Saraf Akhir…

Dalam hitungan hari stase ini sudah akan berakhir. Sudah mau jadi Sp.S deh (sudah pernah saraf), dan saatnya libur jeda stase. Ini nih yang bikin lama… Kebanyakan libur koasnya. Diantara senang dan susah sih. Senang karena bisa rehat setelah berjibaku di stase yang dijalani tapi susah juga karena dengan begitu memperlambat selesainya. Hmmm mau bagaimana lagi, enjoy saja. Hehe..

Entah ilmu apa yang kudapat di bagian ini. Menurutku kami terlalu banyak bersenang-senang dan bersantai. Semua yang didapat hanya setengah-setengah. Semoga masih mau dan mampu kelak menjadi neurolog. Amiin…

Share saja… Pasien yang masuk di bagian saraf mayoritas dengan keluhan sakit kepala (pusing, cekot2 dan derivatnya) serta lemas separo. Dari situ bisa muncul diagnosis CVD (TIA, RIND, stroke), vertigo perifer, encephalitis, meningoencephalitis. Kemudian nyeri “boyok” dengan diagnosis low back pain differential-nya hernia nukleus pulposus.

Tidak jarang juga kemasukan pasien histeria dan psikosomatis yang menjemukan. Entah karena cari perhatian atau tipe kepribadian histrionik atau malah hipokondriasis. Mereka tetap pasien yang harus dihadapi dengan tenang hati.

Tiga kasus paling menarik menurutku yang kutemui adalah:

  • Epilepsi pada usila
  • Guillain Barre Syndrome dengan komplikasi paralisis otot pernapasan
  • Hydrocephalus akut e.c haemorrhagic stroke

Yuk dibahas satu persatu….^o^

EPILEPSI PADA USILA

Kebetulan ini pasienku jadi aku bisa cerita banyak disini.

Gambaran kasus, pasien laki-laki usia 73 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan pengantar puskesmas karena kejang selama 30 menit, tidak dijelaskan apakah tonik-klonik atau parsial. Sebelum kejang pasien sempat dirawat di puskesmas selama 2 hari karena hipertensi maligna. Setelah diijinkan pulang dan di rumah 1 hari pasien tiba-tiba terjatuh dan kejang hebat menurut keluarga. Pasien dibawa ke RSU setelah tenang. Riwayat sebelumnya, pasien sering mendadak tidak sadar beberapa saat (lena) dan tersadar kembali beberapa menit kemudian. Kami asumsikan pasien terserang epilepsi lena sebelumnya. Setelah dirawat pasien lemas sekali, kesadaran menurun (somnolen) selama 24 jam pertama. BAK kurang.

Pemeriksaan Fisik:

Keadaan Umum somnolen, lemah, non kooperatif

Vital Sign        TD 160/100 mmHg

N 78 x/menit

t 37 derajat C

RR 20 x/menit

Meningeal sign –

Extremitas       Ref fisio (+) untuk semua ekstremitas

Ref pato (-)

Kekuatan (3-4) untuk semua ekstremitas

Diskusi dengan dokter pengampu, pasienku terkena Epilepsi DDx stroke hemoragik. Bisa jadi stroke tersebut yang menyebabkan pasien epilepsi. Sebenarnya dengan riwayat hipertensi yang diderita kita bisa curiga ada gangguan vaskuler — membentuk epileptic area di otak yang mendasari terjadinya kejang pada pasien. Serangan lena sebelumnya menunjukkan kemungkinan pasien mengalami epilepsi parsial. Keadaan yang lemas pada saat dirawat hari-hari pertama menunjukkan Todd’s Paralysis yang biasa terjadi pada pasien post convulsion. Terapi dengan antiepilepsi dan suportif untuk kelemahan seluruh tubuh yang dialami.

Guillain Barre Syndrome (GBS)/ Sindrom Landry

Merupakan suatu sindrom klinik dengan etiologi yang tidak diketahui dengan pasti, ditandai dengan onsetnya yang akut, menyeluruh, melibatkan radix saraf dan kadang-kadang saraf otak.

Keluhan utama pasien kedua anggota gerak bawah terasa lemah terjadi secara mendadak kebanyakan didahului dengan panas beberapa hari sebelumnya (biasanya akibat infeksi virus à reaksi autoimun). Kelemahan menjalar asenderen (dari bawah ke atas). Refleks fisiologis menurun hingga arefleksia.

Pada pasien yang dirawat ini (laki-laki 42 tahun) pada hari ke-5 terjadi paralisis sempurna otot-otot pernapasan. Pernapasan tipe abdominal rata-rata 32 kali/menit. Dibutuhkan oksigen untuk menyuplai kebutuhan paru-parunya. Dada terasa panas karena polineuropati yang dialami. Pasien sempat  mengalami penurunan kesadaran dan diputuskan penggunaan ventilator di ICU oleh Sp.Paru yang dikonsuli. Karena ternyata ICU penuh dan keesokan harinya kondisi pasien tidak memburuk, diputuskan maintenance dengan oksigen per kanul saja. Semoga tidak ada progresivitas (walau sebenarnya kecurigaan progresif sudah ada dengan adanya komplikasi pada minggu pertama sakit). Penyembuhan biasanya dalam 6 bulan. Tidak ada terapi yang efektif, dapat diberi kortikosteroid untuk supresi imun.

HYDROCEPHALUS AKUT e.c HAEMORRHAGIC STROKE

Ciri stroke hemoragik menurut algoritma stroke Gadjah Mada penurunan kesadaran dan nyeri kepala atau nyeri kepala saja bisa ditambah dengan refleks Babinski (reflek patologis) positif.

Keberadaan hidrocephalus akut diiketahui dari CT scan. Pada pasien ini terdapat penumpukan cairan di ventrikel lateralis. Hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan karena masih bisa drainase ke ventrikel III dan IV di bawahnya. Jika penumpukan terjadi di ventrikel bawah baru menimbulkan keadaan darurat. Pasien ini diberikan terapi konservatif dan observasi penuh di ruang VIP sehingga kami para koas tidak melakukan follow up, hanya menemani visite dokter jika diajak.

Stroke adalah fenomena yang sangat sering terjadi pada orang tua belakangan ini. Stroke adalah gangguan fungsional otak fokal atau global yang timbul mendadak akibat gangguan aliran darah di otak (bukan karena tumor atau trauma kepala) dengan manifestasi hemidefisiensi motorik, dapat disertai dengan atau tanpa hemidefisit sensorik, kelumpuhan saraf otak, afasia, dan penurunan kesadaran. Stroke lebih mudah terjadi jika ada faktor predisposisi seperti hipertensi kronis, diabetes tak terkontrol, dislipidemia, aneurisma, dll. Stroke ada 2 jenis yaitu perdarahan dan nonperdarahan. Lama perawatan untuk nonperdarahan 2 minggu dan yang perdarahan 3-4 minggu tergantung keadaan. Terapi selain neuroprotektan dan antiedema otak. Khusus untuk nonperdarahan diberikan terapi pencegahan dengan ASA (Acetyl Salycilic Acid) seperti aspirin dan dipiridamol. Tekanan darah tidak boleh diturunkan secara progresif kecuali tekanan sistolik lebih dari 240 mmHg atau diastolik lebih dari 130 mmHg. Obat penurun tensi yang paling cepat adalah Nifedipin.

Demikian stase saraf yang menyenangkan ini, semoga semangatku di stase selanjutnya tidak mengendur, amiin. Menyongsong ujian minggu terakhir…..

1 Comment (+add yours?)

  1. Abe apa adanya
    Oct 23, 2010 @ 07:49:23

    Makasih, info soal sh, pendek tapi bmanfaat, mdh2an kedepan bs lebih lengkap. Kbetulan nyokap kena sh, n dioperasi. Tx

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: