Allah… Allah lagi… Allah terus…

Allahu Akbar… Laa illa ha ilallah…

Sekiranya dua kalimat tersebut sudah sangat mewakili betapa Allah itu tiada tandingannya… betapa Allah itu sungguh berkuasa atas segala apa yang ada.

Namanya Pencipta pastilah yang menguasai segala sesuatu yang diciptakan. Bahkan, lebih tahu daripada diri yang diciptakan sendiri.

Sebuah contoh yang sebenarnya bukan tandingan tapi bisa jadi bahan untuk bertafakkur (berpikir). Manusia membuat boneka, perabot, mobil, dll. Pastilah manusia yang lebih tahu kekurangan dan kelebihan hasil buatannya. Namun, hanya beberapa manusia yang memiliki keahlian di bidangnya saja yang tahu. Itupun takdirnya terhadap apa yang dibuat dalam genggaman Yang Maha Pencipta. Manusia mah bukan apa-apa, hanya lantaran pembuatan saja. Jelas beda sama Allah Yang Maha Tahu.

Kalau dalam hati dan pikiran kita meyakini Allah itu Maha Besar dan tiada Tuhan selain Allah maka konsekuensinya kita tidak boleh takut terhadap apa-apa selain Allah (termasuk takut miskin, takut mati dst)… tidak boleh meminta-minta pada siapa-siapa selain Allah (minta kaya, minta dikasihani, dst).

Memang saya juga dalam proses untuk betul-betul “sumeleh” (bahasa Jawa untuk ridho akan ketetapan Nya) kadang juga masih lupa dan khilaf. Namanya juga manusia bukan? Namun keinginan hati untuk berbagi tiada bisa dibendung lagi.

Begini saudara sekalian, pernahkah inginkan sesuatu termasuk hal sepele saja dan hanya bisa membatin? Akhir-akhir ini saya suka sekali membatin (eitsss bukan ilmu kebatinan loh). Dan tahukah bahwa “batin” kita itu adalah dialog sama Allah?

Awalnya saya juga tidak percaya. Prosesnya juga tidak instan. Asal tekun berma’rifat juga insya Allah bisa. Syaratnya hanya satu. Bersihkan hati dari segala macam “kotoran”. Berpikir buruk atau negatif saja sudah kotoran bagi hati. Caranya bagaimana biar hati bersih? Banyak teori tentang itu. Tapi bagi saya banyak banyak istighfar adalah trik paling jitu. Kalau bisa di setiap desah nafas, di setiap degup jantung sebutlah asma Allah. Bagai orang yang lagi kasmaran yang di pikiran kan pasti pasangannya. Nah ini lebih nikmat lagi karena gerak hati yang melakukan. Pikiran boleh kemana-mana (lagi mikir kerjaan misalnya) tapi hati teruuuss aja berdzikir. Saya pribadi juga masih belajar. Masih berusaha beristiqomah. Semoga Allah ridho.

Suatu saat saya “iseng” mencoba. Hal sepele. Dalam hati saya ingin makan mie jowo malam-malam tapi saya tidak bisa beli sendiri. Beberapa saat kemudian ada saudara datang dan bilang mau dibelikan apa? Subhanallah… dari situ saya berpikir apa iya gara-gara mem batin saja atau hanya kebetulan?

Saya jadi lebih suka mem batin lagi. Suatu saat saya ingin nginap di hotel murah tapi fasilitas ada bak nya lah minimal buat cuci baju syukur jika bisa buat si kecil nyebur (sepele banget bukan?). Dan benar saja saat cari hotel saat weekend di kota besar bahkan yang sudah di booking pun (tanpa tahu fasilitasnya) dipersulit dan intinya mahal sekali bahkan untuk fasilitas biasa. Saat itu saya sama sekali tidak menyampaikan keinginan saya di tiap receptionist hotel. Pada akhirnya dapat juga hotel tarif murah, dekat sama Mall besar, dan…. ada bak nya kecil di bawah shower benar-benar sesuai harapan. Makanan nya pun standar warung sekali. Bukan standar hotel. Tapi rasanya tidak kalah nikmat. Alhamdulillah.

Semakin yakin bahwa Allah Maha Mendengar. Selanjutnya saya membatin. Saya utarakan juga keinginan saya di status social media hanya untuk tahu berapa jarak bila naik kendaraan umum. Aku ingin hadir di majelis ilmu yang besar. Benar saja. Teman menghubungi dan bilang akan menemaniku bahkan dijemputnya dulu. Subhanallah.

Selanjutnya aku mem batin. Saat di kereta biar ngga bosan seru juga kalau teman 1 gerbong ada anak seumuran si kecil. Benar saja! Sepanjang perjalanan si kecil main sama teman barunya. Subhanallah.

Hmm.. pasti kalian berpikir… idih cuma hal hal sepele aja kok… coba hal besar?

Allah itu memikirkan hal kita dari hal yang sangat kecil. Sepele.

Kalau kita bisa mensyukuri nikmat yang kecil kecil niscaya Allah akan menambah nikmat Nya untuk kita.

Sadarkah saudara bahwa kesehatan merupakan nikmat yang luar biasa? Nikmat iman dan kedekatan dengan Allah tiada tandingannya.

Besar atau kecil itu penilaian kita. Pantas atau tidak untuk kita itu penilaian Allah. Bisa jadi menginginkan hal “besar” misal pergi haji atau punya anak atau punya rumah atau punya mobil dll yang bersifat materi kata Allah kita belum pantas. Maka teruslah membatin pada Allah. Allah lagi… Allah terus. Tiada guna berkeluh kesah pada manusia. Toh dia juga hamba Allah. Sama. Dengan meyakini ini bila apa yang kita batin, yang kita doakan tidak dijawab oleh Allah ya berarti kita belum pantas. Marilah kita “pantaskan” diri dahulu.

Ingat, segala sesuatu di dunia ini adalah titipan yang akan dimintai pertanggung jawabannya. Makin kaya makin lama besok di pengadilan Allah. Buat apa kekayaannya. Buat berjuang di jalan Allah kah? Atau cuma ditimbun untuk dipamerkan? Hati-hati.

Begitu juga semakin banyak istri, anak, dst yang di bawah tanggungan maka semakin berat juga hisab nya. Sudahkah mereka semua bertakwa pada Allah? Atau malah jadi beban pemberat timbangan kiri? Masya Allah.. audzubillah hi mindzalik.

Marilah kita tata niat kita, selalu bersihkan hati kita… namanya iman juga pasti naik turun. Oleh karena itu rajin-rajinlah mengasah iman. Rajin-rajinlah mengingati Nya. Allah lagi.. Allah terus… Bukan ingat materi keduniaan saja.

Percayalah, bila Allah ada di hatimu dan Ia ridho terhadapmu maka dunia ada dalam genggamanmu. Tapi di saat titik itu saudara dapatkan maka dunia tidak lagi menjadi harapan. Betapa nikmatnya. Allah.. Allah lagi… Allah terus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: