CERMINAN DIRI ANDA

(disadur dari bulletin Jum’at At Tauhid edisi IV/26 oleh Ust. Abu Ahmad Said Yai)

Sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan diri anda. Cukup dengan melihat dengan siapa saja anda bergaul. Seperti itulah cerminan diri anda. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin adalah cerminan dari saudaranya yang mukmin.” (HR Abu Dawud dihasankan oleh syaikh Al-Albany). Kalau seseorang biasa berkumpul dengan penjudi, maka kurang lebih dia seperti penjudi. Begitupula sebaliknya, kalau dia rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu.

Allah ta’ala menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus untuk ruh tersebut. Diantara sifat-sifat ruh adalah tidak mau berkumpul dengan yang lain jenis. Rasulullah SAW bersabda, “Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). Oleh karena itu, jika mereka saling mengenal maka akan bersatu, dan jika tidak saling mengenal maka mereka akan berpisah.”

Jangan salah dalam memilih teman

Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, Islam mengajarkan pada kita agar tidak salah pilih teman. Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Maka hendaklah diantara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.” (HR At-Tirmidzy dishahihkan oleh syaikh Al-Albany).

Tidak diragukan lagi bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan, dan sifat-sifat seseorang.

Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-Qasim berkata, “Sifat dari seorang manusia adalah cepat terpengaruh dengan teman sepergaulan. Manusia bisa terpengaruh (dari orang lain) bahkan dari seekor binatang ternak. Perhatikanlah sabda Rasulullah SAW, “Kesombongan dan keangkuhan dalam berbicara terdapat pada penggembala onta. Dan ketenangan terdapat pada penggembala kambing.” (HR Bukhari-Muslim)

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa di dalam penggembalaan unta terdapat kesombongan dan keangkuhan, sedangkan di dalam penggembalaan kambing terdapat ketenangan. Jika dengan hewan saja yang tidak memiliki akal  dan tidak mengetahui maksud dari ucapan manusia bisa terpengaruh seperti itu, maka bagaimana pendapatmu dengan orang yang bisa berbicara denganmu, paham perkataanmu, bahkan terkadang mengajakmu kepada hawa nafsu serta menghiasimu dengan syahwat? Bukankah hal itu berarti manusia lebih cepat terpengaruh dengan pergaulan?”

Pilihlah teman yang mempunyai sifat berikut

  • Benar aqidahnya

Ini menjadi syarat mutlak dalam memilih teman. Dia harus beragama Islam dan beraqidah. Tidakkah kita semua tahu cerita wafatnya paman Rasulullah SAW _Abu Thalib_, ketika berbaring dan menunggu maut menjemput. Tatkala itu disampingnya ada Rasulullah SAW serta sahabat-sahabatnya yang kafir yaitu Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah. Pada saat itu Rasulullah SAW berkata, “wahai pamanku! Katakanlah “laa ilaaha ilallaah”. Lantas mereka berdua berkata, “wahai Abu Tholib, apakah kamu membenci agama Abdul Mutholib?”  Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam terus mengucapkan kalimat semacam tadi dan sahabat-sahabat Abu Thalib pun terus mempengaruhinya. Sampai akhirnya dia tidak mau mengucapkan laa ilaaha ilallah dan memilih tetap berada pada agama Abdul Mutholib (yang kafir).

  • Selamat manhajnya

Ini juga menjadi sifat mutlak yang kedua dalam memilih teman akrab. Oleh karena itu, Islam melarang berteman dengan ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu.

Ibnu Abbas radhiyallahuanhuma berkata, “Janganlah kalian duduk-duduk dengan mereka dan menimbulkan penyakit hati (yaitu bid’ah).”

Bagaimana mungkin seorang ahlus sunnah berkumpul dengan ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu dengan prinsip kebersamaan? Perlu diketahui bahwa persatuan semacam ini hanyalah persatuan yang semu.

  • Taat beribadah dan menjauhi perbuatan maksiat

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sebarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Allah, pada waktu pagi dan petang, (yang mereka itu) menginginkan wajah-Nya.” (QS Al Kahfi: 28)

Ibnu katsir rahimahullah berkata mengenai tafsir ayat ini, “Duduklah bersama orang-orang yang mengingat Allah, bertahlil, memuji, bertasbih, bertakbir, dan memohon pada-Nya di waktu pagi dan petang, baik mereka itu orang miskin atau kaya, baik mereka itu orang kuat atau lemah.”

  • Berakhlak dan bertutur kata baik

Rasulullah SAW bersabda, “orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzy).

Al Ahnaf bin Qais berkata, “Kami dulu selalu mengikuti Qais bin ‘Ashim. Kami belajar darinya kesabaran dan kemurahan hati sebagaimana kami belajar fiqih.”

  • Suka menasehati dalam kebaikan

Teman yang baik tentu tidak senang jika temannya jatuh dalam perbuatan dosa. Jika anda memiliki teman, tetapi dia tidak pernah menegur anda ketika berbuat kesalahan, maka perlu dipertanyakan apakah dia benar-benar teman sejati. Salah satu ciri orang yang tidak rugi sebagaimana disebutkan Allah ta’ala di dalam surat Al-‘Ashr yaitu orang-orang yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Rasulullah SAW bersabda, “salah seorang diantara kalian tidak dikatakan beriman (dengan sempurna) sampai dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari-Muslim).

  • Zuhud dengan dunia dan menjauhkan diri dari mengejar-ngejar kedudukan

Teman yang baik tentu tidak akan menyibukkan saudaranya dengan perkara-perkara duniawi. Seperti sibuk membicarakan model-model mobil mewah, dll. Rasulullah SAW bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia maka Allah akan mencintaimu. Zuhudlah terhadap sesuatu yang dimiliki manusia, maka manusia akan mencintaimu.” (HR Ibnu Majah)

  • Banyak ilmu atau dapat berbagi ilmu dengannya

Tidak salah lagi, berteman dengan orang-orang yang memiliki dan mengamalkan ilmu agama akan memberi pengaruh besar pada diri kita.

  • Berpakaian islami

Teman yang baik selalu memperhatikan pakaiannya, baik dari segi keislaman, kebersihan, dan kerapian. Syaikh Bakr Abu Zaid berkata dalam kitab Hilyah-nya, “Perhiasan yang tampak menunjukkan kecondongan hati. Manusia akan menggolongkanmu berdasarkan pakaian yang engkau kenakan. Oleh karena itu, pakailah pakaian yang dapat menghiasi dirimu dan bukan malah mengenakan pakaian yang menjelekkanmu. Janganlah mengenakan pakaian yang menimbulkan celaan di tengah orang banyak atau menimbulkan ejekan dari orang lain.”

  • Selalu menjaga kewibawaan dan kehormatan diri dari hal-hal yang tidak layak di mata masyarakat

Teman yang baik selalu menjaga dirinya dari hal-hal itu, kendati pun hal-hal tersebut adalah perkara yang diperbolehkan dalam agama. Kalau seandainya suatu daerah menganggap bahwa main billiard (bola sodok) adalah suatu ‘aib, maka tidak sepantasnya berteman dengan orang-orang yang suka bermain permainan semacam itu. Betapa indah ucapan Imam Asy-Syafi’i, “Seandainya saja air yang dingin merusak kewibawaanku, tentu saya akan minum hanya dari air yang panas.”

  • Tidak banyak bergurau dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat

Rasulullah SAW  bersabda, “diantara ciri baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR Tirmidzi)

Memang kelihatannya agak sulit mendapatkan teman seperti di atas, akan tetapi dengan izin Allah kemudian dengan usaha keras serta do’a, kita akan mendapatkan orang-orang seperti itu.

Lingkungan yang islami sangat mendukung untuk mendapatkan orang-orang seperti itu.

Perlu menjadi catatan, bukan berarti kita tidak bergaul dengan orang-orang di sekitar kita.  Bukan berarti kita tidak bergaul dengan orang-orang kafir, ahli bid’ah, fasik, dst. Kita harus tetap berdakwah. Kita harus melihat maslahat dan mudharat (bahaya) yang akan terjadi pada diri kita dan orang-orang lain di sekitar kita pada saat bergaul dengan mereka.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin berkata, “Jika di dalam pergaulan dengan orang-orang fasik menjadikan sebab datangnya hidayah bagi mereka, maka tidak mengapa engkau berteman dengan orang semacam itu. Kamu bisa mengajak mereka bergaul dengan syarat tidak sampai mengotori kehormatanmu di mata masyarakat. Betapa banyak orang-orang fasik yang mendapatkan hidayah karena berteman dengan orang-orang yang baik.

Ingatlah, di dalam masyarakat, jika tidak memilih teman yang baik, maka anda dapat memilih. Anda akan mempengaruhi orang lain sehingga mereka menjadi lebih baik atau anda akan mendapat pengaruh dari orang lain sehingga anda menjadi rusak. Ingat! Tidak ada pilihan yang ketiga.

Catatan kaki….

Teman, sahabat, kawan, rekan, sohib, sobat, dan sebutan lain untuk seseorang yang bergaul dengan kita dengan baik adalah orang-orang yang menjadi salah satu aspek lingkungan bagi kita. Selain genetik, lingkungan-lah yang mempengaruhi fenotip (output) kita. Kita akan dipandang, dikenal dengan siapa kita bergaul. Memang benar juga isi tulisan di atas, bahwa kita tidak punya pilihan lain selain menjadi penentu lingkungan kita sendiri, termasuk memilih teman (apalagi teman hidup..he…). Padahal waktu sekolah dulu kita diajari “jangan pilih-pilih teman”. Nha…disini maksudnya kita tidak boleh memandang sebelah mata ataupun memusuhi. Semua adalah teman, bukan lawan. Tetapi kepada siapa kita bergaul intens dan mempercayai lebih adalah orang-orang terpilih kita. Sekalipun kita bilang tidak percaya pada orang, tetapi kepada siapa kita ‘curhat’ itulah seseorang yang kita percaya. Walau kadang proses pen-curhat-an itu spontanitas dan emosional dan menyesal telah membicarakan hal pribadi tersebut. Secara tak sadar kepercayaan sudah ada.

Marilah kita merenung, sudahkah orang-orang di samping kita adalah teman-teman terbaik untuk kita? Yang memberikan ketenangan dan kenyamanan? Step ahead to close to Allah…? only U known it…..^^

a song by Raihan….Mengemis Kasih

Tuhan dulu pernah aku menaruh simpati

Kepada manusia yang alpa jua buta

Lalu terseretlah aku di lorong gelisah

Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya

Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu

Tak ingin lagi kuulangi kembali

Gerak dosa yang mengiris hati

Tuhan.. dosaku menggunung tinggi

Tapi rahmatmu melangit luas

Harga selautan syukurku hanyalah setitis nikmatMu di bumi

Tuhan…walau taubat sering ku mungkir namun pengampunanMu tak pernah bertepi

Bila selangkah ku rapat padaMu seribu langkah Kau rapat padaku

Allah…… Allah….. Allah…..

Thank U Allah…….

1 Comment (+add yours?)

  1. dwiatmirahayu
    Apr 08, 2010 @ 03:38:13

    InsyaAlloh anakku bisa memilih teman yang sesuai dengan syarat diatas!

    P = G + E

    G nya semoga dah mencukupi ya! wkwkwk!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: