Long long way to go…

Bagi beberapa orang bahkan sebagian besar orang menemukan “passion” dalam hidupnya, yang menggerakkan dirinya untuk melangkah, untuk mencintai pekerjaannya bahkan hidupnya, bukanlah hal yang susah.

Jangan salah persepsi dulu ya… pada sebagian orang “passion” sering dikaitkan dengan pembahasan (maaf) seks. Padahal definisinya tidaklah sesempit itu.

Passion… gairah… sesuatu dari dalam hati yang mendorong kita mengalahkan rasa malu, rasa enggan, pertimbangan untuk melakukan sesuatu.

Passion juga merupakan sesuatu dorongan yang membuat kita lupa waktu, lupa capek, lupa mengeluh (coba deh keluhan kita dijadikan bahan renungan untuk jadi duit… strategi baca peluang gitu looh, hehe… semisal kisah founder Go Jek), lupa dengan gunjingan, cacian seperti kisah JK Rowling misalnya dan masih banyak lagi kisah orang-orang sukses lain yang lupa akan batasan yang diciptakan lingkungan sekitar. Padahal, batasan itu kita sendiri yang buat… Allah tidak pernah memberikan kita batasan dalam mengeksplorasi diri asal tidak bertentangan dengan ketetapan Nya.

Makanya, passion sering dikaitkan dengan semangat. Semangat juang yang tidak mengenal putus asa. Gigih, ulet, tekun dan yang paling penting yakin bisa.

Semangat itu sulit dicari dari luar. Karena sebenarnya dorongan semangat terbaik harus datang dari diri kita sendiri. Tak ayal bila passion juga dikaitkan dengan niat yang kuat.

Bagaimana dengan passion dalam bekerja?

Benarkah kita bekerja atas dasar gairah kita atau hanya semacam keterpaksaan karena salah jurusan, terlanjur basah atau permintaan orang tua? Sudahkan pekerjaan kita membuat kita bahagia? Sudahkah pekerjaan kita memberi manfaat bagi hidup kita dan orang2 tersayang? Sudahkan pekerjaan kita sesuai dengan life style kita?

Coba renungkan…

Sudah belum? Hehe…

Kalau sudah dan jawabannya disimpulkan “pekerjaan yang kulakoni gue banget cooyy…” mantaappp… lanjutkan. Tidak perlu teruskan membaca tulisan ini.

Tapi… kalau jawabannya ” pekerjaan gue engga banget deeh.. gue bisa gile… kek mana nih… pitam kepala… alahay…” (ups… maaf mencapur 3 aksen, betawi, medan, aceh… just try to say that Indonesia is very divergen but very beautiful especially in the languages) lanjut baca ke bawah yaa… ^__*v

Menemukan passion dalam bekerja sangat bermanfaat untuk keikhlasan dalam bekerja. Misalnya motif bekerja tadi karena terpaksa atau ketrimanya disana terus takut or malu (jaga gengsi) kalau keluar padahal jabatan udah keren (misalnya..) kan jadinya pekerjaan juga tidak berakhir dengan indah (kalau cewek berakhir dengan bagus… eh… ) dan pastinya kurang barokah alias kurang bermanfaat bagi diri sendiri dan sekitar (apalagi buat si bos kalau kerjanya di kantor atau buat negara kalau kerjanya jadi PNS/TNI/Polri). Yang ada kerjanya ngelakuin pelanggaran. Oh no…

Tulisan ini terinspirasi dari coach Dedy Dahlan. Ahli “passion” dan salah satu motivator oke di Indonesia. Kurangkum jadi 5 langkah penting dalam menemukan passion setelah yakin HAL ITU yang membuat kita “lupa” tadi..(asal jangan lupa diri yaa… hee..).

1. Kalau merasa salah jurusan ya cari jurusan lain… belum terlambat untuk bertobat (ups..) tipsnya bisa dengan mengikuti lifestyle yang kita inginkan… misalnyaaa…? Ya kalau tujuannya ke Jakarta ya jangan naik kereta tujuan Surabaya (kecuali mau jalan2 ding… cari pengalaman… ahaha… ) maaf ngelantur… tapi masuk akal kaann? Kalau ngga pingin diatur atur ya ciptakan lapangan kerja sendiri. Kalau sukanya taat perintah (sendiko dhawuh) ya usahain jadi “anak buah” jangan sampai jadi “bos” ntar diinjek injek sama anak buah atau malah jadi “bossy” (gaya bos tapi engga banget deh…). Siapa yang berani berhenti dari kerjaan yang ga gue banget itu terus berusaha merintis sesuai passionnya dari nol lagi gue acungin 10 jempol…!!! Rata-rata begitulah orang sukses tempo sekarang. Berani menggebrak… berani bertindak… berani ambil resiko demi si rezeki. Ikuti kata hati terdalam deh pokonya atuh.

2. Hilangkan rasa MALU… cuman ya jangan malu-maluin yaa… malu sama kucing meong meong meong (sumpeh gue keinget anak gue sama pamannya dubsmash lagu ini lucu abis… sayang ga ke save… hiks… hadeh ngelantur lagi). Malu sama dengan gengsi sama dengan takut persepsi orang. Pe de aja lagi… gue yang njalanin hidup bukan elu (batin aja gitu) cuman ya jangan sampai melengos sama perseptor2 itu… tunjukkan senyum menawan selalu tanda bahagiaa ha ha ha…

3. Never give up.. ini mah udah jadi langganan kata-kata sakti penutup sesi… jangan menyerah.. jangan putus asa… jangan berhenti adalah padanan katanya… tapi yaa begitulah adanya… hayati dan resapi.

4. Lawan hal yang tidak mungkin

Misalnya HAL tersebut adalah jalan kaki keliling dunia dalam 7 hari. Mungkin ga tuh? Secara nalar yo ga mungkin.. uedyan po…??!! Wong edan wae nggeguyu (orang gila aja menertawakan). But… where there is a will there is a way… kan niatnya cuman jalan kaki keliling dunia… kalau jalan kakinya dalam pesawat bisa dooong? Hehee…

Be smart dalam menyikapi suatu hal… ojo melu-melu… anti mainstream kalau istilahku sih, anti tren tapi ciptakan arusmu sendiri.. ciptakan tren sendiri. U can do it!!

5. Baca sinyal peluang, ubah keluhan jadi duit

Misal kita ngeluh iih panas banget ya di pasar nih mana becek pula ga ada ojek. Naah banyak peluang tuh: 1. Jualan tisu penyeka keringat 2. Jual kipas 3. Jual jasa peminjaman sepatu boot biar ga becek2 terus hubungin aja Go Jek pakai aplikasi biar ga usah cari ojek. Mantap ga? (Misalkan ajaa looh inii). Di jaman super kreatif ini apapun bisa dijadikan peluang. Yakin aja.

Setelah mantap renungkan kembali sambil coret-coret. Buat 4 judul tulisan di 4 kertas

1. Goal (tujuan) bisa dibantu dengan pertanyaan: apa tujuanmu bekerja? Penghargaan apa yang ingin kamu peroleh? Skala pekerjaan bagaiman? Posisi tertinggimu apa? Income berapa? Dst yang berintikan menjawab tujuan. Tujuan khusus juga bisa disertakan.

2. Reality (kenyataan) bisa dibantu dengan pertanyaan: apa hambatan dari diri? Apa kendala dari sekitar? Bagaimana potensi? Setelah itu beri juga penyeimbang peluang nya

3. Options (pilihan-pilihan) breakdown dari tujuan-tujuan tadi sampai hal terkecil. Apa saja yang bisa kita lakukan dengan memperhatikan peluang dan hambatan yang ada.

4. Will to act (keinginan untuk beraksi)

Ayoo lakukaaan tunggu apalagi… jangan diam sajaa…  lakukan dari yang kecil yang bisa dilakukan.

Misal…. pengennya menerbitkan buku. Passion nya menulis. Yaa langkah terkecil baca buku-buku best seller untuk cari peluang pasar, ikuti perkumpulan penulis, cari referensi penerbit, habis itu jangan sampai terlewat sehari tanpa menelurkan telur eh salah tulisan. Karena ala bisa karena biasa. Kalau memang passionnya jadi penulis yo jangan jadi pedagang bakal rugi atuh… jiwa penulis kan kebanyakan melankolis jadi bukannya untung malah buntung dibagi-bagi jualannya (ngarang data… hee..)

Misal lagi pengennya jadi PNS tanpa bayar… yo gampang itu… tinggal belajar materi tes, kuasai, percaya diri, sholat tahajud, berdoa dan puasa serta minta doa restu orangtua. Hihihi… insyaAllah barokah.

Misal misal lagi pengennya apa?? (silakan konsultasi pribadi aja deh… cape atuh nulis satu satu eta mah… ehehe).

Di saat tak ada satu manusia pun yang menghargai kita dan upaya yang kita lakukan, tataplah mentari. Yakinlah bahwa sang pencipta mentari isedang tersenyum melihat kita yang terus gigih berjuang tanpa pernah menyerah. Selama mentari masih terbit di pagi hari, selama itu pula masih ada harapan.

Sebenarnya, ciri utama passion adalah, kita rela tidak dibayar -bahkan membayar- untuk mendapatkannya. Nah, kalau ada pekerjaan yang membuat kita merasa begitu, itulah passion. Jalani, nikmati, dan insya Allah Allah akan memuluskan jalan menuju keberhasilan dunia-akhirat. Percayalah….

****

{And me… ?? i still try to find “it” too… its really a long long way to go… ♡}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: