Time to Magang..

Alhamdulillah ya Rabb… Perjalanan koas-ku selesai sudah terhitung tanggal 28 Agustus 2010, tepat sebulan yang lalu dengan acara penghabisan seminar gawat darurat medis dan buka puasa bersama karena masih dalam suasana bulan suci Ramadhan.

Berakhirnya koass bukan berarti perjalanan telah  berakhir. Masih ada satu kegiatan lagi yang harus kami tuntaskan yaitu MAGANG. Ini merupakan program pre-internship untuk calon dokter yang masih terhitung SKS-nya. Kami masih harus berjibaku dalam magang ini, walau tidak serumit koass tapi kami tetap harus melakukan presentasi kasus tiap minggunya.

Tempat aku akan magang belum pernah kupikirkan sebelumnya. Sebenarnya ingin ke Kebumen karena seperti yang pernah kutulis sebelumnya, Kebumen merupakan salah satu kota favoritku selain Yogyakarta dan Magelang. Akan tetapi karena satu dan lain hal namaku “terdampar” di daftar magang Purbalingga. Sebuah kota yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Ya, sama seperti jaman koass dulu. Kota yang sama sekali asing. Dan mungkin ini menjadi tantangan tersendiri bagiku. Aku harus bisa menaklukkan, paling tidak menaklukkan ketakutan-ketakutanku tersendiri yang tidak beralasan. Harapan untuk menjumpai suasana baru, belajar beradaptasi lagi membuatku semakin tertantang. Satu hal lagi, semakin harus bisa mandiri dan tidak mudah KO lagi terutama jika migrain atau dismenore kambuh. Semoga diberi kesembuhan dan kekuatan selalu. InsyaAllah, Amiin yaa Rabb.

Nah, sekarang cerita tentang bagaimana Purbalingga itu. Katanya tak kenal maka tak sayang, maka kenalan dulu dengan kondisi geografis Purbalingga agar ada sedikit gambaran. ^^

Kabupaten Purbalingga, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Purbalingga. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di utara, Kabupaten Banjarnegara di timur dan selatan, serta Kabupaten Banyumas di barat.

Purbalingga berada di cekungan yang diapit beberapa rangkaian pegunungan. Di sebelah utara merupakan rangkaian pegunungan (Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng). Bagian selatan merupakan Depresi Serayu, yang dialiri dua sungai besar Kali Serayu dan anak sungainya, Kali Pekacangan. Ibukota Kabupaten Purbalingga berada di bagian barat wilayah kabupaten, sekitar 21 km sebelah timur Purwokerto.

Kabupaten Purbalingga terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlahdesa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Purbalingga.

Wisata alam yang terdapat di kabupaten ini adalah ‘Gua Lawa’ yang terletak di Kecamatan Karangreja, 25 km sebelah utara Purbalingga. Obyek wisata lainnya adalah Desa Wisata Karangbanjar, yakni permukiman tradisional yang juga terdapat kerajinan rumah tangga; dan Monumen Jenderal Soedirman di Kecamatan Rembang.

Objek wisata air Bojongsari (Owabong) juga merupakan objek wisata favorit. Saat ini ada banyak arena bermain yang melengkapi Owabong ini. Di samping kolam renang juga ada kolam arus, arena go-kart, water boom, arung jeram, permainan air dan sebagainya. Benar-benar suatu tempat yang layak dikunjungi.

Pendakian Gunung Slamet dapat dimulai dari Pos Bambangan, Desa Kutabawa,Kecamatan Karangreja. Rute ini termasuk rute paling populer bagi para pendaki.

Museum tempat kelahiran P.B Jenderal soedirman,yang terletak di kec. Rembang.museum tersebut memiliki patung jendral Soedirman,ranjang kayu tempat beliau tidur waktu bayi,perpustakaan,masjid,dan relief kisah kehidupannya (Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Purbalingga)

Begitulah kira-kira kota Purbalingga. Semoga diberi kemudahan menuntut ilmu di sana selama 3 bulan ke depan. Amiin yaa Rabb.

Di sana aku akan tinggal bersama teman-teman ber 8-10 orang dalam satu asrama serupa rumah dinas dengan 6 kamar. Kabarnya sudah komplit beserta isinya dan peralatan rumah tangga sederhana. Itu adalah salah satu kemudahan bukan?^^

Advertisements

Anestesi….

Stase sebelum akhir yang jadi “beban” stase sedang kecil, bukan karena materi yang lebih sulit tapi karena besarnya stressor operasi (berhubungan dengan nyawa bow…) dan juga beban jaga malam. Masih ada hal lain yang lebih menjemukan, pembimbing yang moody dan suka “ngerjain”.

Di minggu pertama masuk, hari pertama aku dapat giliran jaga malam, Alhamdulillah sepi, tak ada pasien operasi malam-malam.

Hari pertama kami ditentir tentang macam-macam anestesi dan obat-obatnya. Oleh penata kami diajari teknis operasional di ruangan. Walhasil kami segera mahir mengurus laporan anestesi dan memberikan premedikasi hingga induksi.

Di minggu kedua kami diajari memasukkan ET (endotracheal tube) pada pasien dengan anestesi umum. Karena kasus dengan anestesi umum tidak begitu banyak pekan ini, kami baru mengerjakan masing-masing 1. Lebih banyak sectio caesaria yang masuk ruang operasi dan itu berati lebih sering menggunakan anestesi regional.

Presentasi kasus kami ajukan di minggu kedua ini. Masih hutang referat yang semestinya bisa diselesaikan sebelum ujian minggu ke-3. Banyak operasi di minggu terakhir kami ini. Semoga diberi cukup waktu untuk menyelesaikan stase.

Apa yang kudapat di anestesi? Aku mendapat ilmu tentang obat-obatan di ruang operasi untuk me”mati suri”kan seseorang dan membangunkannya lagi. Aku juga jadi tahu obat-obat emergensi yang harus segera saat kondisi gawat. Resusitasi jantung paru yang dulu pertama kali kupelajari saat ekstra kurikuler SMA jadi makin paham, dengan beberapa perbedaan operasional.

Kesan selama di anestesi cukup menyenangkan. Cukup memberikan hal yang dinamis dalam kestatisan tugas.

Di akhir pekan minggu terakhir, salah seorang sahabatku menikah. Semoga barokah… Amiin…