Stase Jiwa…(chapter 1: a new beginning)

Hwaaa… Akhirnya sampai juga di RSJ kota Magelang yang amat luas dan nampak seolah hutan belantara. Lama-lama baru sadar keadaan seperti itu (seolah hutan, red) dengan suara ceruit rayap di pohon-pohon besar, teduhnya suasana karena payung pohon raksasa, dan segarnya udara di sekitar membuat ketenangan, terapi oksigen, dan tentunya mempercepat kesembuhan. Oke lho buat meditasi. Baiklah, simak baik-baik perjalanan koasisten di sana…

Kami bertujuh bertugas di sana, 4 orang dari home base wonosobo dan 3 dari temanggung. Berempat termasuk aku, kost di salah satu rumah PT Timah (pensiunan tentara tinggal di rumah, hoho..) satu rumah berempat komplit dengan tivi, kompor, dan segala perabot. Alhamdulillah. Bapak-ibu kos juga sangat baik pada kami, seolah anak sendiri.

DAY 1

Masuk lewat gerbang yang kejauhan… Dari kost-an perjalanan kami hampir 15 menit, hampir 1,5 km… Subhanallah… Setelah lapor ke diklat kami orientasi ke unit perawatan intensif dan ke poliklinik jiwa. Setelah itu belanja sayur di dekat masjid (masak sendiri dong ceritanya..hoho..). Disana bertemu pasien jiwa yang sudah agak mendingan berkeliaran. Salah satu mendekat dan bilang “njaluk duit bu.,,,” begidik, “ga punya duit…” ngaciiir…

Next ktemu lagi tiba-tiba mendekat dan dengan lancarnya dengan afek datar bilang “i want to see u i love u more than i can say..” pengen ketawa tapi tidak boleh. Perut rasnya mulas…hoho…

Jaga sore ada pasien bangsal yang main tiba-tiba mendekati aku dan temanku “dokter muda ya?” senyumnya ramah… “iya” jawab kami takut dan segan. “kenalkan saya Suroso, nama dokter?” bergantian tanya padaku dan temanku, aku menjawab singkat dan enggan “ayu” sambil melirik name tag-ku dia senyum dan komentar..”oktavi..a..yu?” sambil melirik name tag-ku sendiri aku mengiyakan. Tanpa dinyana dia komentar lagi “ayu tenan…” walah-walah…”terimakasih” ucapku sambil menundukkan kepala dan pergi dari TKP.

Setelah itu kedatangan 2 pasien baru yang harus kami follow up…

uwh…hari yang cukup melelahkan…but it’s great experience….

DAY 2

Menikmati tidur dengan nyenyak semalam karena kelelahan yang luar biasa. Pagi ini kami menunggu diperkenalkan pada dokter. Jam 9 pagi ikut visite ke bangsal perawatan intensif. Banyak lagi kelucuan orang-orang sakit jiwa tapi juga kasihan. Naudzubillahimindzalik. Yang aneh adalah mereka malah bisa nasehati yang sehat. Ada seorang yang ber”pidato” demikian “saya sudah baik-baik saja. Sudah merasa tenang. Pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna. Baik dan buruknya seseorang ada pada hatinya. Tergantung pikirannya.” subhanallah…

DAY 3

Kali ini jaga di bangsal perawatan intensif wanita. Pasien lebih sedikit dibanding bangsal pria dan tentunya jauh lebih tenang. Hal ini menunjukkan cowok lebih agresif ya… Ini dikarenakan pria menggunakan lebih besar kapasitas otak kiri sehingga semua berdasar logika atau pikir yang ia yakini. Sedangkan wanita lebih bisa menahan respon sebab bisa menggunakan keduabelah otak secara seimbang sehingga lebih cenderung menutup diri dan berkesan depresif. Ada seorang pasien berumur belasan tahun tiba-tiba menyalami kami semua dan memperkenalkan diri sebagai pelari dan menyebut lengkap namanya. Hampir semua pasien selalu bisa mengingat namanya. Betapa nama adalah id yang takkan terlupakan kecuali amnesia.

Selanjutnya kami bimbingan gangguan kepribadian. Selama hampir 2 jam tertawa karena cara membawakan materi sang dokter yang kocak sekali dan kami tak henti bertanya tentang “kepribadian”. Suatu materi yang selalu menarik untuk dibahas. Seorang disebut memiliki pribadi yang kental setelah beranjak dari usia 19 tahun, sebelum itu jati diri seseorang belumlah matang. Tipe kepribadian menurut ilmu psikologi beda dengan ilmu psikiatri. Dalam ilmu psikologi tipe-ku adalah perfeksionis-melankolis sedangkan menurut ilmu psikiatri aku cenderung anankastik (hampir setara dengan perfeksionis) dan tidak mungkin karakter itu berdiri sendiri. Pasti ada kecenderungan lain, seolah kita melukis, disebut lukisan jika ada lebih dari satu unsur warna. Begitupula kepribadian, akan menyusun suatu individu dengan serpihan-seprihan pola tertentu untuk menghasilkan seorang yang unik. Oleh karena itulah tiada mungkin 2 orang memiliki karakter yang persis sama. Sekalipun kembar konstitusinya pasti beda karena selain oleh genetik juga dipengaruhi lingkungan dimana evolusinya sepanjang hidup. Subhanallah… Setiap pribadi bisa jadi memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan kepribadian/jiwa, sesuai data WHO malah 60% populasi beresiko, 20% terkena gangguan jiwa, dan 20% sisanya borderline, namun semua bisa dikendalikan jika tilik diri dan coping dari diri dan lingkungan cukup baik dalam memberi suport pribadi yang nyaris roboh. Selama tidak ada disfungsi maka gangguan kepribadian apalagi gangguan jiwa tidak bisa ditegakkan. Pada tipe-tipe yang rawan untuk mengalami gangguan haruslah sangat mengenal diri agar bisa menjauh dari hal-hal yang bisa merobohkan eksistensi dirinya sehingga harmoni bisa tercipta indah.

DAY 4

Hari kedua di bangsal UPI wanita. Cukup sering dan lebih berani dalam berinteraksi dengan penderita. Sayang sekali aku belum menguasai dengan baik simtomatologi. Maklum, minggu awal. Hari ini ikut presus residen, ternyata hampir sama dengan tugas koas, hanya LOC-nya tentunya lebih. Hmm..pingin cepat jadi residen, tapi residen apa ya? Mencari risk terkecil akibat ilmu terkait.

Baiklah, lelah sudah sangat terasa…jumpa lagi esok hari. Dimulai dari kegiatan di UPI W, semoga tidak membuatku bosan. Semangat untuk kembali ke jogja hari Sabtu membuatku tetap bergairah untuk menjalani hari-hari yang melelahkan tapi menyenangkan di RSJ. Adakah cinta disana?

DAY 5

Jumat adalah hari paling dinanti, selain memang hari terindah sepanjang 1 pekan sebab hari doa mustajab, apalagi hari Jumat, sepertiga malam, kala hujan pula, Subhanallah… Ingin selalu bersimpuh menghiba pada-Nya, bermanja-manja dalam heningnya malam. Hanya berdua. Tapi setan rupanya lebih sering berkuasa. Audzubillahiminassyaitonirrojiim..

Baiklah, hari ini cukup tidak menyenangkan, sepertinya PMS, gerah terus rasanya, pusing, lelah, ditambah perut mulas. Inginnya selalu marah pada hal-hal tak beres. Maafkan teman, selalu kalian jadi korban. Tadi ngobrol lama dengan pasien depresi berat disertai harga diri rendah pasca skizofrenia. MasyaAllah…sulit sekali membuatnya percaya dan mau memikirkan hal positif. Kekecewaannya pada diri dan lingkungan membuat jiwanya hancur berantakan. Mati, selalu itu yang diinginkan. Dia mengatakan tidak bisa berdoa. Ya Allah, tuntunlah mereka kembali pada-Mu… Berserah hanya pada-Mu. Ingin sekali menghadirkan senyum di wajah mereka tanda mereka bahagia dan menerima hidup. Sulit ya bersyukur dalam segala keterbatasan? Ya Rabb ajarkan kami untuk bisa belajar dari mereka agar kami tidak sampai terjatuh dalam jurang seperti mereka. Amiin…

DAY 6

Whaaa….Alhamdulillah minggu pertama di stase ini sudah terlewati dengan baik. Semoga 4 minggu ke depan jauh lebih baik. Amiin. Hari ini bimbingan dengan expertnya. Cukup menarik dan jadi lebih mengenal simtomatologi dalam psikiatri. Great… Semangat untuk segera pulang ke Jogja membuat kami melupakan penat seminggu ini dan bersemangat. Wait for us Jogja…. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: