New stase new start new spirit

whoooaaaa….Subhanallah walhamdulillah sudah masuk stase berikutnya, family medicine. Stase ini berlangsung 2 minggu, masa aktif 1 minggu. Aku dan 2 orang temanku (trio kwek-kwek) mendapat tempat di pkm gedong tengen. Awalnya kami bertiga tak dapat tempat kosong. Ada 5 orang yang memang dapat jatah masuk pada kesempatan ini. Jatah kosong putaran ini di puskesmas tegal rejo. Kami antri deh di urutan 6-8, semoga saja masih bisa masuk atau kebagian tempat. Iseng saja aku dan seorang temanku ngecek satu-satu daftar puskesmas dan jadwal masuk. Eh…ternyata gedong tengen kosong pas tepat saat kami akan masuk. Alhamdulillah, masih ada harapan bagi kami. Walau awalnya tak mengijinkan dengan sedikit negosiasi dan diplomasi meyakinkan bahwa puskesmas itu sesuai tanggal sudah pasti akan kosong, akhirnya bapak pengurus IKM/IKK mengijinkan kami bertiga masuk sana. Asiik…trio kwek-kwek masuk kota….halah….tapi ada syaratnya, harus minimal berempat…hyaa…siapa ya yang mau gabung? Nego sana nego sini tiada yang mau, kami bersikukuh bertiga saja sebenarnya, insyaAllah bisa….dan karena satu dan lain hal kami akhirnya memang bertiga saja….
Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya….we’ll see then…^^

Selasa……
Dalam keadaan flu aku berangkat di keramaian pagi hari kota Jogja (kali ini masuk kota bo…yang bikin lama macet dan lampu merahnya, bukan jarak sebenarnya…).
Setelah mengitari pandang ke tiap detail ruangan dalam hati berbisik “bakal asik nih…”, jam 8 tepat apel pagi di samping puskesmas. Kami bertiga diminta memperkenalkan diri ke seluruh karyawan yang datang. What a nice greet. Setelah itu kami bertiga ke lantai 2 tempat kepala puskesmas berkantor. Adem ruangannya, jadi nggak ingin keluar, hehe… Diskusi tentang kedokteran keluarga. How care he is to co-ass. Kemudian kami diantar oleh beliau sendiri ke tiap ruang dan kami diminta jaga dengan keinginan kami sendiri. Hari pertama aku dapat tugas di balai pengobatan umum berdua dengan temanku, yang satu ikut imunisasi di KIA. Pasien banyak juga, tapi ada 3 dokter dan 1 perawat yang standby ditambah kami berdua, ruangannya banyak pula sehingga cepat selesai. Hari ini dapat kasus “diare pada dewasa” untuk di-“home visit”. Pulangnya hujan turun lebat sekali dan seperti kebiasaan, bakal awet ni hujan….jadi saat reda sedikit kami nekat pulang, nggak tahunya daerah selatan baru mulai hujan. Basah kuyup nerjang banjir dadakan deh… Sampai rumah tambah pilek, jadi sulit tidur…. Hummm…

(Review….)
Dokter keluarga adalah dokter yang memberikan pelayanan menyeluruh dan memusatkan pelayanannya pada keluarga sebagai suatu unit, pada mana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien, juga tidak oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja (AAFP, 1969). Prinsip yang dipegang adalah komprehensif (semua jenis layanan kesehatan dari promotif hingga rehabilitatif), integrated (terpadu, dari hubungan dengan pasien, keluarganya dan komunitasnya), holistik (bio-psiko-sosial-spiritual), dan sustainable (terus-menerus).
Menjadi dokter keluarga merupakan pilihan yang baik untuk situasi di Indonesia yang cenderung terfragmentasi yankes-nya.
Ketrampilan untuk konseling (bukan menasehati) dan komunikasi sangat dibutuhkan untuk bisa eksis.

Rabu…..
Ternyata hari sudah pagi, saatnya beraktivitas lagi. Hari ini dapat tugas jaga di bagian rekam medis dan laboratorium. Melayani 100 pendaftar kemudian ikut lihat widall di laboratorium. Jam 12 sudah selesai, BP masih ramai. Jadilah pada hari itu aku berjaga di 3 tempat. What a fun day….

Kamis…..
Next day, ikut ANC di KIA. Ditemani seorang bidan aku memeriksa satu persatu. Beliau ternyata sedang sakit. Tidak enak kalau merepotkan beliau terus. Jadi aku berusaha untuk bisa. Semangat!! Akhirnya beliau bisa istirahat dengan melepas aku. Selamat istirahat bu…cepat sembuh… Jam 11.00 ikut yandu lansia….dapat tugas di bagian obat. Hmmm pasiennya super banyak. Kesimpulan: lansia menjamur di kota. Hoho….
Siangnya home visit ke rumah pasien, tapi bukan yang kemarin janjian. Dapat pasien baru, sama-sama diare tapi pada anak… Akan kuceritakan dalam segmen sendiri.

Jumat……
Keesokan hari kembali aku bertugas di BPU sendiri. Karena hari Jumat kami pulang cepat. Kami gunakan waktu untuk home visit ke pasien yang lain. Tidak kalah seru pengalaman hari itu. Pulang sudah lunglai rasanya. Tidur.

Sabtu…….
Sabtu pagi begitu berat badan untuk bangun, tapi aku harus tetap semangat. Pagi ini ke bagian gizi dan bantu farmasi. Kemudian lanjut posyandu, alhamdulillah tidak begitu banyak sehingga kami bisa bimbingan di kampus tepat waktu. Bimbingan kasus sama seperti laporan tahap I. Siplah…. ^^

……….

Eh, sudah minggu ke-2.. Betapa cepat waktu berlalu sedangkan laporan belum juga selesai walau sudah dilembur 1 hari minggu bersama toshi dan blacky. Mataku sampai pedes dan berasa mual melihat laporan dan buku-buku berserakan. Hmmm….. Tapi Alhamdulillah hari senin sore sudah finish. Final. Tinggal presentasi hari Rabu.

Hari rabu pun tiba. Ayo presentasi….. Dapat giliran maju terakhir. Alhamdulillah memuaskan. Dan sejak detik itu kami dinyatakan selesai IKK…huhuu..terharuuu…. kamipun jalan ke amplaz, makan dan window shopping.
Masih ada 2 pe-er lagi, ujian dengan dokter di kampus dan pembacaan jurnal. Ganbatte……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: