They just need someone to share with…

Orang gila.. Itulah gambaran RSJ. Negatif. Awalnya aku juga takut masuk sana. Takut diamuk atau diperlakukan tak semestinya seperti diludahi, dipegang-pegang, dan lain sebagainya. Tapi setelah masuk dan ikut dalam kegiatan di sana, terutama saat sesi home visit aku jadi lebih mengerti. Mereka begitu (jadi gila, jiwanya sakit) karena pribadi yang introvert bahkan antisosial. Mereka tidak percaya pada orang lain untuk menampung cerita dan uneg2 mereka hingga akhirnya semua terpendam dalam hati, ter-represi dalam alam bawah sadar dan bermanifestasi menjadi penyakit jiwa.

ANH… Inisial nama pasien yang tak akan kulupakan. Dia bukan pasienku, tapi aku yang lebih dulu empati dibanding rekanku yang mengambilnya sebagai kasus. Pertama kali melihatnya ada binar-binar semangat dan kecerdasan di matanya. Awalnya tidak ada waham maupun halusinasi yang mencolok darinya. Waham kebesaran dulunya, tapi dia lebih cenderung ingkar. Aku tak putus asa, tetap saja sabar mendengarkan celotehnya tentang sukhoi, perang nuklir, maket pesawat dan kapal laut, kuliahnya, keluarganya, cintanya, mendengarnya melantunkan ayat suci dan menggambar. Bahkan ia rela memberikan puisi2 yang ia tulis. Saat itu bahkan aku sudah nyaris give up bertanya gejalanya, tapi Subhanallah, hanya dengan bilang “kamu nggak jujur ya sama saya? Katanya nggak boleh bohong!” jadilah pucat wajahnya dan tampak keterkejutan. Walhasil dia mengakui ada yang ia sembunyikan. Rahasia katanya. Dan sungguh tidak masuk akal. Itulah waham dia, terbalut intelektualisasi dan paranoid. Punya impian besar. Itulah yang nampak darinya. Namun ternyata mentalnya tak sanggup. Saat kunjungan berikutnya sudah ditangani rekanku sendiri, aku punya kasus lain. Dan dia sempatnya bilang “saya punya buku pengembangan diri, tebal, saya kopi untuk kakak dan teman kakak ya…” makasih ya ANH, kamu memberi pelajaran berharga tentang ilmu buatku.

Di bangsal lain saat aku menemani rekanku yang lain, ada bapak paruh baya tampak lebih tua dari usia mengajakku bercerita dan dia mendoakanku banyak hal, terimkasih bapak…semoga cepat sehat jiwanya dan kembali berfungsi normal.

Pasien kasusku sendiri…. Jelas sekali tipe pribadinya yang skizoid dan paranoid. Sudah expand…keluar-masuk. Ini kali ke tujuh. Hebatnya dia punya anak dalam tahun2 dia telah sakit. Dan sakitnya bermula dari 2 jam setelah menikah. Benar2 paranoid. Sekarang tinggal gejala sisa (residual). Inilah kesalahan diagnosisku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: