Lima Belas Alasan Merindukan Ramadhan

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, “Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.”

Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini :

1. Gelar taqwa

Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu.
“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS al-Baqarah: 183) Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:

  • Jalan keluar dari semua masalah Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan ini. “…Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath Thalaaq: 2) “…Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaaq: 4)
  • Dicukupi kebutuhannya”Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya….”(QS. Ath Thalaaq: 3)
  • Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan. “Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-A’raaf: 35)

2. Bulan pengampunan

Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi.

Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”

3. Pahalanya dilipatgandakan

Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipad gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.” (HR. Bukhari Muslim)
Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakana amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.

4. Pintu surga dibuka dan neraka ditutup

“Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu.”(HR Muslim)

Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi.
Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

5. Ibadah istimewa

Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR Bukhari Muslim)
Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa.
Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.
Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur’an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.
Allah swt setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam
sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.
Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum. Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari saja.

6. Dicintai Allah

Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi, “Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya.” (HR Bukhari)

7. Do’a dikabulkan

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo’a apabila dia berdo’a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku.” (QS. al-Baqarah:
186)

Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo’a tapi sebenarnya tidak berdo’a. Yaitu do’anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? “maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku.”
Benar, berdo’a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw, “Tiga do’a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do’anya orang teraniaya. Allah mengangkat do’anya ke
awan dan membukakan pintu-pintu langit. ‘Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kecucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do’a. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo’a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan do’anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa’nya?

Jadi do’a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan do’a.

8. Turunnya Lailatul Qodar
Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur’an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.

Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam laulatul qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, “Lailatul qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa
mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang.”

Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.

Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur’an menyatakan, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat JIbril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan / kedamaian sampai terbit fajar. (QS al-Qadr: 4-5)

Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, “Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan
tercetus suatu bisikan, ‘Ambil barang itu!’ Ada bisikan lain berkata, “Jangan ambil, itu bukan milikmu!’ Bisikan pertama adalah bisikan setan.
Bisikan kedua adalah bisikan malaikat.” Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.

9. Meningkatkan kesehatan
Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum).

Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti
bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.

Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan
syaraf.

10. Penuh harapan
Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah… rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya’ Allah, menjadikan hidup lebih bermakna.

“Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari).

11. Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyaan
“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup.” (HR. Bukhari)

12. Minum air telaganya Rasulullah saw
“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain.

Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa member minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

13. Berkumpul dengan sanak keluarga
Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh dating berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman.

Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang.
Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadis, “Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!” (HR. Bukhari)

14. Qaulan tsaqiilaa
Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur’an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3).
Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada awal malam setelah shalat isya’ dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih.

Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur’an secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur’an memang sumber pengetahuan dan ilham.

Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai qaulan tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.

15. Hartanya tersucikan
Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya.

Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.

Copyright © 2002 by Puslitbang Daarut Tauhiid

Cerita tentang Wonosobo…

Tak terasa dua tahun sudah aku bersama timku menimba ilmu di RSUD Wonosobo, tandanya akan segera berakhir perjuangan kami di sini. Ada rasa suka karena tugas telah diselesaikan tepat waktu namun juga sedih akan berpisah dengan hal-hal yang kami akrabi selama 2 tahun terakhir hidup kami. Tentunya, banyak kenangan baik suka dan duka yang telah terjadi, mengisi memori.

Flashback…

Koas tujuh, sebutan bagi tim kami sendiri. Hanya karena kami bertujuh, bersatu karena keadaan, dan berujung menjadi kompak. Tak ada latar belakang kami memilih Wonosobo sebagai home base yang akan menjadi kawah candradimuka kami menuntut ilmu preklinik.

Ingin kami ke Purworejo hanya karena alasan dekat dari Jogja, bisa sering pulang. Home base yang dibuka saat itu ada Temanggung, Salatiga, Purworejo, Wonosobo, Bantul, dan Wirosaban. Khusus Bantul dan Wirosaban diperuntukkan bagi koasisten (dokter muda) yang juga mengambil S2 MMR. Sehingga pilihan tinggal 4 tempat.

Saat undian tiba. Bisa ditebak peminat RSUD Purworejo membludak. Jauh melebihi kuota yang 40 orang saja. Sedangkan kami semua berjumlah lebih dari 100 calon dokter muda. Tim kami kalah undian, masuk ke undian Temanggung-Wonosobo. Dan jadilah kami bertujuh resmi menjadi salah tujuh dari 26 dokter muda yang akan dikirim ke RSUD Wonosobo. Pilu, sedih, meratap, tak terima, jengkel dan lain sebagainya perasaan itu berkecamuk di dada kami masing-masing. Menangis dan menangis meratapi nasib. Sialkah kami?

Banyak sekali kabar miring tentang Wonosobo. Dokternya galak lah, kotanya tak aman lah, dan lain-lain. Maklum, tiada satupun dari kami pernah melihat bagaimana Wonosobo. Bayangan tak baik saja yang melintas. Tahu kotanya dingin dan cukup jauh dari Jogja saja sudah membuatku ragu. Tak mau berangkat rasanya. Tak mau koas di sana.

Setelah melihat sendiri bagaimana Wonosobo itu, indahnya alam yang menyejukkan, akupun jatuh cinta. Tiap pagi bisa melihat indahnya pegunungan nun jauh disana, kehijauan menyejukkan hati. Ya hanya itu hiburanku. Melihat keindahan alam di tengah kepenatan dan hiruk pikuk dunia per-koas-an. Beberapa segmen tentang dunia kecilku itu telah kutuliskan. Aku memulai menulis di tahun keduaku. Karena alasan tertentu, keterpurukanku di tahun pertama akibat sebuah relasi tak sehat dengan seseorang, aku enggan mengekspose kisahku. Intinya, aku sangat tidak bisa menikmati stase besar karena hati yang sedang terusik. Semoga tetap menjadi pelajaran yang indah bagiku walau tidak untuk diingat lagi… Menguatkan mental dan meneguhkan iman yang masyaAllah sepertinya aku sudah futur 2 tahun ini…. Entah bagaimana cara kembali dan menjadi lebih baik lagi… Memang manusia begitu ya, iman naik-turun, jatuh-bangun, kapok lombok –tiap taubat ngulangi lagi- (upz, menyimpang dikit bahasannya..hehe), kadang merasa munafik… di blog-ku ini aku menulis banyak artikel religi tapi nyatanya jauh aku dari itu… justru semua jadi bumerang bagiku, ujian hidupku, dan sepertinya aku tak lulus. Astaghfirullah…. Naudzubillahimindzalik…. Audzubillah….

Info tentang Wonosobo…

Kabupaten Wonosobo, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Wonosobo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang di timur, Kabupaten Purworejo di selatan, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara di barat, serta Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal di utara.

Kabupaten Wonosobo berdiri 24 Juli 1825 sebagai kabupaten di bawah Kesultanan Yogyakarta seusai pertempuran dalam Perang Diponegoro. Kyai Moh. Ngampah, yang membantu Diponegoro, diangkat sebagai bupati pertama dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Setjonegoro. Inilah sebab RSUD-nya bernama RSUD Setjonegoro, untuk mengenang nama bupati pertama yang bertitah di Wonosobo.

Kata Wonosobo berasal dari bahasa JawaWanasaba, yang secara harafiah berarti: “tempat berkumpul di hutan”. Bahasa Jawa sendiri mengambilnya dari Bahasa Sansekertavanasabhā yang artinya kurang lebih sama. Kedua kata ini juga dikenal sebagai dua buku dariMahabharata: “Sabhaparwa” dan “Wanaparwa“.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo adalah daerah pegunungan. Bagian timur (perbatasan dengan Kabupaten Temanggung) terdapat dua gunung berapi: Gunung Sindoro (3.136 meter) dan Gunung Sumbing (3.371 meter). Daerah utara merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prahu (2.565 meter). Di sebelah selatan, terdapat Waduk Wadaslintang.

Ibukota Kabupaten Wonosobo berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten, yang merupakan daerah hulu Kali SerayuWonosobo dilintasi jalan provinsi yang menghubungkan SemarangPurwokerto.

Tempat wisata yang BISA dikunjungi : Kawasan Wisata Dieng, Waduk Wadaslintang, Agrowisata Tambi, Air Terjun Sikarim, Telaga Menjer, Pemandian Wisata Kalianget, Wisata Religi, Curuk Winong, Pemandian dan kolam renang Mangli, Pemandian Air panas Kebrengan.

Aku tuliskan kata BISA disana karena belum pernah satu-pun kukunjungi, kecuali Dieng… itupun sudah di penghujung akhir aku disana dan dengan bekal kenekatan.

Apa makanan khasnya? Mi Ongklok yang entah kenapa sampai saat ini masih sulit menyukai selain karena rasanya manis juga karena kuahnya yang kental karena terbuat dari tepung, coba deh agak asin, Tempe Kemul yang menjadi makanan favorit bersama gorengan lain dan enak juga jika dimakan dengan nasi Megono (nasi yang dicampur dengan sayuran), Opak Singkong, Keripik Jamur, Dendeng Gepuk, Teh Tambi, Emping Mlinjo, Carica (manisan dari buah Carica yang mirip pepaya mini), Purwaceng

Kemudian, tentang keamanan yang ditakutkan, tidak jua seseram yang dipikirkan. Memang benar ada daerah rawan dan preman yang berkuasa. Namun, asal tidak mengganggu kita aman. Asal masih berada pada koridor yang benar kita selamat. Hal yang sangat akrab terlihat adalah fenomena merokok dan minum miras. Jangan kaget banyak wanita berkerudung adalah perokok. Dan jangan kaget banyak pemuda tersungkur di jalan, dibawa ke RS dengan kondisi mabuk. Sebenarnya ini adalah kenyataan yang membuatku terkaget-kaget dan belajar menerima bahwa ternyata dunia itu tak semulus yang kubayangkan, ternyata kehidupan beraneka ragam dan cukup keras. Aku hanya bisa bersyukur dengan apa yang kuterima…

Kedisiplinan di lingkup dunia per-koas-an juga membuat mental kami membaja. Attitude dan dedikasi menjadi 2 senjata utama agar bisa sukses di dalamnya. Alhamdulillah, asal trias koas dijalankan semua terasa lebih baik… (kata-kata yang sudah menjadi hapalan kami….: iya, maaf, terimakasih….)

Inilah kisahku hidup di sebuah wilayah selama 2 tahun lamanya yang belum pernah kukunjungi sebelumnya. Banyak suka dan duka. Banyak kenangan yang patut dikenang dan ada pula yang wajib dilupakan. Semua indah. Menjadi bagian dalam perjalanan hidupku.

Ayo berpetualang lagi…. melatih kecepatan adaptasi dan eksistensi…. semangaaattt…

Source: wikipedia

Amini aku menjadi penulis…

Menulis itu hobiku, jiwaku, sahabatku, sesuatu yang membuatku tenang kapanpun dan dimanapun. Teman kesusahan dan teman saat aku bisa menjerit bahagia. Dengan menulis aku bisa menjadi diriku seutuhnya. Aku bisa mengeluarkan apa yang kupendam tanpa takut penolakan.

Aku bukan lulusan sastra. Aku tidak menimba ilmu di fakultas ilmu budaya. Namun aku mencintai “menulis” sejak aku masih kecil, sejak ada pelajaran Bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa tentang mengarang. Mungkin menulis adalah pelampiasanku atas kesendirianku, atas keinginan untuk berkawan. Jadi jangan heran, tulisanku takkan seindah tulisan para ahli sastra. Ini hanyalah representasi apa yang kupikirkan dan kurasakan, maka aku sulit menulis hal fiktif. Aku ingin belajar, ingin bergabung dalam forum penulisan dan mendapat masukan. Syukur jika tulisanku suatu saat bisa diterbitkan. Terlalu muluk bagiku, ingin menulis sebuah karya yang diakui di usiaku yang ke-25 tahun depan sedangkan konsentrasiku di pendidikan tak bisa kugoyahkan. Akan kucoba. Aku hanya akan berusaha.

Blog ini, kumpulan tulisanku ini yang kurilis awal tahun 2010, iseng kubuat untuk memulai keseriusanku di dunia menulis. Sebagai sarana latihan mungkin, bagaimana rasanya tulisan dibaca orang, syukur Alhamdulillah jika ada yang berbaik hati memberi koreksi pun masukan. Masih belmu seutuhnya karyaku, hal religi banyak yang menjiplak karya orang dengan mencantumkan sumber tentunya agar tidak di-cap plagiator.

Ada rekan yang bilang blog macam begini sudah banyak yang buat. Iya, aku tahu. Blog seperti ini sudah menjamur dan macam menulis catatan harian online. Iya, mungkin begitu. Blogku juga tidak populer, tidak juga banyak dikunjungi. Aku hanya seperti numpang nge-save di server WP. Hehehe… bahkan orangtuaku tak meyakini juga apa yang kuingini…. Tak apalah, ada saatnya nanti aku bisa menjadi penulis yang handal. I’ll start from ZERO to HERO. ^^

Inginku, Amini aku menjadi penulis…..

**Kubuat tulisan ini segera setelah buku karya Helvy Tiana Rosa berjudul Risalah Cinta Untukmu kukhatamkan…. Makasih bunda Helvy…karyamu membuatku bersemangat tuk terus menulis…^^

Radiologi…

Sebenarnya stase ini sudah berlalu sejak seminggu yang lalu, tapi karena kepadatan acara di stase kecil membuatku jengah sendiri dengan referat dan presentasi kasus selain bolak-balik pulang ke Jogja.

Stase radiologi bagiku adalah stase “hitam putih”, membaca foto Rontgen, USG, CT Scan yang semuanya hanya ada 2 warna, hitam dan putih membentuk gambaran-gambaran tertentu yang bagiku hingga saat ini masih samar-samar.

Stase radiologi termasuk stase kecil seperti halnya anestesi, THT, IKM, IKK, dan Forensik. Stase ini ditempuh dalam 3 minggu dan karena tiap hari Sabtu kebetulan diliburkan maka hari aktif hanya 15 hari. Dalam 15 hari itu tugas yang harus diselesaikan adalah case analysis bed side teaching, refleksi kasus, presentasi kasus, referat, dan follow up. Di samping itu ada tambahan pre test, responsi dan tentunya ujian.

Capek juga memang stripping dalam 15 hari itu. Selain mempunyai kewajiban menyelesaikan tugas di atas kami juga harus membantu jalannya kegiatan di instalasi radiologi yang kebanyakan ke-administrasian sampai membuat nota pembayaran, mencatat buku register, menjadi transporter, dan sekretaris dokter dalam menuliskan hasil USG. Jarang sekali bisa istirahat apalagi belajar mengamati foto-foto yang sudah dibaca radiolog seperti pesan beliau pada kami. Setelah kecapekan begitu kalau dokter ada waktu dan kesempatan kami ditentir di ruang beliau. Diajari membaca foto hitam putih tersebut. Jenis foto yang diajarkan ke kami adalah foto polos thorax dan abdomen dengan berbagai macam patologinya. Siasat kami untuk mencari kesempatan dalam kesempitan adalah mengabadikan foto-foto tersebut dalam kamera beserta bacaannya untuk dipelajari lagi. Namun ternyata sampai detik akhir kami menjadi koass radiologi, foto-foto tersebut hanya bersemayam di laptop tanpa tersentuh sedikitpun. Hehe….

Minggu pertama hari kedua kami melaksanakan pretest, hasilnya dibahas siangnya bersama radiolog pembimbing kami. Saat itu kami juga mengajukan judul referat, masing-masing mengajukan 3 judul utama. Dan terpilihlah 1 judul masing-masing bertema keganasan/onkologi. Akhir minggu pertama mendapat kasus untuk dibuat case analysis. Aku sendiri yang belum dapat diantara rekan-rekanku. Tak tenang rasanya harus menghubungi dokter via HP untuk melaporkan kasus yang ada. Sampai Senin kasus yang kuajukan belum di-ACC. Ya Allah… panik juga. Tapi setelah kulaporkan ulang Alhamdulillah diterima dan keesokan harinya harus sudah presentasi. Waah….

Minggu kedua sibuk mencari pasien untuk presentasi kasus. Beberapa pengajuan ditolak karena terlalu sulit. Setelah dapat kami juga harus buru-buru mengerjakan karena sudah akan menjelang minggu ketiga. Benar-benar kejar tayang…  sedangkan kami juga harus menyelesaikan materi tentiran dan responsi.

Minggu ketiga tidak ada waktu untuk presentasi kasus dan referat karena pasien banyak dan hutang tentiran masih banyak. Hari kamis sudah ujian karena Jumat dokter tak punya banyak waktu. Akhirnya kami harus maju hari Minggu menyelesaikan  ujian  referat dan presentasi kasus. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Padahal senin kami sudah masuk stase selanjutna, anestesi.

Akhirnya….masih hutang ACC referat, presentasi kasus, tanda tangan log book, pengisian raport, dan yang tak kalah penting CBT (Computer Based test) yang merupakan ujian tulis dari kampus. Nilai minimal 65 dan sampai detik ini aku belum sempat mengerjakan. Fyuuuh lelahnya minggu-minggu akhir koass ini…

Saat kutulis page ini aku sedang jaga malam di instalasi bedah sentral sebagai coass anestesi… semangaatttt…..^^