Esensi Qurban

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa illa ha ilallahu Allahu Akbar… Allahu Akbar wa lilla hilhamd…

Alhamdulillah masih disampaikan umur kepada hari raya qurban tahun ini. Hari Raya yang bertepatan dengan terhelatnya puncak ibadah haji. Begitu besar makna yang bisa kita ambil dari 10 Dzulhijah ini. Selain karena ibadah haji juga karena esensi qurban itu sendiri. Semoga disampaikan umur dan kesempatan untuk menjadi tamu Allah (dulunya ingin sekali sebagai TKHI namun pupus perlahan….).

Adapun surat dalam Al Quran yang memuat masalah ini antara lain:

A. Nikmat yang berlimpah (Al-Kautsar)

*Al Kautsar juga ditafsirkan sebagai sungai yang mengalir di surga*

1 – Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) nikmat yang banyak.

2 – Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.

3 – Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari Rahmat Allah)

Notes dari tafsir Ibnu Katsir: yang dimaksud berkurban di sini ialah menyembelih hewan kurban dan mensyukuri nikmat Allah. Disebutkan secara khusus shalat dan kurban karena keduanya termasuk ibadah yang paling utama dan pendekatan diri yang paling mulia. Di samping itu, karena dalam shalat terdapat ketundukan hati dan anggota badan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan mengalihkannya kepada ibadah-ibadah lainnya, sedangkan dalam kurban terdapat pendekatan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dengan hewan kurban yang terbaik miliknya dan mengeluarkan harta yang dicintainya.

B. Barisan-barisan (Aş-Şāffāt)

Dalam surat ini diceritakan dalam beberapa ayat kisah asal usul kurban.

99 – Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

100 – Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

101 – Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar (Ismail)

102 – Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

103 – Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

104 – Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,

105 – sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik

106 – Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

107 – Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

108 – Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

109 – (yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

110 – Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik

111 – Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Dari peristiwa tersebut hikmah/makna yang bisa kita ambil adalah bahwa kita harus selalu meningkatkan takwa (menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya). Pembuktian takwa antara lain adalah dengan mendirikan sholat dan melaksanakan kurban. Selepas 10 Dzulhijah “kurban” yang bisa dilakukan adalah kurban perasaan (ups salah ya.. sok alay banget sih yaaa). “Kurban” harta benda dan tenaga. Bisa dalam bentuk sedekah, infaq, wakaf, hibah dan bentuk-bentuk pemberian lain yang “fi sabilillah” (di jalan Allah). Apa maksudnya? Yang pasti bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat dalam beribadah. Eits bukan hanya hubungannya dengan masjid dan musholla ya namanya ibadah itu. Kan bekerja juga ibadah, tidur juga bisa jadi ibadah. Memberi hal apapun yang mendukung hidup manusia dalam “beribadah” itu juga ibadah tersendiri.

Diciptakannya jin dan manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah. Jadi segala macam tingkah polahnya haruslah bernafaskan ibadah. Gimana coba? Ya dalam melakukan segala sesuatu (yang baik dan halal) diniatkan lillahi ta’ala. Bismillah. Jadi, misal mau mencuri, minum alkohol, narkoba? (Kalau sempat baca pasti ga jadi melakukan alias insyaf. Hehe..)

Demikian kiranya, semoga keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail merasuk dalam diri kita. Kemudian semoga Allah mengumpulkan kita dalam golongan orang yang bertakwa. Aamiin yaa Rabb.

2 Comments (+add yours?)

  1. Ririn Amelia D
    Sep 11, 2016 @ 22:48:36

    Seneng deh rasanya baca tulisan2 mba^^ hehe.
    Ohya emg btul mba, “Jiwa Ibadah”, yg paling utama adalah niat karna Allah SWT.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: