forensik oh forensik….

Dua minggu sudah terlewati. Dua minggu yang penuh kecemasan kalau-kalau istirahat malam terganggu. Dua minggu yang penuh kekhawatiran pulang membawa aroma tak sedap sedangkan dalam ruangan rasa mual dan muntah tak bisa dihindarkan. Dan… dengan begitu tak ada niatan sedikitpun untuk jadi Sp.F selain” Sudah pernah Forensik”. Cukup. Rasanya tidak nyaman berada dalam lingkungan ber-afek datar, berurusan melulu dengan hukum, dan tentunya kematian tak wajar.

Hikmah yang kudapat dalam perjalanan stase ini adalah untuk menghargai kehidupan, hidup dengan sebaik-baiknya, agar ridho Allah selalu dan matipun khusnul khatimah. Amiin.

Pertama kali aku menginjakkan kakiku di instalasi forensik, selain dada berdebar-debar karena takut dan stress yang tiada kunjung membaik sampai minggu kedua tiba, aku juga merasakan satu sensasi akan takut mati. Takut mati dalam keadaan tak wajar. Takut jika diri, keluarga, sahabat, orang-orang tersayang yang seperti itu. Naudzubillahimindzalik …..

Memang, kematian adalah suatu misteri. Tapi amal hidup seseorang di dunia pastilah menggambarkan bagaimana cara dia mati. Jika ingin dihargai saat mati, maka hargailah kehidupan dengan memberikan manfaat sebesarnya untuk hidup dan kehidupan di jalan yang Allah ridhoi.

Belum terlambat untuk bertaubat. Masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik, yang terbaik bagi diri sendiri. InsyaAllah…

Sharing…..

Kami bersembilan, terdiri dari 3 tim dari 3 rumah sakit yang berbeda. Menjadi satu kelompok solid dan satu visi-misi. Senang sekali bertemu mereka semua. Hidupku jadi lebih berwarna dalam suasana kelabu di ruang otopsi. Untuk kebersamaan, aku merasa tak ingin berpisah dengan mereka, tapi untuk stase aku ingin segera diakhiri. Dan tepat pukul 00.00 WIB tanggal 28 Maret 2010, stase kami berakhir. Syukur Alhamdulillah…. Mendapat sembilan kasus untuk sembilan personil. Tidak kurang dan tak lebih. Cukup. Walau sebenarnya jatah minimal hanya empat saja. Semoga menjadi berkah. Amiin.

Aku tak tega menuliskan kasus yang ada, entah kenapa untuk mengingat saja hatiku miris.

Sekian dulu ya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: