memory in NAD

Takut, mungkin itulah yang pertama kali terlintas di benak ketika mendengar kata Aceh. Betapa tidak, faktor keamanan karena gerakan aceh merdeka belumlah surut betul. Tahun 2011 adalah tahun pertamaku menginjakkan kaki ke bumi Nangroe. Panas, kesan keduaku. Betapa tidak, atap kebanyakan bangunan tersusun dari seng dan asbes. Serasa memantulkan panas. Genteng tanah liat tidak dapat dijumpai di sini.

Tahun pertama menikah hanya sesekali aku berada di tanah rencong. Awal tahun 2012 aku baru pindah mengikuti suami, tepatnya di markas batalyon 111 Tualang Cut, Aceh Tamiang. Suku yang ada di daerah ini kebanyakan suku Melayu, Batak, Cina dan Jawa transmigran. Kehidupan di batalyon sebagai istri tentara tentulah penuh dinamika yang tidak akan bisa dijumpai di kehidupan sipil. Seru, asyik, menegangkan, takut, suka dan tidak suka bercampur aduk menjadi suatu sensasi yang harus dinikmati. Tidak lama disana, akhir tahun 2012 aku pulang ke Jawa karena sedang hamil sedangkan suami dinas ke Lebanon. Akhir tahun 2013 kembali ke Aceh tepatnya di Peudawa Rayeuk, Aceh Timur. Disini, suku Aceh mulai banyak dijumpai. Belum pandai juga aku memahami bahasa Aceh. Tiap kali bertransaksi di pajak (pasar) hanya tunjuk dan angguk-angguk. Lebih seringnya menitip belanjaan sama orang daripada tidak bisa menawar harga. Peudawa adalah daerah tepi pantai. Banyak pohon kelapa di area kompi. Sepuluh menit berkendara sudah sampai pantai. Sayang disayang tidak dirawat. Banyak sampah berserakan, taik (kotoran) lembu dan sapi bertebaran. Tidak dikelola karena khawatir jadi tempat berkhalwat. Nah, tapi tanpa dikelola malah banyak yang berkhalwat diam diam. Nyatanya, tetap saja banyak sampah bekas jajanan. Wallahua’lam.

Tujuh bulan kemudian kami bergeser ke desa Paya Bakong, Aceh Utara. Disini adalah markas ex combatan GAM. Bireun, Pidie, dan beberapa daerah sekitar adalah lokasi rawan konflik. Meski perdamaian sudah tercipta tetap saja masyarakat masih was was dengan keberadaan mereka. Sejatinya masyarakat Aceh inginkan perdamaian yang nyata.

Tak disangka wilayah ini adalah lokasi dinas terakhir suami di Aceh.

Kenangan di Aceh tidak akan kulupakan. Ibu-ibu yang pernah menjadi anggotaku semasa di kepengurusan cabang, dan dua tahun menjabat ketua ranting di 2 kompi berbeda, kalian semua membuat hidupku nano-nano. Para rekan istri-istri se letting, kalian selalu menjadi tempat curahan hati baik tawa maupun tangis. Para adik-adikku berilah tauladan yang lebih baik lagi. Yang pasti dan utama ijin kepada Mba-mbaku yang pernah bersama-sama  berdinas di yonif 111 kalian semua adalah inspirasi untukku.

Belum lagi kenangan makanan khas Aceh yang cuma enak kalau dimakan di Aceh. Dan pertama kali makan bikin diare ga berhenti henti karena pedas dan rempah yang menggigit. Mie Kepiting, gulai ikan khas Aceh, kuah plie, asam keueung, kue timpan buatan Bu Dedi kompi B, kateringan Bu Asep dan Bu Nawi semasa di kompi E, lontong sayur ala dapur kompi E, mie kocok ala bu Heru kompi E, rica-rica ala bu Noverlan yang gaaa bisaaa akuu masaakknyaaa… sajian sayur pelepah pisang dan gulai kambing di pesta-pesta nikahan yang selalu sukses membuatku pusing dan mual namun selalu juga nagih untuk diulang.

Belanja di Suzuya sampai poin banyak melimpah ujung-ujungnya dikasih ke ibu-ibu.

Naek reo (truk tentara), OZ kalau tanding volley atau pergi ke batalyon yang pastinya sukses membuat pantat sakit dan kesemutan. Tapi itu semuanya amat sangat seru. Belum lagi keseruan makan-makan bareng, rujakan di bawah pohon sawit saat di kompi B.

Pengalaman pesiar ke Banda Aceh, Sabang, Takengon bersama teman-teman 1 letting. Tidak akan terlupakan.

Goodbye, Aceh loen sayang.

I will be missing that moments..

Saatnya mengukir kenangan baru di pulau Borneo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: