Last Week in Psychiatry….

DAY 1

It’s 3rd May…. Tidak seperti biasanya, hari ini bukan hari pertama berangkat dari Jogja. Sengaja berangkat ke Magelang dari kemarin karena home visite dulu ke daerah Borobudur lagi. Daripada bolak-balik, aku langsung ke Magelang. Sendiri. Untungnya sore itu kecapekan dan ngantuk, langsung tidur, tidak berlama-lama menyendiri di luar. Sensasi sepi…hehee….

Hari Senin ini “menghadap” pembimbing presus dan disepakati maju hari Kamis. Wah…padahal persiapan maju Sabtu. Nggak bisa santai-santai, langsung kerjakan siang itu juga. Baru selesai menjelang Maghrib sesuai perkiraan. Alhamdulillah…. Besok diajukan.

DAY 2

Pengajuan presus. Baru akan dibaca besok sama dokterku. Waduh….katanya maju Kamis, dok? Jadi bingung…. Ya sudahlah nasib jadi koas…. Hehe…

Hari ini refreshing dulu lah sebelum “pembantaian” besok pagi. Ingin mencari sesuatu yang menenangkan. Terima kasih untuk yang meluangkan waktu menemaniku. ^0^

DAY 3

Siap dibantai. Alhamdulillah komentar dokter sudah lebih melunak. Dan ingatkah dengan kasus “grafik pocong”? kali ini aku sudah berusaha menampilkan grafik yang agak berliku. Komentar beliau “Ya lumayan, kemarin pocong sekarang pulau Jawa….” Wahahahahahaha….ada-ada saja…

Deal, besok maju 3 part, 2 presus dan 1 jurnal. Bismillah….nanti revisi dulu…

Setelah diskusi dengan dokter pembimbing ikut bed side teaching alias BST di unit perawatan intensif. Lumayanlah…. Pasien kami merasa kenal SBY dan seperti dikejar-kejar, diikuti kamera, dan curiga berlebih. Jadilah diagnosis skizofrenia paranoid.

DAY 4

Majuuu…. Malamnya malah nggosip sama temen dan berasa masa bodoh dengan presus pagi ini. Sudah berusaha berangkat sepagi mungkin. Masih ada yang telat datang. Dokter pertama pengampu jurnal tiba-tiba masuk dengan tampang bad mood, duduk, dan minta jurnal presentasi duluan. Bengong. Yang belum datang presentator jurnal. Bingung mau nge-les bagaimana, dokter sudah keburu marah dan bilang “merasa tidak dihargai”. Sunyi…. Setelah kejar-mengejar hari itu intinya cuma satu: “pergi dari hadapanku”…. Waw…

Siang ini go to Muntilan, ikut poli di sana. Belum selesai kami disuruh pulang. Wah… senang…. Hehe,…

DAY 5

Hari konyol dengan melakukan pengejaran part 2 pada pagi nan cerah ini. Kenapa juga pakai acara pengusiran secara tak hormat dan petak umpet. Ketawa kami melihat kekonyolan pagi ini.

Akhirnya sang dokter hanya mau tanda tangan dan kasi nilai ENAM PULUH… bayangkan, itu artinya tidak lulus kawan…. Hie hie… pengundian dokter penguji, Alhamdulillah dapat dokter yang enggak rumit tapi easy come easy go. Well, let’s check what will happen to me… setelah laporan aku dapat bangsal tempat aku akan diuji. Baiklah, besok sajalah main ke bangsal cari pasien untuk ujianku.

DAY 6

Kerajinan ceritanya. Hanya aku dan salah seorang temanku yang bertahan sampai sore untuk cari dan wawancara pasien. Menemukan satu pasien buatku dan satu pasien buatnya. Lanjut besok deh….

Malam ini aku berniat tidak mudik Jogja, capek ah, mending langsung tidur atau belajar saja. Home alone deh…. Besok rencana anamnesis pasien selengkapnya dan home visite.

DAY 7

Nggak biasanya hari Minggu pagi di Magelang. Sendirian pula. Nonton tivi sambil belajar (bisa ditebak lebih banyak nontonnya…hehe..). Jam setengah dua siang temanku baru datang di sela gerimis rintik-rintik. Rute pertama ke pasienku dulu, menurutku dia kena Skizofrenia paranoid hanya berdasar waham dan halusinasi yang ia miliki. But let’s see what it is, tomorrow in my exams.

The very last week….

DAY 1

Plan hari ini home visite then finish the status. Bareng sama seorang temanku naik motor. Awalnya ke rumah pasien dia dulu. Whaw…jauh juga, melewati pegunungan dan persawahan di bawahnya yang membentuk terasering, melewati sungai-sungai. Like this so much…. Masuk pedesaan dan jadilah home visit itu di sebuah rumah sederhana. Disuguh kopi pekat. Aku tak mau mabuk deh… akhirnya digantikan the tawar dengan ampasnya sekaligus. Ya Rabb… demi menghargai harus diminum. Fyuuuh….

Next masuk kota, Alhamdulillah pasienku rumahnya di belakang pecinan, jadi agak gampang nyarinya. Sorenya mati-matian menyelesaikan status, menulis indah tentang pasien dan kehidupannya. Besok pagi harus maju ujian! Feelingku mengatakan harus besok!

DAY 2

Ngeprint dulu di kompleks pertokoan yang lumayan buat capek dengan berjalan kaki. Then cari dokter di ruangnya, disuruh ujian ba’da dhuhur. Bismillah, pulang dulu belajar lagi.

Siangnya agak telat setengah jam lah dari janji. Alhamdulillah waham dan halusinasi masih bisa dijelaskan oleh pasienku. Tapi….diagnosisku paranoid gugur karena afek-nya tidak mendukung, tidak ada tatapan paranoid dan tidak ada keinginan menghindar yang merupakan ciri khas paranoid.

DAY 3

Ujian part 2 gagal karena pengujiku pergi… (terbukti deh easy come easy go..hehe..), tunda hari Jumat. Hah…males pula mau belajar lebih. Let’s have fun to Jogja…. Ga mau melakukan kekonyolan lagi dengan stay di Magelang in holiday…. ^^

DAY 5

Let’s do the examination part 2… Then… bye Magelang welcome Wonosobo… fyuuh…. Sabaar kurang 3 bulan ini…. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: