Transisi…

Manusia pada hakikatnya tidak pernah merasa puas akan sesuatu, tanda kurang bersyukur.

Seperti halnya aku saat ini, sudah menyelesaikan semua tugas pun ujian kompetensi dokter Indonesia (UKDI), malah rindu kesibukan. Sebelumnya, sewaktu magang ingin segera berakhir karena sering merasa kelelahan jaga dan berlanjut kesibukan mentoring UKDI dan belajar bersama bahkan belajar sendiri yang menyita banyak waktu dan pikiranku. Dan saat ujian pun berlalu, terasa begitu cepatnya dan aku kehilangan segala kesibukan yang perlahan tapi pasti meninggalkanku sendiri. Hampa rasanya.. Merindukan saat-saat itu… Kuliah, diskusi bersama teman-teman, belajar berjam-jam di kamar sampai akhirnya sakit-sakitan… Tapi aku harus sadar bahwa semua itu hanyalah episode kehidupan yang mengisi hidupku… Datang silih berganti… Dan saatnya menggapai mimpi.

Namun… Ini masih masa transisi, masa menanti kepastian kelulusan ditambah lagi menanti “seseorang”, masa-masa bingung harus bagaimana… Masa-masa adaptasi terhadap hal baru yang tak tentu… Dulunya aku mengeluh dengan adanya rutinitas tapi sekarang sedikit-banyak aku merindukan rutinitas yang bisa menenggelamkanku untuk tidak memikirkan hal-hal absurd dan tak penting lainnya…

Dan inilah yang bisa kulakukan, menulis dan menulis… Mungkin itu hal yang perlu kusyukuri, sudah sangat lama aku tidak menulis, baru kini aku memiliki waktu senggang lagi untuk diriku, hanya diriku sendiri… Ya, aku dan diriku. Sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: