IKM….(part 1)

Stase ilmu kesehatan masyarakat adalah stase yang cukup menyenangkan. Kami langsung terjun ke masyarakat sebagai dokter muda praktek.

Kebetulan pada stase ini aku dapat di puskesmas kasihan I bantul. Tempatnya lumayan jauh dari rumah, waktu cek speedometer sampai 12,5 km dengan waktu tempuh 30 menit rata-rata kecepatan 60-80 km/jam mengendarai “blue shogie”.

Datang pertama kali orientasi medan dan pengarahan dari penanggungjawab koasnya. Kemudian kami dibagi ke pos masing-masing. Ada beberapa pos yang harus dijaga yaitu puskesmas pembantu, laboratorium, KB dan Kesehatan Ibu-Anak, balai pengobatan umum dan gigi, serta farmasi. Jam kerjanya 8-11, diluar jam itu kami wajib ikut puskesmas keliling dan jaga unit gawat darurat sampai jam 14.00. Kalau tak ada bimbingan di kampus kami bisa pulang setelah itu.

Hari pertama aku langsung standby di farmasi, mengenali obat yang ada di puskesmas. Belum selesai jaga dokter memanggil kami ke BP, aku hanya berdua dengan temanku. Tiga yang lain ikut pusling. Jam 12.00 kami semua undur diri karena ada bimbingan dengan dosen di kampus. Hari kedua aku bertugas di pustu. Di sana pasien sangat sedikit dan tentunya sangat terbatas fasilitasnya. Nggak tega aku buat dokumen visualnya. Dan jadilah aku dokter tunggal disana…berasa praktek pribadi…hihihi…

Hari ketiga di farmasi. Sudah lumayan canggih nih buat racikan obat buat anak-anak. Hehe.. Belum selesai jaga dokter minta bantuanku untuk presentasi siangnya pada kader. Baiklah, kuterima tawaran dan kusiapkan materi dari bahan yang sudah disiapkan dokter. Siiip jadi. Belum sempat save komputer di laboratorium mati. Yaaaahhh ngulang deh dari awal. Alhamdulillah ada teman yang membantu. Selesai. Diajak berangkat sama mas dokter (kakak angkatan, red) naik panther silvernya. Ada kejadian lucu. Aku sama seorang temanku nungguin di belakang mobil pusling kirain itu mobil dinas mas dokter. Setelah beberapa saat mas dokter melongok kami dan bilang ayo. Baiklah kami buka pintu mobil pusling (tetep belum ngeh kalau bukan itu mobilnya, red). Lama-lama pak bon yang mengawasi kami negur kami dan bilang bukan itu mobilnya tapi yang di depannya sambil nahan senyum. Hyaaaaaa…..maluuu….untung nggak ada orang lain yang tahu ceritanya dan melihat. Hehe…

Sampai di balai desa, waktu sudah habis untuk 1 materi saja dari mas dokter. Asik…nggak jadi presentasi malahan dapat bakso gratis. Hehe…

Pulang dari balai desa jaga UGD sebentar, aku cuma dapat 1 pasien. Baiklah, kami pulang…

Time to sleep…

to be continued….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: