ibu tanda tangani dengan rasa mantap… pernahkah ibu sekalian pahami pasal-pasal yang mengikat di atasnya? Ya, adalah kesediaan mengikuti kegiatan organisasi.

Ah, malas betul kegiatan. Kegiatan rumah tangga saja tidak selesai selesai apalagi lah mengurus anak, belum lagi lah yang bekerja.

Ibu, pimpinan atas sudah pasti mempertimbangkan hal itu. Kegiatan dimaksudkan agar ibu ibu saling mengenal, saling bertegur sapa, bersosialisasi dan menyalurkan tenaga serta hobi. Ada olahraga, kesenian, dan sebagainya. Agar ibu tidak bosan dengan rutinitas harian di rumah. Apabila memang berhalangan bukankah ijin diperbolehkan? Asal ada komunikasi saya rasa tidak akan ada masalah/teguran. Dengan catatan pula ibu sudah ada niatan, keinginan untuk selalu hadir. Atasan bisa menilai ibu yang benar berhalangan atau hanya malas saja. Bedakan ya…

Kemudian kegiatan di kepengurusan serta kader untuk Posyandu saya rasa itu sangat menyenangkan. Sembari berorganisasi kita juga bisa menambah ilmu baru, menjalin tali kekeluargaan dan pastinya bisa dekat dengan atasan. Tentunya, nilai plus untuk ibu ibu.

Aktif dalam kegiatan dan kepengurusan bukan berarti harus melupakan keluarga sendiri apalagi suami. Anggap persit adalah pekerjaan ibu ibu… keluarga kedua ibu di perantauan atau paling tidak anggaplah kami tetangga. Maka, hiduplah berdampingan sewajarnya tetangga. Hormat menghormati, tenggang rasa, sayang menyayangi selayaknya hidup biasa. Yang membedakan hanyalah bahwa kita disini “dipaksa” bertemu karena kerelaan ibu menikah dengan anggota TNI AD.

Kemudian, jaga baik baik nama persit yang sudah ibu sandang sejak menikah. Ada apa apa dengan persit kena lah karier suami, namun baiknya persit tidak lantas membuat karier suami melejit. Hanya saja menjadi pertimbangan komando atas bila suami baik dan istri di persit juga aktif.

Demikian kiranya, menikahi anggota TNI AD juga berarti “menikahi” organisasi pendamping TNI AD, Persit Kartika Chandra Kirana.

Selamat bergabung, selamat berkarya penuh cinta dan kasih sayang serta mengabdi sepenuh hati. Semoga Allah meridhoi.

(Bila ada pertanyaan disilakan, dengan senang hati akan menanggapi)

8 Comments (+add yours?)

  1. Mitha Ye Es
    Feb 01, 2016 @ 17:13:35

    terima kasih kak info nya ^^ sy mau tny2 sama kk enaknya lewat apa ya kak?πŸ™‚

    Reply

  2. virlani
    Feb 05, 2016 @ 03:52:43

    tulisannya sangat menginspirasi.

    Reply

  3. deka
    Feb 05, 2016 @ 04:49:38

    saya juga mau tanya2 bisa mba ayu?

    Reply

  4. Tami agung
    Feb 08, 2016 @ 19:11:17

    Inti ya family is number one.. Kegiatan bisa di menyesuaikan dgn membagi waktu dgn baik antara keluarga dan organisasi dan pekerjaan kantor . Insya allah jika semua bisa sejalan semua akan terasa ringan.. Tdk ada beban ..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: