kamu.. kamu.. kamu cantik.. cantik.. cantik…

Kecantikan yang hakiki tersembunyi di dalam hati. Dilahirkan melalui mulianya akhlak terpuji. Parasnya bercahaya oleh pancaran nur Illahi. Sedangkan kecantikan yang “semu” adalah kecantikan hasil olah indera manusia. Subyektif. Dinilai secara lahiriyah, hanya karena fisik yang sempurna atau riasan yang pas di mata. Secara lahiriyah, wanita disebut cantik jika mampu memikat indera mata.

Akhir-akhir ini bukan hanya make up dan perawatan wajah yang digunakan untuk mempercantik diri, namun juga berbagai jenis “permak” wajah. Mulai dari memanipulasi alis mata (dicabut sebagian atau seluruhnya, disulam, di tattoo), mem veneer (mengikir) gigi, hingga operasi plastik. Masya Allah.

Padahal jelas hukumnya bagi permak wajah adalah termasuk merubah ciptaan Nya. Merubah ciptaan Nya dilarang oleh Allah. Seperti tersirat dalam kitab Nya, QS An Nisa ayat 119.

Berhias itu boleh, untuk suami atau untuk keperluan aktualisasi diri keluar atas ijin suami. Tentunya dengan syarat tidak berlebihan demi menjaga kehormatan suami. Pastilah suami malu kalau “dibawa” keluar kita tidak bisa memantaskan diri (dandan). Namun suami juga pasti malu kalau dandan nya berlebihan bak ondel-ondel salah jalan. Jadilah wanita yang sederhana namun elegan. Terpancarlah wibawa dan aura kebijaksanaan bila kita tidak berlebihan dalam membawa diri. Bukankah Islam tidak menyukai hal yang berlebihan? Bukankah Allah membenci manusia yang berlebihan?

Menilik peribahasa jawa ajining diri dumunung ana ing lathi, ajining raga ana ing busana (kepribadian yang murni ada dalam ucapan/kata, cerminnya terwujud dalam cara berpakaian/berpenampilan). Jelas disini bahwa kecantikan hakiki terpancar dari akhlak berucap-bersikap dan kecantikan ragawi dari cara berpenampilan. Berpenampilan bisa tampak dari pakaian yang kita pilih untuk kenakan juga dari cara kita merawat badan. Untuk wanita, merawat badan terlebih wajah sudah sangat populer.

Islam tidak melarang perawatan wajah. Hal yang dilarang sudah disinggung di atas. Akan lebih baik jika perawatan wajah/badan bisa dilakukan sendiri saat waktu luang kita di rumah. Dan pastinya jauh lebih baik lagi bila bahan-bahan yang digunakan dari bahan alami. Selain mudah didapat juga diakui kehalalannya.

Berikut beberapa bahan alami untuk  memanjakan kulit wajah:

1. Mentimun

Buah/sayur ini istimewa karena disebut dalam Al Quran tepatnya pada surat Al Baqarah ayat 61. Rasulullah juga gemar memakan mentimun (HR Bukhari). Setelah diteliti ternyata selain menyegarkan mentimun memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan jantung hingga ginjal. Begitupula efeknya untuk wajah. Cukup iris tipis-tipis buah mentimun dan tempelkan pada wajah diamkan 15-20 menit sambil berbaring. Akan lebih syahdu lagi bila ditemani musik klasik, langgam Jawa atau lantunan tilawah. So refreshing.

 2. Pepaya

Buah ini juga istimewa. Ia terkenal sebagai buah yang baik untuk pencernaan. Usus menjadi baik motilitasnya setelah makan pepaya. Oleh karena itu pepaya identik sebagai buah pencahar dan detoksifikasi usus. Buah ini juga kaya akan vitamin selain sifatnya yang menyegarkan. Maka, baik pula sekiranya bila digunakan sebagai masker. Hancurkan pepaya dengan blender, saring ampasnya kemudian balurkan sari pepaya ke seluruh wajah. Diamkan 10-15 menit. So relaxing. 

3. Beras

Kandungan vitamin B nya yang tinggi menyebabkan beras (tanpa pengawet) memiliki khasiat memutihkan kulit. Kandungan vitamin C dan E yang tinggi juga membuat beras berdaya antioksidan sehingga mencegah pengeriputan kulit, mengurangi jerawat dan sebagai scrub alami. Caranya mudah yaitu siapkan beras untuk direndam terlebih dahulu semalaman. Keesokan harinya haluskan beras dengan ditumbuk. Setelah beras berubah tekstur menjadi lembut jemurlah bubuk beras di bawah sinar matahari. Jika sudah kering betul, angkat dan simpan pada wadah tertutup (inget ngga sih bedak beras jaman dulu?).

Ketika ingin menggunakannya ambillah 2 sendok makan tepung beras ini untuk dicampurkan dengan 2 sendok makan madu dan minyak zaitun secukupnya. Aduk-aduk hingga mengental dan berubah menjadi pasta. Aplikasikan ke wajah sebagai masker, tunggu hingga mengering 20-30 menit. Bilas dengan air bersih dan tissue kering. So energizing. 

4. Habbatus sauda

Nah, yang satu ini sebaiknya diminum saja ya. Butir-butir hitam habbatus sauda seringkali sudah dikemas dalam kapsul dan kita tinggal minum saja. Khasiatnya tidak usah diragukan lagi. Obat dari segala penyakit kecuali mati ada dalam biji ini.

Imam Bukhori meriwayatkan hadist dari Aisyah R.A bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda;

” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali saam. Aku bertanya, “Apakah saam itu?”. Beliau menjawab, “Kematian.”

Dalam riwayat Muslim:

“Tidak ada suatu penyakit, kecuali penyembuhannya ada didalam Habbatus Sauda.”

Selagi untuk menyembuhkan saja bisa maka untuk menjaga diri dari penyakit juga bisa dong pastinya… termasuk memelihara/menjaga kesehatan kulit. Habbatus sauda juga baik dikonsumsi bersama madu. Madu termasuk juga obat segala penyakit ala Nabi. So surprising.

Demikian kiranya sebagian dari banyak cara alami dan hemat dalam merawat kecantikan lahiriyah. Ingat pula bahwa “kamu cantik cantik dari hatimu…”. Semoga bermanfaat. Silakan dipraktekkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: