Sabar Subur

Sabar itu ulah hati. Rasa sabar tiada berbatas. Sampai batas ditentukan berarti hatinya tidak sabar.

sabar/sa·bar/ a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: ia menerima nasibnya dng –; hidup ini dihadapinya dng –; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu:segala usahanya dijalankannya dng –;

          Intinya sabar itu tahan. Lebih tepatnya bisa menahan nafsu. Nafsu akan menjadi benalu bagi hati jika berlebihan. Makanya harus ditahan. Nafsu apapun itu. Nafsu berhubungan juga dengan emosi. Bukankah benar musuh utama manusia adalah nafsu diri sendiri? Bukankah benar orang yang cerdas emosi bisa mengendalikan nafsunya? Bukankah benar jika nafsu terkendali maka jadilah sabar di hati?

         Sepertinya aku bukan tipikal orang yang sabar. Yuk ah belajar sabar.

        Man shabara zhafara, barang siapa yang bersabar, ia akan sukses. Hal ini bisa dikaitkan bahwa orang yang sukses dalam hidupnya adalah orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi atau orang-orang yang sabar. Kecerdasan emosional bisa dibentuk dengan melatih kesabaran dan tekun dalam menempuh perjalanan sabar. Seperti itulah seorang sufi yang menempuh perjalanan menuju Allah. Ia tempuh berbagai bencana tetapi ia tetap sabar.

        Orang-orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang sabar dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan. Ia tabah dalam mengejar tujuannya. Orang-orang yang bersabar menurut Al-Quran akan diberi pahala berlipat ganda di dunia dan akhirat: Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat (juga hidayah) dari Allah dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. Al-Baqarah 157).

Sabar sendiri ada 3 jenis:

1. Sabar dalam menghadapi musibah.

2. Sabar dalam melakukan ibadah.

3. Sabar dalam menahan diri untuk tidak melakukan maksiat.

Sabar dalam menghadapi musibah pahalanya besar. Bahkan menurut Al-Quran, pahalanya diberikan tanpa perhitungan: Allah beri pahala kepadanya tanpa perhitungan (Az-Zumar 10). Sabar dalam menjalankan ibadah pahalanya lebih besar daripada sabar dalam menghadapi musibah. Dan sabar dalam menahan diri akan melakukan maksiat pahalanya jauh jauh lebih besar daripada dua jenis sabar yang lainnya.

Lalu, bagaimana caranya? Berikut kiranya yang saya rangkum dari berbagai sumber:

1. Bernapas dalam-dalam saat ada hal yang membuat emosi naik atau nafsu memuncak. Lakukan beberapa kali. Misal: terjebak macet, anak rewel saat pekerjaan menumpuk, saat di toko banyak barang bagus menggiurkan hati dengan embel-embel “sale

2. Tersenyum di depan kaca saat emosi akan terluap tidak pada tempatnya atau berlebihan. Dijamin yang ada malah tertawa karena lucunya wajah kita saat itu (terkadang menertawakan diri sendiri adalah terapi agar tidak terlampau tinggi hati)

3. Terapi diri dengan meditasi (merenung), berdoa, mendengarkan musik, membaca Al Quran (bisa juga mendengarkan lantunan murottal/tilawah) atau hal lain yang menenangkan hati (subyektif)

4. Mencari pengalihan penyaluran. Misal: emosi memuncak pengen nonjok orang yaa tonjok aja bantal atau apalah yang tidak merugikan asal jangan nonjok dinding atau kaca yaa.

5. Jangan dengarkan bisikan setan, pertajam bisikan malaikat. Melambatkan irama bicara juga bisa lho untuk mengerem bisikan2 tak baik sehingga nafsu tak baik pun ikut direm.

6. Tunda respon terhadap masalah. Karena tidak semua hal bisa di respon secara spontan, terutama masalah yang menyangkut hubungan antarmanusia. Beneran deh dengan mendiamkan masalah itu bisa membuat kita lebih tenang dan hasilnya lebih baik. Bukankah Islam juga mengajarkan untuk tidak terburu-buru? Bukankah terburu-buru itu sifat setan?

7. Tawakkal alias berserah pada Allah. Ini adalah kunci dari semuanya.

Orang beriman itu menegakkan sholat dan meneguhkan hati untuk bersabar. Karena hanya dengan sholat dan sabar kita akan bisa selamat dunia akhirat. Ridhollah… Amiin.

Akhirnya, sabar itu kata yang mudah untuk diucapkan. Akan tetapi prakteknya susah untuk dijalankan. Walaupun begitu bila ada NIAT kuat tak ada yang tak mungkin. Where there is a will there is a way.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: