Akankah….?

Andai kutahu kemana langkahku akan terhenti maka tak kan ada aku diantara puing-puing kegagalan ini. Andai saja kutahu kegagalan akan terjadi maka takkan kucoba melangkah di jalan berliku ini. Andai saja kutahu jalan ini tak lurus dan lapang untukku takkan ada aku beristirahat dan bersenang-senang semu di tepiannya, takkan pula aku ragu untuk berbalik arah dan mencari kesesatan yang kubuat sendiri.

Namun…

Aku tak tahu dan memang aku tak bisa tahu sebelum mencoba melangkah. Melangkah di likuan tanpa arah yang jelas dan keraguan yang sangat. Menjawab tanya kenapa langkahku menapak seolah mantap tak pernah bisa aku terangkan dalam kata yang mudah dimengerti. Tandanya aku bukan diriku.

Kesadaran membuatku tertawa pada diriku. Menertawakan kecerobohanku, ketergesaan dan naifnya aku. Hingga terbayar impas semua di hadapku dengan hitungan.

Berkali aku terseok, terjatuh pada lubang yang sama dan intinya sama, lubang itu kubuat sendiri dan tanpa sadar aku terperosok jatuh. Sendiri. Walau kesannya masing-masing beda. Belajar dari kegagalan. Pesan klise yang selalu kucoba terapkan. Nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan karena itu aku bimbang, semakin bimbang ragu akan semua rasa dan asa yang kembali tercipta. Meski aku bisa tersenyum lega bahwa aku tidak sepenuhnya kehilangan, hatiku selalu menimbang “Akankah untuk selamanya?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: