Radiologi…

Sebenarnya stase ini sudah berlalu sejak seminggu yang lalu, tapi karena kepadatan acara di stase kecil membuatku jengah sendiri dengan referat dan presentasi kasus selain bolak-balik pulang ke Jogja.

Stase radiologi bagiku adalah stase “hitam putih”, membaca foto Rontgen, USG, CT Scan yang semuanya hanya ada 2 warna, hitam dan putih membentuk gambaran-gambaran tertentu yang bagiku hingga saat ini masih samar-samar.

Stase radiologi termasuk stase kecil seperti halnya anestesi, THT, IKM, IKK, dan Forensik. Stase ini ditempuh dalam 3 minggu dan karena tiap hari Sabtu kebetulan diliburkan maka hari aktif hanya 15 hari. Dalam 15 hari itu tugas yang harus diselesaikan adalah case analysis bed side teaching, refleksi kasus, presentasi kasus, referat, dan follow up. Di samping itu ada tambahan pre test, responsi dan tentunya ujian.

Capek juga memang stripping dalam 15 hari itu. Selain mempunyai kewajiban menyelesaikan tugas di atas kami juga harus membantu jalannya kegiatan di instalasi radiologi yang kebanyakan ke-administrasian sampai membuat nota pembayaran, mencatat buku register, menjadi transporter, dan sekretaris dokter dalam menuliskan hasil USG. Jarang sekali bisa istirahat apalagi belajar mengamati foto-foto yang sudah dibaca radiolog seperti pesan beliau pada kami. Setelah kecapekan begitu kalau dokter ada waktu dan kesempatan kami ditentir di ruang beliau. Diajari membaca foto hitam putih tersebut. Jenis foto yang diajarkan ke kami adalah foto polos thorax dan abdomen dengan berbagai macam patologinya. Siasat kami untuk mencari kesempatan dalam kesempitan adalah mengabadikan foto-foto tersebut dalam kamera beserta bacaannya untuk dipelajari lagi. Namun ternyata sampai detik akhir kami menjadi koass radiologi, foto-foto tersebut hanya bersemayam di laptop tanpa tersentuh sedikitpun. Hehe….

Minggu pertama hari kedua kami melaksanakan pretest, hasilnya dibahas siangnya bersama radiolog pembimbing kami. Saat itu kami juga mengajukan judul referat, masing-masing mengajukan 3 judul utama. Dan terpilihlah 1 judul masing-masing bertema keganasan/onkologi. Akhir minggu pertama mendapat kasus untuk dibuat case analysis. Aku sendiri yang belum dapat diantara rekan-rekanku. Tak tenang rasanya harus menghubungi dokter via HP untuk melaporkan kasus yang ada. Sampai Senin kasus yang kuajukan belum di-ACC. Ya Allah… panik juga. Tapi setelah kulaporkan ulang Alhamdulillah diterima dan keesokan harinya harus sudah presentasi. Waah….

Minggu kedua sibuk mencari pasien untuk presentasi kasus. Beberapa pengajuan ditolak karena terlalu sulit. Setelah dapat kami juga harus buru-buru mengerjakan karena sudah akan menjelang minggu ketiga. Benar-benar kejar tayang…  sedangkan kami juga harus menyelesaikan materi tentiran dan responsi.

Minggu ketiga tidak ada waktu untuk presentasi kasus dan referat karena pasien banyak dan hutang tentiran masih banyak. Hari kamis sudah ujian karena Jumat dokter tak punya banyak waktu. Akhirnya kami harus maju hari Minggu menyelesaikan  ujian  referat dan presentasi kasus. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Padahal senin kami sudah masuk stase selanjutna, anestesi.

Akhirnya….masih hutang ACC referat, presentasi kasus, tanda tangan log book, pengisian raport, dan yang tak kalah penting CBT (Computer Based test) yang merupakan ujian tulis dari kampus. Nilai minimal 65 dan sampai detik ini aku belum sempat mengerjakan. Fyuuuh lelahnya minggu-minggu akhir koass ini…

Saat kutulis page ini aku sedang jaga malam di instalasi bedah sentral sebagai coass anestesi… semangaatttt…..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: