Buku Panduan Menghadap… (untuk calon anggota Persit KCK)

Assalammualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur penulis panjatkan atas terselesaikannya buku panduan bagi calon anggota Persit Kartika Chandra Kirana ini. Buku ini jauh dari sempurna dan bukan merupakan buku pokok organisasi. Buku ini hanyalah pengantar bagi ibu-ibu sekalian sebagai calon anggota Persit agar ke depannya memiliki gambaran untuk bisa mengerti sedikit demi sedikit dan akhirnya memahami inti dari organisasi Persit KCK sehingga bisa menyatu dan menyayangi antaranggota.

Persit merupakan salah satu organisasi wanita terbesar di Indonesia di bawah naungan Dharma Pertiwi (untuk lebih jelasnya baca AD ART/Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Persit KCK). Persit bukanlah organisasi paksaan, namun sebaliknya organisasi sukarela yang otomatis diikuti oleh setiap istri prajurit TNI AD. Setelah surat perjanjian di atas materai yang akan ibu-ibu tandatangani nanti selesai dan disahkan dengan terbitnya SURAT IJIN NIKAH (SIN) maka ibu-ibu telah sah menjadi anggota Persit KCK. Dengan begitu lencana telah sah ibu-ibu kenakan di seragam Persit, kemudian segala hak dan kewajiban siap mengikuti. Apa saja kewajibannya? Antara lain mendampingi suami dimanapun ditugaskan, mengikuti kegiatan Persit yang berlaku dan ditetapkan di satuan masing-masing. Apa saja haknya? Antara lain memiliki KPI dan KTA, menerima tunjangan, dsb.

Seyogyanya ibu-ibu bersedia menikah dengan prajurit berarti bersedia hidup dalam kesederhanaan dan ikatan kuat dalam organisasi Persit, serta bersedia pula untuk belajar hidup berorganisasi. Bila ibu-ibu tidak sanggup silakan balik kanan dari sekarang sebelum menyesal di kemudian hari. Bila siap untuk meninggalkan hingar bingar masa muda dan indahnya hidup bersama orangtua maka selamat bergabung, kami siap merangkul ibu-ibu, sesuai prinsip di organisasi yaitu KEKELUARGAAN, saling menghargai dan menghormati antaristri senior maupun junior tanpa kesewenang-wenangan membawa jabatan suami.

Demikian, semoga bermanfaat. Kritik dan saran sangat saya nantikan.

Wassalammualaikum Wr.Wb.

Penyusun,

Ny. Virlani Arudyawan

Sejarah Persit

Persit (Persatuan Istri Prajurit) Kartika Chandra Kirana dalam pertumbuhannya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan TNI AD. Kelahirannya didorong oleh kesadaran bela negara dan ingin ikut serta berjuang mendampingi suami sesuai dengan sifat kewanitaannya. Kegiatan dapur dan palang merah merupakan pilihannya dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Dengan didasari rasa senasib seperjuangan, maka di beberapa tempat istri prajurit TNI AD membentuk organisasi lokal dengan nama yang berbeda-beda. Diawali dengan dibentuknya Persatuan Kaum Ibu Tentara (PKIT) tanggal 3 April 1946 di Purwakarta Jawa Barat oleh Ny. Ratu Aminah istri dari Kolonel Hidayat Kepala Staf Komandemen yang kemudian beliau dikenal sebagai pendiri Persit dan tanggal 3 April dijadikan Hari Ulang Tahun Persit. Di Serang, Jawa Barat berdiri organisasi dengan nama Persatuan Istri Tentara (PIT) diketuai oleh Ny, Suhadi. Di Malang Jawa Timur organisasi serupa berdiri dengan ketuanya Ny. SR Lasmindar.

Untuk menghadapi tantangan perjuangan yang makin berat maka pada tanggal 15 Agustus 1946 PKIT mengadakan Konferensi di Garut, Jawa Barat guna mempersatukan organisasi-organisasi serupa yang ada di daerah-daerah. Dalam konferensi tersebut PKIT diubah namanya menjadi PIT (Persatuan Istri Tentara) atas usulan Ny. Hamara Efendi. Selanjutnya kegiatan Persit pad atanggal 17 Agustus 1946v semakin meningkat seiring dnegan perkembangan TNI AD. Untuk itu beberapa Kongres telah diselenggarakan untuk membahas kebijakan-kebijakan organisasi.

  • Kongres I tahun 1950 diadakan di Semarang dipimpin oleh Ny. AH Nasution yang menghasilkan ketetapan sbb:
    • Adanya pembagian tingkat kepengurusan (baca lebih lanjut di AD ART)
    • PIT diubah menjadi Persit (Persaudaraan Istri Tentara)
    • Penetapan tanggal 3 April sebagai HUT
    • Penetapan lambang Persit
  • Kongres II tahun 1951 di Bandung
  • Kongres III tahun 1953 di Denpasar
  • Kongres IV tahun 1955 di Yogyakarta
  • Kongres V tahun 1958 di Malang menyepakati Vandel Persit
  • Kongres VI tahun 1960 di Magelang
  • Kongres VII tahun 1963 di Jakarta
  • Kongres VIII tahun 1964 di Jakarta merupakan Kongres darurat karena dikhawatirkan masuknya unsur-unsur non Pancasila. Keputusan penting:
    • Persaudaraan Istri Tentara diubah menjadi Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana
    • Pemimpin dijabat oleh istri pimpinan TNI AD secara fungsional.
  • Kongres IX tahun 1967 diperbarui lambang Persit hasil karya Mayor Caj. Tranggono
  • Kongres X tahun 1962 himne dan Mars ditetapkan diciptakan oleh A. Tampubolon.

Selanjutnya kongres dilakukan secara periodik, dan pada tahun 1974 Kongres diganti istilahnya menjadi Rapat Kerja (Raker). Raker kemudian diubah namanya menjadi Mupus (Musyawarah Pusat) yang diadakan 3 tahun sekali sejak tahun 1978. Sedangkan istilah Raker sendiri berada di bawah Mupus (buka AD ART halaman 14). Mupus terakhir di tahun 2015 dengan tajuk Mupus XI: dengan semangat kebersamaan Persit Kartika Chandra Kirana Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesejahteraan, dan Kepedulian Sosial bagi Keluarga Besar TNI AD.

Sambutan Ketua Umum dalam Mupus XI antara lain:

  • Perhatikan penggunaan atribut sesuai aturan, karena penggunaan yg tidak sesuai mengurangi citra organisasi
  • Bentengi diri dan keluarga dengan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
  • Segala aktivitas Persit hendaknya diarahkan untuk peningkatan mutu pendidikan, kesejahteraan, dan kepedulian sosial bagi keluarga besar TNI AD
  • Di tengah kesibukan tetap utamakan pembinaan dan pendidikan anak-anak , para penerus bangsa.
  • Pesan yang lain lebih ditujukan kepada jajaran pimpinan. ^^

Lagu Persit

”MARS PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA”

By : A Tampubolon 4/4 , bersemangat dengan perasaan

Bersatulah Kartika Chandra Kirana

Membantu Memupuk Membangun

Mendorong Suami ke Medan Juang

Untuk Nusa Dan Bangsa

Berikanlah Semangat Kepada Tugasnya

Mempertahankan Indonesia

Hiduplah Kartika Chandra Kirana

Hiduplah Bersaudara

Untuk S’lama-lamanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hymne PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA”

By : A Tampubolon, 4/4, Con Espressione

Marilah Kita Bersatu Berjuang

Persit Kartika Chandra Kirana

Mengawal Prajurit memupuk Tunas

Untuk Keluhuran Nusa Dan Bangsa

Pancasila Undang Undang Dasar Empat Lima

Dasar Negara Republik Indonesia

Bersama Membangun Cita-Cita Pahlawan

Tuhan Selalu Beserta Kita.

Sifat dan Watak Persit

Silakan lihat di buku AD ART halaman 4. ^^

Seragam Persit

Sesuai yang termaktub dalam AD ART Persit KCK, Persit memiliki seragam antara lain:

  1. PSK (Pakaian Seragam Kerja) digunakan dalam setiap kegiatan resmi Persit seperti arisan, paguyuban, kunjungan kerja, dll
  2. PSU (Pakaian Seragam Upacara) digunakan sebagai jas luaran PSK untuk menghadiri upacara, antara lain upacara serah terima jabatan, upacara HUT, dll
  3. PSR (Pakaian Seragam Resmi) digunakan 1 kali dalam setahun sebagai kebaya untuk memperingati HUT Persit tanggal 3 April.
  4. PSL (Pakaian Seragam Lapangan) digunakan dalam acara tinjau lapangan. Merupakan seragam yang mirip dengan PSK hanya saja memakai celana panjang (muslim dan nonmuslim)

Tanda Pengenal

Persit juga memiliki 2 tanda pengenal sebagai bukti diri:

  • KPI (Kartu Penunjukan Istri) yang berguna untuk mengurus tunjangan terutama bila suami sudah pensiun/meninggal. KPI diurus di Bamin.
  • KTA (Kartu Tanda Anggota)

Struktur Komando

Sebuah Batalyon dipimpin oleh seorang Komandan Batalyon (Danyon) dan diwakili oleh Wakil Komadan (Wadan) serta dibantu oleh Komandan Kompi (Danki) juga beberapa staf (perwira staf 1/intel beserta anggota, perwira staf 2/operasional beserta anggota, perwira staf 3/personalia beserta anggota dan perwira staf 4/logistik beserta anggota). Batalyon dibawah komando dari Korem (Komando Resimen Militer) dengan pemimpin yang disebut Danrem beserta jajarannya. Seharusnya Batalyon berada di bawah Brigade bukan satuan teritorial (kalau bingung tanyakan pada calon suami agar tidak buta amat dengan kedinasan) tetapi apabila Mako Brigade belum ada maka batalyon-batalyon masih di bawah Korem. Di atas korem ada Kodam yang dipimpin oleh Pangdam beserta jajaran. Di bawah Korem ada Kodim yang membawahi Koramil Koramil. Nah, itu semua adalah satuan satuan teritorial. Masih ada satuan tempur (batalyon dan derivatnya), satuan pendidikan/satdik mulai dari akmil, rindam, dikpassus dan lain2 yang banyak terkonsentrasi di Jawa Barat. Sedangkan Rindam ada di setiap Kodam. Di Rindam lah tentara non perwira diterima dan dididik. Kembali ke Kodam. Di Indonesia ada beberapa Kodam yang dipimpin langsung oleh KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat). KSAD sejajar dengan KASAU (Kepala Staf AU) dan KASAL (Kepala Staf AL) di bawah Panglima TNI. Disini saya tidak menjabarkan tentang satuan elite seperti Kopassus, KOSTRAD, dan sejenisnya. Ibu-ibu cukup tahu dengan kedinasan calon suami saja, namun apabila ingin tahu silakan bertanya pada calon suami sekalian menguji penguasaan kedinasan mereka.

Notes: : :

Pangkat dalam TNI AD juga diperhatikan ya Ibu-ibu agar tidak salah panggil perwira dengan Om terbalik dengan Bintara dan Tamtama yang dipanggil Bapak. Sebaliknya yaa….

Untuk tanda garis/balok/batang warna merah adalah lambang untuk Tamtama, semakin banyak balok maka pangkat semakin tinggi.

Untuk tanda bengkok seperti huruf V warna kuning adalah lambang bintara, semakin banyak bengkok semakin tinggi pangkat.

Untuk tanda pangkat di kerah leher adalah perwira, mulai dari balok 1 adalah Letda (letnan dua) hingga 3 balok yang disebut Kapten. Jangan salah nanti ada lambang bunga 1 atau bintang 1 tidak lebih rendah dari balok 3 yaa…. hehe… tanyakan lebih jelas ke calon suami masing-masing. Pesan saya, jangan sampai salah panggil dan salah sikap.

Struktur Organisasi Persit

Seperti disebutkan dalam hasil MUPUS maka pimpinan di Persit adalah istri pimpinan TNI AD fungsional. Tertinggi adalah Ketua Umum yang dijabat oleh istri KSAD dengan penasehat Ibu Panglima TNI, kemudian di daerah ada Ibu Pangdam sebagai ketua daerah, dst bisa dilihat lebih jelas di buku AD/ART.

Intinya, pada tiap tingkat kepengurusan selalu memiliki Seksi Organisasi, Seksi Ekonomi, Seksi Kebudayaan, Seksi Sosial, bendahara, dan sekretaris yang menggerakkan roda organisasi. Dan beberapa didampingi oleh keberadaan pengurus yayasan kartika jaya dan kartika asih (lebih lengkap tentang kepengurusan di Persit ini akan dijabarkan sendiri di lain topik).

Etika Persit

Menurut para ahli, etika tidak lain adalah ilmu (maka bisa dipelajari) yang mempelajari aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk sesuai dengan adat setempat.

TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA

Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

PENGERTIAN BAIK

Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif)

PENGERTIAN BURUK

Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku

Secara tidak sadar dalam kehidupan sehari hari kita sudah beretika. Etika bertetangga, berkeluarga, profesi, dan lain lain. Lalu bagaimana dengan etika persit? Etika persit sama saja dengan norma etika yg lain, mengedepankan azas sopan santun, saling menghormati dan menghargai terlebih karena di lingkungan Persit ada unsur senior junior (sebenarnya saya kurang sreg dengan sebutan senior junor… kan yang ada senioritas seperti itu dinasnya bukan kita… kita sebagai istri mengikuti saja unsur itu agar seimbang dan tujuannya menghargai suaminya). Kepada senior kita hendaknya menghormati, kepada junior menghargai. Jika etika ini diterapkan maka niscaya tidak ada kesenjangan dan kesewenang-wenangan diantara ibu-ibu persit. Saya pribadi sangat berharap organisasi tercinta ini ke depannya menjunjung tinggi Etika yg normatif dan berakhlak mulia. Makanya ibu-ibu sekalian jangan lelah dan bosan untuk belajar belajar dan belajar. Pelajaran ini tidak tertulis namun tersirat dalam sosialisasi kita. Semakin banyak kita bersosialisasi maka makin banyak kita bisa belajar tentang etika. Pergunakan etika yang baik dan tinggalkan yang tidak baik.
Etika dalam persit (juga dalam kehidupan sosial yang lain) ada bermacam macam, etika berbicara, etika bersikap, etika menulis baik dalam surat, BBM, SMS, WA, Facebook dan media sosial lainnya. Hendaknya kita menonjolkan keanggunan seorang wanita yang jarang mengeluh namun tangguh. Berikut beberapa contoh etika yg hendaknya diterapkan.

  1. Etika berbicara

Dalam berbicara kepada senior umumnya dan pada ketua khususnya harus menggunakan kata “Ijin ibu” sebagai pengganti universal atas kata2 permisi (nyuwun sewu dalam bahasa Jawa dll) yang berbeda beda tiap suku. Selanjutnya pergunakan bahasa baku.

Misal mau ijin tidak kegiatan maka bahasanya: Ijin Ibu, saya sedang sakit, mohon ijin untuk tidak ikut kegiatan, ijin petunjuk Ibu?

Misal ijin bertanya; ijin Ibu, menanyakan apakah kami sudah bisa memulai membuat prakarya, ijin petunjuk ibu? Atau Ijin Ibu, apakah ibu berkenan sholat dahulu?

Misal ijin saran: ijin ibu, menyarankan bagaimana kalau kantor persit diberi karpet, mohon petunjuk ibu?

Misal ijin memberitahu: ijin Ibu, ijin menyampaikan bahwasanya bidan desa tidak bisa mendampingi kita posyandu bulan depan, mohon petunjuk ibu apakah kita undur saja posyandunya?

Dan lain-lain…

  1. Etika bersikap

Banyak hal yang sering kita lupakan tentang bagaimana bersikap yang sopan dan santun. Gunakan kata hati untuk merasakan dan akal untuk memikirkan bagaimana seharusnya bersikap sehingga tidak menyakiti hati orang.
Contoh2:
– bila ada pertemuan semisal paguyuban atau arisan bulanan hendaknya datang sebelum ketua datang, bila tidak bisa hadir atau terlambat ada ijin, tidak berbicara sendiri dalam pertemuan resmi, bila akan keluar angkat tangan untuk memberi kode ijin keluar, dilarang memangku kaki (jigrang) bila duduk bersama senior,
– bila bertamu pilih waktu yang tidak mengganggu istirahat siang atau malam, kalau penting sekali usahakan sms atau telfon terlebih dahulu, jangan duduk sebelum tuan rumah duduk atau kita dipersilakan duduk apalagi mencicipi hidangan, duduk jangan angkat kaki, jangan memotong atau menyela jika senior sedang bicara untuk saran atau membantah

– bila kebetulan antri belanja atau beli sesuatu senior datang apabila kita tdk terburu buru maka persilakan senior duluan, bila terburu maka sampaikan maaf dengan kata : ijin Ibu mohon maaf sy ijin mendahului begitu jg saat pamit duluan.
– bila senior duduk di lantai jangan duduk di atas kecuali ada penyampaian maaf.
– jika ada yang mengantar makanan piring kembali diisi makanan
– dan masih banyak lagi etika pergaulan sehari hari yang wajib dipelajari.

Dengan begini bukan berarti senior semena mena pada junior, gunakan asas kekeluargaan dan menyayangi di dalam bergaul agar tenang dan nyaman hidup berorganisasi. Baik-baiklah dengan junior. Ingat, meski senior sangat baik sebagai junior jg harus tahu diri dan jaga sikap gunanya jg utk menghargai diri kita sendiri.

  1. Etika menulis

Dalam etika menulis tetap gunakan bahasa baku dan jelas bukan bahasa gaul meski ibu ketuanya gaul abiss.. hehe.. di media sosial saya tekankan untuk mengangkat citra positif dan baik persit bukan tukang ngeluh atau marah2. Alangkah lebih baik sarana media sosial utk menjalin hubungan baik, saling menasehati jangan sampai menimbulkan masalah gara2 status di media sosial. Bila berjualan perhatikan etika berjualan, jangan sampai sikut sana sikut sini dengan sesama persit. Dsb.

Etika Selanjutnyada adalah etika terhadap diri sendiri. Pantaskanlah diri sebagai pendamping suami sesuai tingkatan masing-masing.

Sekali lagi, belajar belajar dan belajar. Jadilah pembelajar seumur hidup, jadilah diri sendiri. Salam super!!

Penutup

Demikian sedikit yang bisa saya jabarkan secara tertulis, mohon maaf bila banyak kekuranagan karena ini semua sebatas pengetahuan saya. Saya harap ibu-ibu sekalian bisa belajar secara langsung pada senior-senior atau kakak-kakak yang ada di sini. Semoga buku kecil ini membantu dan bermanfaat. Selamat melanjutkan perjuangan. Semoga sukses dan lancar. Kelak, bisa menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah dan bisa terlibat aktif dalam organisai. Amiin YRA.

INGAT!! Istri yang baik belum tentu bisa menaikkan pangkat dan jabatan suami, tetapi istri yang dipandang tidak baik oleh atasan bisa mempengaruhi komando atas dalam menentukan jabatan suami.

7 Comments (+add yours?)

  1. devi dipRaja
    Jul 20, 2016 @ 12:24:50

    izin ibu,trimakasih atas postingan ini..sangat bermanfaat sekali untuk saya pribadi dalam hal memperkenalkan apa itu persit kepada ibu-ibu anggota baru

    Reply

  2. Fitriani
    Jul 26, 2016 @ 19:59:59

    Ijin ibu, terimakasih atas postingannya sangat membantu kami. Mohon ijin ibu, menanyakan bagaimana cara adab bertamu kerumah komandan dan cara tutur kata yang baik n sopan. Ijin petunjuk bu..

    Reply

    • ayuseite
      Jul 29, 2016 @ 05:47:00

      Sama2 ibu… salam kenal… baik bu, yang akan sy sampaikan nanti sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman saya ya.. bs jd ada salahnya… namun demikian garis besarnya. Bertamu ke atasan sama halnya kita bertamu pada orang yang lebih tua, yang kita hormati. Yang perlu kita jaga tentunya sikap dan kata2…
      1. Sikap, berpakaian yang baik, usahakan pakai kemeja rapi dan rok (kecuali diminta pakai PSK), usahakan selalu lembut dan penuh sopan tiap akan bergerak. Bila masuk ke rumah sebelum disilakan duduk jangan sampai duduk lebih dulu, usahakan mencium tangan sampai beliau sendiri yang tidak membolehkan (karena ada yg berkenan cium tangan ada yg tidak, jangan berusaha cipika cipiki kecuali ibu ketua yang mendahului), duduk dengan kaki tetap di bawah (tidak saling pangku), pandangan ke arah bapak dan ibu bergantian jangan lupa senyum dengan sepenuh hati, jangan minum suguhan sebelum disilakan minum, kalau ibu atau bapak berdiri misal akan mengambil sesuatu ikutlah berdiri manatahu berkenan dibantu, bila membawa buah tangan serahkan via ajudan, dll
      2. Kata2, usahakan tidak membuka pembicaraan sebelum beliau bertanya. Kata2 yang dipilih usahakan bahasa Indonesia baku yg baik dan benar, berikan kesan pertama yang baik, usahakan mengawali sesuatu dengan kata ijin dan bila mengiyakan dengan siap bapak/ibu.
      Sebenarnya semua ini tidak baku, sangat bergantung dengan perkenan bapak/ibu komandan. Namun minimal kita sudah melakukan sebaik yang kita bisa. Demian ibu.. smoga berkenan… ☺

      Reply

  3. miranty
    Aug 31, 2016 @ 07:43:11

    Ijin bu, Terimakasih banyak untuk postingannya, sangat membantu bagi saya yg awam mengenai persit.

    Reply

  4. Suzan
    Oct 27, 2016 @ 21:45:02

    Ijin ibu.. Terima kasih atas postingannya.. Sangat membantu sekali khususnya untuk saya yang lagi mempersiapkan diri untuk menikah dengan anggota TNI AD.. Semoga saya bisa dan mampu untuk terus belajar dan belajar..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: