Diet…

“aduuh perutku dah buncit niih….”

“wow, pipiku jadi kayak bakpau gini…”

“iih…bajuku dah ga muat…”

Dan yang paling parah….. “Apaa??? Berat badanku naik 5 kg???”

Yaak…biasanya kalimat-kalimat keluhan itu keluar dari orang-orang yang aware akan penampilannya dan lebih tepatnya merasa gendut alias gemuk alias gembrot alias kelebihan berat badan alias overweight, ekstremnya obesitas (hehe,,,ini mah lebih dari 10 kg kali naeknya….). ^^

Solusi yang diambil pastilah: “DIET aaaah….” Hmm…sepertinya ada missword to use here.

Sebenarnya diet itu menurut sebuah kamus sebagai berikut:

diet1

n

1. (Medicine)

a. a specific allowance or selection of food, esp prescribed to control weight or in disorders in which certain foods are contraindicated a salt-free diet a 900-calorie diet

b. (as modifier) a diet bread

2. (Cookery) the food and drink that a person or animal regularly consumes a diet of nuts and water

3. regular activities or occupations

vb

(Cookery) (usually intr) to follow or cause to follow a dietary regimen

[from Old French diete, from Latin diaeta, from Greek diaita mode of living, from diaitan to direct one’s own life]

Jadi intinya diet adalah mengatur asupan makanan agar tercukupi kebutuhan gizi atau nutrisinya. Diet bukan hanya untuk pembatasan makanan. Kita setiap hari melakukan diet, melakukan pengaturan terhadap menu makanan kita. Nah…masalahnya apakah sudah benar apa yang kita makan itu? Sudah cukupkah dengan kebutuhan kita? Sesuaikah?

Kalau kita bicara DIET maka kita bicara tentang berapa kalori, berapa jumlah yang diijinkan per hari sesuai AKG (angka kecukupan gizi). Tapi sepertinya itu urusan “dietrician” (sebenernya sih dokter harus tau..tapi aku males jew pake itung-itungan gituuuu…—hate mathematics muuuuccchhhh T.T—) udah deh “kiralogi” saja yupz ..hehe…

Masalah utamanya, apa aja nih yang baik jadi asupan makanan? Bagaimana cara mengkombinasi? Trus isu sekarang tentang diet sesuai golongan darah itu gimana ya?

Iya iyaaa sabaar….aku jelaskan…hehe…(sok iyee…). Hemm… masih inget to pelajaran jaman es-de kalau asupan makanan kita harus mengandung KARBOHIDRAT (nasi, kentang, sagu, umbi, jagung), PROTEIN (daging, ayam, telur, dan ikan), LEMAK, VITAMIN (B,C yang larut air, A,D,E,K yang larut lemak),  MINERAL, dan AIR (minimal 2 liter per hari itu tidak main-main saudara-saudara….hehe). Piramida makanan, cara bacanya yang paling bawah porsi terbesar yang kita makan per hari semakin mengerucut di atas berarti semakin sedikit, dapat dilihat di gambar yang terlampir. Siklus perjalanan kecukupan nutrisi juga bisa dibaca di gambar. Intinya, sejak kita dalam kandungan sampai tumbuh dewasa membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga bisa menopang tumbuh kembang kita. Terutama tumbuh kembang otak di masa balita (gold period-nya sampai usia 3 tahun). Bayangkan saja apabila asupan tidak cukup di tiap tahapnya? Naudzubillahimindzalik…. kita harus bersyukur tidak seperti saudara-saudara kita yang kelaparan sampai kena malnutrisi.

Menurut buku Food Combining (Gunawan, 2000) dijelaskan bahwa kombinasi makanan bisa dilakukan dengan sangat baik jika sesuai dengan aturan kombinasi yang baik. Maksudnya sangat baik adalah mudah dicerna dan diserap gizinya oleh saluran pencernaan.

Jenis makanan yang dibahas di buku ini untuk kombinasi adalah sayuran, karbohidrat, dan protein (kemana lemak, mineral, vitamin, dan air?? Hehe…. mungkin maksudnya sayuran mencakup mineral dan vitamin, air jelas diluar makan besar, dan lemak kita hanya butuh sedikit [10%] bisa sudah ada di bahan yang mengandung protein).

Di buku ini dijelaskan bahwa kombinasi yang bisa dipilih adalah: sayur plus protein atau sayur plus karbohidrat. Nggak ada cerita karbohidrat plus protein atau campuran ketiganya yang biasa kita makan pada “rames-an”. Hehe…aneh ya? Bisa diikuti bisa nggak kok…^^

Oiya diet golongan darah merupakan teori baru yang didasarkan pada teori antigen antibodi. Aku juga nggak begitu jelas dengan teori yang ada tapi aku tertarik dengan pola diet yang ada. Ini deh tabel daftar kesesuaian lauk, sayur, dan  buah dengan golongan darah ABO.  Silakan dicoba….^^

No Jenis bahan makanan A B O AB
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

Sapi

Kambing

Ayam

Telur ayam/bebek

Ikan laut

Udang

Cumi-cumi

Kepiting

Susu murni

Susu fermentasi

Minyak kelapa

Minyak jagung

Minyak zaitun

Kacang tanah

Mete

Kenari

Tempe/tahu

Kacang hijau

Brokoli, wortel, bayam

Terong, ubi

Jus tomat

Jeruk keprok, nanas

Apel, semangka, melon, anggur, jambu, belimbing, pepaya, pisang

Bawang putih, kecap

Saos tomat, mayonaise

X

X

=

=

+=

X

X

X

X

=

X

X

+

+

X

+

+

+

+

X

X

+

=

+

+

=

+

X

X

+

X

=

X

+

+

X

X

+

X

X

+

X

=

+

+

X

=

+

=

X

+

+

=

=

+

=

X

=

=

=

X

X

+

X

X

+

=

=

+

=

=

=

=+

=

X

X

+

X

=

+

X

=

X

X

+

X

X

+

+

=

+

+

=

=+

+

=

=

+=

+

=

Aturan di atas tidak berlaku luwes dan fleksibel. Misalnya sedang bertamu atau dijamu bisa menyesuaikan dengan tuan rumah sehingga suasana perjamuan tetap nyaman.

Oke deh sekian dulu pembahasan tentang diet dan makanan (jadi lapeeer…uupz…^^).

Firasat…

kemarin kulihat awan membentuk wajahmu

desau angin meniupkan namamu

tubuhku terpaku

semalam

bulan sabit melengkungkan senyummu

tabur bintang serupa kilau auramu

akupun sadari kusegera berlari..

cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi…

firasatku ingin kau tuk cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi…

Petikan lagu Marcell berjudul Firasat di atas menggambarkan seorang yang mendapatkan firasat tentang kekasihnya. Apa sih firasat itu?

Firasat, menurut Ibnul Qayyim adalah cahaya yang Allah berikan ke dalam hati hambaNya yang sholeh/hah. Cahaya itu menjadikan seorang hamba dapat menduga sesuatu yang akan terjadi pada dirinya, atau menjadikannya dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. (Ar-Ruh, 234).

Meski sama-sama lintasan hati, firasat yang dalam bahasa lain disebut premonition atau precognition tentu bukan su’udzon atau buruk sangka. Firasat tumbuh dari kebersihan hati karena kedekatan seseorang kepada Allah. Sebaliknya buruk sangka tumbuh dari kekotoran hati dan kejauhan hubungan dengan Allah.

Sabda Rasulullah saw, “Takutlah kalian dengan firasatnya orang mu’min karena ia melihat dengan cahaya Allah.” (HR. Turmudzi). Dalam sebuah hadits Qudsi yang shahih, Rasulullah menyebutkan, “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku yang lebih Aku cintai dari melakukan apa yang telah Aku wajibkan. Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaku dengan mengerjakan perintah yang sunnah, kecuali Aku pasti mencintainya. Dan bila aku mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar. Aku akan menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat. Aku akan menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memukul. Aku akan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dengan-Ku lah ia mendengar, melihat, memukul dan berjalan.”

Hadits qudsi ini sekaligus menyebutkan korelasi yang kuat antara kedekatan seorang hamba dan Allah, dengan cahaya Allah yang akan menjadikannya mampu memiliki firasat yang benar.

Premonition atau precognition menurut sumber lain ditandai dengan sensasi seperti kecemasan, kegelisahan, perasaan samar-samar dari bencana yang akan datang keresahan yang menimbulkan halusinasi visual atau pendengaran. Firasat kadang-kadang disebut sebagai tingkat perasaan. Sensasi cenderung terjadi sebelum bencana, kecelakaan, kematian, hal traumatis dan peristiwa emosional.

Setiap orang insyaAllah pernah mendapat firasat namun kita baru tahu kebenarannya setelah terjadi. Dan tentunya kita takkan bisa mencegah hal itu. Firasat bisa tentang diri sendiri atau orang-orang yang memiliki hubungan batin dengan kita. Bisa baik bisa buruk.

Berkali-kali dalam hidupku aku pernah berfirasat. Kadang aku ingin sebaiknya aku tak merasai apa yang belum terjadi. Contohnya waktu gempa Jogja, sehari sebelumnya aku sama sekali tak bisa tenang, ingin marah, gelisah, perasaanku tak jelas kenapa. Di hari saat Bapak kecelakaan, terpeleset dari kereta api setelah mengantarkan tasku ke atas gerbong, aku melihat aura yang aneh di wajah Bapak dan aku seolah melihat hal buruk akan terjadi tapi aku tak tahu itu apa. Setelah itu perutku tiba-tiba sakit dan keesokan harinya baru dikabari kalau Bapak terpeleset dan tangannya patah. Di hari yang sama Ibu kecopetan. Momen itu adalah keberangkatanku UM UGM. Firasat tak diterimakah?

Beberapa bulan kemudian pengumuman UM dan memang demikian hasilnya. Aku menangis tentunya. Aku tak ingin kuliah di tempat lain kecuali Jogjakarta. Ya sudah ikhtiar cari PTS. Pada hari itu ada expo pendidikan di Jogja Expo Centre, bulik mengajakku kesana dan menyebut nama UMY yang baru kali ini kudengar. Apa salahnya mencoba, pikirku. Jam 17.00 saat itu dengan mata masih sembab menuju ke JEC diantar bulik. Sampai di depan gerbang aku minta putar balik. Namun beberapa detik kemudian aku sadar aku tak boleh putus asa. Masuk ke anjungan JEC, disambut oleh seorang ukhti yang manis senyumnya menyambut kami di stand UMY. Keluargaku ingin aku masuk FK, kebetulan ada PBUD (penerimaan bibit unggul daerah). Bulik bersemangat menanyakan syarat dan lain sebagainya. Aku malah asik sendiri melihat brosur FISIPOL Hubungan Internasional yang kuimpikan sejak masih duduk di bangku SMP hanya gara-gara ingin pergi ke luar negeri dan pikiranku saat itu kerja jadi Ambassador. Keren. Tapi mendengar masuk FK UMY bisa tanpa tes dan gratis uang gedung, tertarik pula aku. Baiklah, kuambil berkas dan kukirim ke rumah. Semua diurus ibuku. Hatiku tenang dan semua dimudahkan. Inikah firasat bahwa ini jalan terbaik untukku?

Contoh lain saat aku akan jatuh dari motor. Aku melihat diriku jatuh dalam pikiranku. Aku berusaha mencegah dengan tidak naik motor sendiri. Tapi ternyata aku telah membuktikan bahwa firasat itu tak dapat dicegah. Dll..

Mungkin kalian punya contoh-contoh lain dalam hidup. Semoga kita bisa mengambil hikmah, bahwa firasat hanya datang pada hamba Allah yang hatinya bersih dan husnudzon padaNya, kita orang terpilih jika kita bisa berfirasat. Lebih banyak istighfar dan berdzikir, semoga Allah selalu meridhoi yang terjadi dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Semoga kita selalu menjadi hamba yang dekat denganNya, amiin.

Wallahua’lam bish showab.

A Book….

Pagi pertama di rumah orangtua…. Susah kalau nganggur gini, bingung mau ngapain, berasa tak produktif. Hehe…padahal kalau lagi sibuk-sibuknya minta rehat.. dasar manusia tak pernah puas… Dengan kaki masih terpincang-pincang post jatuh 2 hari yang lalu, menuju ruang tengah. Mommy lagi sibuk nulis raport dan mengamatiku yang kerjanya cuma bengong di depan televisi dan mringis nahan sakit. Sesekali melihat hasil rontgen yang sebenarnya normal. Lebay aja nih Aye… hehe…

“Bawa ke rumah sakit aja yuk..” kata Mom

“Gak mauuu paling cuma dikasih analgetik, ga papa kok…”

“Lha kayaknya ngliat kamu kesakitan gitu…”sambung Mom

“Hehe..nunggu besok, kata radiografernya kan kalo hari ke3 ga membaik nhaa baru ketemu dokter,”kilahku

“Coba kalo kamu dapet pasien kayak gitu mau kamu apain? Terapkan pada diri sendiri…”uji Mom

“……” meringis… Dan seperti kebiasaanku kalo lagi (hampir) kena seloroh panjang lebar, mengalihkan perhatian, buka-buka deretan buku dan lain sebagainya. Mom melirikku dan bilang, “Ada buku bagus tuh di tas biru,” Mata ijo..kesenengan denger kata “buku bagus”. Tanpa ba bi bu menuju rak yang dimaksud Mom dan membuka tas biru bertuliskan Total Quality Management. Oooh rupanya habis ikut pelatihan nih Mommy. Kukeluarkan isinya, sebuah buku bertuliskan “Password Menuju Sukses, Rahasia Membangun Sukses Individu, Lembaga, dan Perusahaan” karya Dr. Sumardi, M.Sc. Masih bersegel, tanda masih baru. Baiklah, pembaca perdana. Setelah mandi dan sarapan, ku hanyut dalam buku bersampul hitam yang kupegang. Seorang pendidik sejati. Ingin share di sini semua yang tertulis di sana agar semua yang baca tulisan ini ikut terhanyut dalam bahasa penulis yang membangkitkan semangat untuk sukses. Tapi ga dapet ijin repro njuk bias kena pidana ntar… hehe… kutulis sebagian saja, recommend buat baca buku aslinya. Terbitan Esensi. Intinya, dalam buku ini tertulis bagaimana definisi sukses, menurut tiap orang tentu beda. Kemudian bagaimana mengenal potensi sekaligus kelemahan diri, cara mengembangkan potensi. Di sini disajikan 3 potensi dasar pada tiap manusia, yaitu mental, fisik, dan ketrampilan. Disajikan pula tipe tipe kecerdasan yang ada dan yang harus dimiliki oleh berbagai macam pekerja. Setelah itu dibahas kita masuk tipe manusia yang mana, pendakikah? Penikmatkah? Atau malah pecundang? Wow… Start from tiga potensi dasar manusia. Di gambar ada segitiga M-K-F. Segitiga itu sama sisi, harus seimbang ketiga bagian itu dalam diri seseorang agar bisa meraih sukses. Ada orang yang memiliki karakter M+,K+,F- atau M-, K+, F+, dan lain lain. Namun jika kita temukan M+, K+, F+ contohnya, “Luar biasa! Orang itu religious, baik, dan berjiwa social (M+), pintar dalam bisnis (K+), badannya kuat dan bugar (F+). Pantaslah tahun ini dia merebut gelar “entrepreneur muda teladan”. Ia jelas termasuk SDM unggul yang kreatif dan produktif. SDM seperti ini berpeluang besar untuk sukses dalam hidupnya.” Subhanallah, ingin dong seperti itu… (kata bisnis bisa diganti dengan keahlian yang lain, dan gelarnya menyesuaikan….^^). Tentunya juga diiringi dengan rasa syukur dan rasa optimis. insyaAllah kita semua terlahir dengan kecerdasan tertentu. Semua pun bisa dipelajari. Karena manusia terlahir untuk belajar (kecuali orang malas) dan tentunya semua orang berpeluang untuk sukses. Why don’t we take the chance?

Ini dia jenis-jenis kecerdasan yang bisa dimiliki seseorang (so..kecerdasan tidak melulu di bidang akademis…): 1. Kecedasan bahasa 2. Kecerdasan logika 3. Kecerdasan visual-ruang 4. Kecerdasan raga 5. Kecerdasan music 6. Kecerdasan social 7. Kecerdasan pribadi 8. Kecerdasan masak 9. Kecerdasan alam 10. Kecerdasan emosi 11. Kecerdasan spiritual 12. Kecerdasan keuletan 13. Kecerdasan keuangan Pastilah inginnya memiliki semua tipe kecerdasan itu, tapi manusia tak ada yang sempurna. Minimal menguasai kecerdasan yang sesuai dengan pekerjaan yang digeluti, misalnya nih seorang dokter harus punya kecerdasan logika, bahasa, social, raga, keuletan/ketangguhan. Seorang guru/dosen harus memiliki kecerdasan logika, bahasa, social, raga, emosional/spiritual, keuletan. Seorang karyawan harus memiliki kecerdasan logika, bahasa dan social. Seorang pengusaha harus memiliki kecerdasan keuangan, keuletan, emosi, bahasa, dan social. Seorang penulis harus mempunyai kecerdasan bahasa, logika, pribadi, dan keuletan. Dan lain sebagainya…… cara mengembangkan tiap kecerdasan dijabarkan dalam buku ini. Intinya, semua bisa dipelajari asal MAU dan MAMPU serta yang paling penting TIDAK MALAS dan KOMITMEN. insyaAllah… innama a’malu binniat….^^

Ada di puncak piramidakah kita sekarang (pendaki, red), atau masih berada di tahap penikmat? Atau lebih parah lagi kita hanya seorang pecundang?? Naudzubillahimindzalik, tiada kata terlambat untuk sadar, bertobat, kemudian berubah. Mari kembangkan sayap, gunakan setiap peluang yang ada. Tetap di jalan yang benar meski berliku, maybe that’s an exams for us… keep the spirit on… Ridhallah, amiiin…. ^^

Kuasai dan Kendalikan Dirimu

Oleh Aribowo Prijosaksono

Hal yang paling sulit kita lakukan adalah mengalahkan musuh terbesar kita yaitu diri kita sendiri. Jika kita sudah dapat mengalahkan dan mengendalikan diri kita sendiri, berarti kita sudah mencapai tahap kecerdasan spiritual yang tinggi. Mengalahkan dan mengendalikan diri sendiri bukanlah sebuah peristiwa, tetapi sebuah kebiasaan dan kedisiplinan yang harus kita lakukan setiap hari.

Ada sebuah syair yang ditulis oleh penulis anonim, berjudul An Indian Prayer berbunyi demikian: ”I seek strength. Not to be greater than my brother, but to fight the greatest enemy, myself……” Syair ini saya temukan tertempel di kamar belajar seorang teman saya di Amerika Serikat dua puluh tahun yang lalu. Penyair ini telah menemukan rahasia terbesar kehidupan ini, yaitu pertempuran terus-menerus dengan dirinya sendiri.

Seseorang disebut ”kuat” ketika dia sudah menemukan cara untuk mengalahkan dan mengendalikan dirinya. Inilah hal yang kita sadari sangat kurang dalam diri kita. Mengalahkan dan mengendalikan diri, menurut JFC Fuller, seorang jenderal pada angkatan bersenjata Inggris, menunjukkan kebesaran karakter seseorang. Mengendalikan orang lain hanya menunjukkan sebagian kebaikan karakter kita. Jadi salah satu komponen yang penting dalam memperkaya kehidupan spiritual kita adalah pengendalian diri, yaitu mengalahkan musuh terbesar yaitu diri kita sendiri.

Lao Tsu, filsuf Cina, pernah mengatakan, ”Menundukkan orang lain membutuhkan tenaga. Menundukkan diri kita sendiri membutuhkan kekuatan.” Ternyata lebih mudah bagi kita untuk menundukkan orang lain daripada menundukkan diri sendiri. Seperti kita ketahui bahwa salah satu anugerah Tuhan kepada manusia adalah kesadaran diri (self awareness). Hal ini berarti kita memiliki kekuatan untuk mengendalikan diri. Kesadaran diri membuat kita dapat sepenuhnya sadar terhadap seluruh perasaan dan emosi kita. Dengan senantiasa sadar akan keberadaan diri, kita dapat mengendalikan emosi dan perasaan kita.

Namun seringkali kita ”lupa” diri, sehingga lepas kendali atas emosi, perasaan dan keberadaan diri kita. Oleh karena itu agar dapat mengendalikan dan menguasai diri, kita harus senantiasa membuka kesadaran diri kita melalui upaya memasuki alam bawah sadar (frekuensi gelombang otak yang rendah) maupun suprasadar melalui meditasi.

Dimensi Pengendalian Diri

Mengalahkan diri sendiri memiliki dua dimensi yaitu mengendalikan emosi dan disiplin. Mengendalikan emosi berarti kita mampu mengenali/memahami serta mengelola emosi kita, sedangkan kedisiplinan adalah melakukan hal-hal yang harus kita lakukan secara ajeg dan teratur dalam upaya mencapai tujuan atau sasaran kita.

a. Mengendalikan Emosi

Kecerdasan emosi merupakan tahapan yang harus dilalui seseorang sebelum mencapai kecerdasan spiritual. Seseorang dengan Emotional Quotient (EQ) yang tinggi memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi lebih cerdas secara spiritual. Seringkali kita menganggap bahwa emosi adalah hal yang begitu saja terjadi dalam hidup kita. Kita menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respons kita terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada kita.

Menurut definisi Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Sedangkan Anthony Robbins (penulis Awaken the Giant Within) menunjuk emosi sebagai sinyal untuk melakukan suatu tindakan.

Di sini dia melihat bahwa emosi bukan akibat atau sekedar respons tetapi justru sinyal untuk kita melakukan sesuatu. Jadi dalam hal ini ada unsur proaktif, yaitu kita melakukan tindakan atas dorongan emosi yang kita miliki. Bukannya kita bereaksi atau merasakan perasaan hati atau emosi karena kejadian yang terjadi pada kita.

b. Menguasai Diri dan Kedisiplinan

Kata ‘disiplin’ atau ‘self-control’ berasal dari bahasa Yunani, dari akar kata yang berarti ”menggenggam” atau ”memegang erat”. Kata ini sesungguhnya menjelaskan orang yang bersedia menggenggam hidupnya dan mengendalikan seluruh bidang kehidupan yang membawanya kepada kesuksesan atau kegagalan. John Maxwell mendefinisikan ‘disiplin’ sebagai suatu pilihan dalam hidup untuk memperoleh apa yang kita inginkan dengan melakukan apa yang tidak kita inginkan. Setelah melakukan hal yang tidak kita inginkan selama beberapa waktu (antara 30 – 90 hari), ‘disiplin’ akhirnya menjadi suatu pilihan dalam hidup untuk memperoleh apa yang kita inginkan dengan melakukan apa yang ingin kita lakukan sekarang!! Saya percaya kita bisa menjadi disiplin dan menikmatinya setelah beberapa tahun melakukannya.

Berikut saya mengutip tulisan John Maxwell tentang disiplin diri yang merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin:

All great leaders have understood that their number one responsibility was for their own discipline and personal growth. If they could not lead themselves, they could not lead others. Leaders can never take others farther than they have gone themselves, for no one can travel without until he or she has first travel within. A leader can only grow when the leader is willing to ‘pay the price’ for it.

Dalam buku Developing the Leader Within You, John Maxwell menyatakan ada dua hal yang sangat sukar dilakukan seseorang. Pertama, melakukan hal-hal berdasarkan urutan kepentingannya (menetapkan prioritas). Kedua, secara terus-menerus melakukan hal-hal tersebut berdasarkan urutan kepentingan dengan disiplin.

Berikut beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan disiplin diri:

1. Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.

2. Buat urutan prioritas hal-hal yang ingin kita lakukan.

3. Buat jadwal kegiatan secara tertulis (saya selalu menempelkan jadwal kegiatan saya di dinding depan meja kerja saya di rumah).

4. Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku. Jika perlu, kita dapat mengubah jadwal tersebut sesuai dengan kondisi dan situasi.

5. Berusahalah untuk senantiasa disiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri. Sekali kita tidak disiplin atau menunda kegiatan tersebut, akan sulit bagi kita untuk kembali melakukannya.

Melalui pengendalian emosi, penguasaan diri dan kedisiplinan kita dapat lebih memahami diri kita dan bagaimana cara memanfaatkan potensi luar biasa dalam diri kita sehingga kita menjadi manusia yang lebih cerdas secara spiritual. Namun, semua ini tidak akan ada artinya jika kita tidak melakukan sesuatu. Kita harus melakukan sesuatu untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan berkualitas, karena hanya kita sendiri yang dapat mengubah kehidupan kita.

———————————-

my notes:

Artikel ini kutemukan di salah satu web (maaf lupa copas darimana) semoga yang menulis ridho tulisannya di-share ulang…

Saat emosi memuncak entah marah, benci, sedih, dsb kita sering lupa daratan. Lupa harus bagaimana, lupa caranya menyikapi hidup dengan bijaksana. Semoga di pertambahan usia kita tiap detiknya kita semua bisa menjadi lebih dewasa, lebih bisa mengendalikan diri agar tidak salah bersikap yang memberikan penyesalan nantinya.

Lesson for myself, hope i can be “wiser” next time n controlling my emotion to stable condition… Ridhollah, Amiin,,,, ^^

Saraf Akhir…

Dalam hitungan hari stase ini sudah akan berakhir. Sudah mau jadi Sp.S deh (sudah pernah saraf), dan saatnya libur jeda stase. Ini nih yang bikin lama… Kebanyakan libur koasnya. Diantara senang dan susah sih. Senang karena bisa rehat setelah berjibaku di stase yang dijalani tapi susah juga karena dengan begitu memperlambat selesainya. Hmmm mau bagaimana lagi, enjoy saja. Hehe..

Entah ilmu apa yang kudapat di bagian ini. Menurutku kami terlalu banyak bersenang-senang dan bersantai. Semua yang didapat hanya setengah-setengah. Semoga masih mau dan mampu kelak menjadi neurolog. Amiin…

Share saja… Pasien yang masuk di bagian saraf mayoritas dengan keluhan sakit kepala (pusing, cekot2 dan derivatnya) serta lemas separo. Dari situ bisa muncul diagnosis CVD (TIA, RIND, stroke), vertigo perifer, encephalitis, meningoencephalitis. Kemudian nyeri “boyok” dengan diagnosis low back pain differential-nya hernia nukleus pulposus.

Tidak jarang juga kemasukan pasien histeria dan psikosomatis yang menjemukan. Entah karena cari perhatian atau tipe kepribadian histrionik atau malah hipokondriasis. Mereka tetap pasien yang harus dihadapi dengan tenang hati.

Tiga kasus paling menarik menurutku yang kutemui adalah:

  • Epilepsi pada usila
  • Guillain Barre Syndrome dengan komplikasi paralisis otot pernapasan
  • Hydrocephalus akut e.c haemorrhagic stroke

Yuk dibahas satu persatu….^o^

EPILEPSI PADA USILA

Kebetulan ini pasienku jadi aku bisa cerita banyak disini.

Gambaran kasus, pasien laki-laki usia 73 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan pengantar puskesmas karena kejang selama 30 menit, tidak dijelaskan apakah tonik-klonik atau parsial. Sebelum kejang pasien sempat dirawat di puskesmas selama 2 hari karena hipertensi maligna. Setelah diijinkan pulang dan di rumah 1 hari pasien tiba-tiba terjatuh dan kejang hebat menurut keluarga. Pasien dibawa ke RSU setelah tenang. Riwayat sebelumnya, pasien sering mendadak tidak sadar beberapa saat (lena) dan tersadar kembali beberapa menit kemudian. Kami asumsikan pasien terserang epilepsi lena sebelumnya. Setelah dirawat pasien lemas sekali, kesadaran menurun (somnolen) selama 24 jam pertama. BAK kurang.

Pemeriksaan Fisik:

Keadaan Umum somnolen, lemah, non kooperatif

Vital Sign        TD 160/100 mmHg

N 78 x/menit

t 37 derajat C

RR 20 x/menit

Meningeal sign –

Extremitas       Ref fisio (+) untuk semua ekstremitas

Ref pato (-)

Kekuatan (3-4) untuk semua ekstremitas

Diskusi dengan dokter pengampu, pasienku terkena Epilepsi DDx stroke hemoragik. Bisa jadi stroke tersebut yang menyebabkan pasien epilepsi. Sebenarnya dengan riwayat hipertensi yang diderita kita bisa curiga ada gangguan vaskuler — membentuk epileptic area di otak yang mendasari terjadinya kejang pada pasien. Serangan lena sebelumnya menunjukkan kemungkinan pasien mengalami epilepsi parsial. Keadaan yang lemas pada saat dirawat hari-hari pertama menunjukkan Todd’s Paralysis yang biasa terjadi pada pasien post convulsion. Terapi dengan antiepilepsi dan suportif untuk kelemahan seluruh tubuh yang dialami.

Guillain Barre Syndrome (GBS)/ Sindrom Landry

Merupakan suatu sindrom klinik dengan etiologi yang tidak diketahui dengan pasti, ditandai dengan onsetnya yang akut, menyeluruh, melibatkan radix saraf dan kadang-kadang saraf otak.

Keluhan utama pasien kedua anggota gerak bawah terasa lemah terjadi secara mendadak kebanyakan didahului dengan panas beberapa hari sebelumnya (biasanya akibat infeksi virus à reaksi autoimun). Kelemahan menjalar asenderen (dari bawah ke atas). Refleks fisiologis menurun hingga arefleksia.

Pada pasien yang dirawat ini (laki-laki 42 tahun) pada hari ke-5 terjadi paralisis sempurna otot-otot pernapasan. Pernapasan tipe abdominal rata-rata 32 kali/menit. Dibutuhkan oksigen untuk menyuplai kebutuhan paru-parunya. Dada terasa panas karena polineuropati yang dialami. Pasien sempat  mengalami penurunan kesadaran dan diputuskan penggunaan ventilator di ICU oleh Sp.Paru yang dikonsuli. Karena ternyata ICU penuh dan keesokan harinya kondisi pasien tidak memburuk, diputuskan maintenance dengan oksigen per kanul saja. Semoga tidak ada progresivitas (walau sebenarnya kecurigaan progresif sudah ada dengan adanya komplikasi pada minggu pertama sakit). Penyembuhan biasanya dalam 6 bulan. Tidak ada terapi yang efektif, dapat diberi kortikosteroid untuk supresi imun.

HYDROCEPHALUS AKUT e.c HAEMORRHAGIC STROKE

Ciri stroke hemoragik menurut algoritma stroke Gadjah Mada penurunan kesadaran dan nyeri kepala atau nyeri kepala saja bisa ditambah dengan refleks Babinski (reflek patologis) positif.

Keberadaan hidrocephalus akut diiketahui dari CT scan. Pada pasien ini terdapat penumpukan cairan di ventrikel lateralis. Hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan karena masih bisa drainase ke ventrikel III dan IV di bawahnya. Jika penumpukan terjadi di ventrikel bawah baru menimbulkan keadaan darurat. Pasien ini diberikan terapi konservatif dan observasi penuh di ruang VIP sehingga kami para koas tidak melakukan follow up, hanya menemani visite dokter jika diajak.

Stroke adalah fenomena yang sangat sering terjadi pada orang tua belakangan ini. Stroke adalah gangguan fungsional otak fokal atau global yang timbul mendadak akibat gangguan aliran darah di otak (bukan karena tumor atau trauma kepala) dengan manifestasi hemidefisiensi motorik, dapat disertai dengan atau tanpa hemidefisit sensorik, kelumpuhan saraf otak, afasia, dan penurunan kesadaran. Stroke lebih mudah terjadi jika ada faktor predisposisi seperti hipertensi kronis, diabetes tak terkontrol, dislipidemia, aneurisma, dll. Stroke ada 2 jenis yaitu perdarahan dan nonperdarahan. Lama perawatan untuk nonperdarahan 2 minggu dan yang perdarahan 3-4 minggu tergantung keadaan. Terapi selain neuroprotektan dan antiedema otak. Khusus untuk nonperdarahan diberikan terapi pencegahan dengan ASA (Acetyl Salycilic Acid) seperti aspirin dan dipiridamol. Tekanan darah tidak boleh diturunkan secara progresif kecuali tekanan sistolik lebih dari 240 mmHg atau diastolik lebih dari 130 mmHg. Obat penurun tensi yang paling cepat adalah Nifedipin.

Demikian stase saraf yang menyenangkan ini, semoga semangatku di stase selanjutnya tidak mengendur, amiin. Menyongsong ujian minggu terakhir…..

my fave song from ayumi….^o^

Because of you

Mata me atte soshite kotoba o kawashita
Mune ga takanatte egao de kakushita
Kimi o shiranakatta goro ni
Modorenaku narisou de

Kaze ga mou tsumetaku natta ne
Warai goe ga shiroku michiru
Wake mo naku nakete kuru no wa
Fuyu no sei kamo shirenai
Deatta yoru o ima demo oboeteru

Mata me atte soshite kotoba o kawashita
Mune ga takanatte egao de kakushita
Kimi o shiranakatta goro ni
Modorenaku narisou de

Sukoshi zutsu shitte yuku noni
Kyuu ni zenbu wakaranaku naru
Sakende mo ii tsutawaru made tsutaete

Aenai jikan ni omoi ga tsunotta
Todokanai koe ni kokoro ga itanda
Kimi o shira nakatta goro ni
Modorenaku natteita

Douka sonna fuu ni kanashige na hitomi de
Kowaresou ni kiesou ni warawanai de
Nee boku niwa nani ga dekiru

Aenai jikan ni omoi ga tsunotta
Todokanai koe ni kokoro ga itanda
Kimi o shira nakatta goro ni
Modore naku natteiru

Doushite tokidoki sunao ni ienai
Doushite tokidoki yasashiku narenai
Doushite tokidoki kizu tsuke atteru
Doushite tokidoki tashikame atteru

Doushite tokidoki… konna ni kurushii
Doushite itsu demo… konna ni itoshii

Kimi janakya dame de…
Kimi janakya dame de…

————-$$$$$$$$————–

Because of you (english)

*My eyes met yours again, we talked a little.
My heart throbbed and I hide my feelings behind a smile.
As I was afraid I might not be able to go back to the times.
When I had not known you.

The wind has already gotten cold.
Laughing voices fill the air with white breath.
It may be because of the winter.
That I feel like crying for nothing.

I remember that night when we first met even now.

* (repeat)

We have come to know each other little by little.
But suddenly I find I know nothing about you.
Please tell me what you feel by the time I understand it.
You can even shout.

My love grew when we couldn’t meet.
My heart ached because my voice didn’t reach you.
I found I couldn’t go back to the times.
When I had not known you.

Please don’t smile with such sorrowful eyes.
As if you were about to be broken and disappear.
What can I do, my dear?

My love grew when we couldn’t meet.
My heart ached because my voice didn’t reach you.
I find I can’t go back to the times.
When I didn’t know you.

Why sometimes I can’t say honestly?
Why sometimes I can’t be tender?
Why sometimes we hurt each other?
Why sometimes we check each other?
Why sometimes my heart aches so much.
Why always my heart goes out to you?
I can’t think of anyone but you.
I can’t think of anyone but you.