Ternyata di Kota pun ada….

Saat aku berkunjung ke beberapa rumah di pelosok Bantul aku sempat tertegun, masih ada keluarga yang sangat sangat sederhana di sana. Kadang hati kecilku masih tak terima, apa sebab mereka masih begitu tertinggal hingga anak-anaknya gizi buruk? Bahkan mereka pun tidak pernah berpikir untuk berhenti “membuat anak”. Jika diberi ya sudah mau bagaimana…. Seperti itu jawab mereka sambil tersenyum. Keluarga berencana? Program itu nampaknya belum merasuk ke jiwa masyarakat seperti mereka. Lama-lama aku memaklumi, wajar, mereka tak tahu…tugas besar buat kita yang tahu agar mereka bisa paling tidak tahu, syukur Alhamdulillah jika sampai bisa bangkit dan berkembang, to grab a bright future….

Dan ketika aku menginjakkan kaki di masyarakat kota, masih banyak tantangan yang tak kalah beratnya. Subhanallah….pemukiman padat penduduk, di bantaran sungai…. Seperti inikah Jogja? Bagaimanakah dengan Jakarta? Mereka yang mengadu nasib di kota demi mengirimkan sekeping uang pada saudara di desa, ada pula yang memang tidak punya pilihan lain selain tinggal di tempat seperti itu. Indekos di tempat yang sama sekali tak layak, kumuh, jorok…. Ya Rabb…. Sungguh hati ini menjerit, miris, dan menangis. Apa yang bisa kulakukan? Hanya itu yang selalu kupikirkan. Adakah hal yang bisa kuperbuat untuk membantu mereka? Dan jika semua itu hadir dalam pikirku aku hanya bisa mengucap syukur tak terhingga bahwa aku masih hidup serba cukup.
Memang benar bahwa kita harus selalu melihat ke bawah agar bisa bersyukur dan melihat ke atas agar tidak sombong. Bahwa masih ada yang lebih baik dan masih ada pula yang jauh serba kurang dari kita. Ya Rabb…beri kemudahan untuk itu….

Di kota pun ada hal yang sangat kontradiktif dengan pesatnya perkembangan jaman… Jangan-jangan di sekitarku, lingkungan di dekatku ada juga?

Advertisements

New stase new start new spirit

whoooaaaa….Subhanallah walhamdulillah sudah masuk stase berikutnya, family medicine. Stase ini berlangsung 2 minggu, masa aktif 1 minggu. Aku dan 2 orang temanku (trio kwek-kwek) mendapat tempat di pkm gedong tengen. Awalnya kami bertiga tak dapat tempat kosong. Ada 5 orang yang memang dapat jatah masuk pada kesempatan ini. Jatah kosong putaran ini di puskesmas tegal rejo. Kami antri deh di urutan 6-8, semoga saja masih bisa masuk atau kebagian tempat. Iseng saja aku dan seorang temanku ngecek satu-satu daftar puskesmas dan jadwal masuk. Eh…ternyata gedong tengen kosong pas tepat saat kami akan masuk. Alhamdulillah, masih ada harapan bagi kami. Walau awalnya tak mengijinkan dengan sedikit negosiasi dan diplomasi meyakinkan bahwa puskesmas itu sesuai tanggal sudah pasti akan kosong, akhirnya bapak pengurus IKM/IKK mengijinkan kami bertiga masuk sana. Asiik…trio kwek-kwek masuk kota….halah….tapi ada syaratnya, harus minimal berempat…hyaa…siapa ya yang mau gabung? Nego sana nego sini tiada yang mau, kami bersikukuh bertiga saja sebenarnya, insyaAllah bisa….dan karena satu dan lain hal kami akhirnya memang bertiga saja….
Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya….we’ll see then…^^

Selasa……
Dalam keadaan flu aku berangkat di keramaian pagi hari kota Jogja (kali ini masuk kota bo…yang bikin lama macet dan lampu merahnya, bukan jarak sebenarnya…).
Setelah mengitari pandang ke tiap detail ruangan dalam hati berbisik “bakal asik nih…”, jam 8 tepat apel pagi di samping puskesmas. Kami bertiga diminta memperkenalkan diri ke seluruh karyawan yang datang. What a nice greet. Setelah itu kami bertiga ke lantai 2 tempat kepala puskesmas berkantor. Adem ruangannya, jadi nggak ingin keluar, hehe… Diskusi tentang kedokteran keluarga. How care he is to co-ass. Kemudian kami diantar oleh beliau sendiri ke tiap ruang dan kami diminta jaga dengan keinginan kami sendiri. Hari pertama aku dapat tugas di balai pengobatan umum berdua dengan temanku, yang satu ikut imunisasi di KIA. Pasien banyak juga, tapi ada 3 dokter dan 1 perawat yang standby ditambah kami berdua, ruangannya banyak pula sehingga cepat selesai. Hari ini dapat kasus “diare pada dewasa” untuk di-“home visit”. Pulangnya hujan turun lebat sekali dan seperti kebiasaan, bakal awet ni hujan….jadi saat reda sedikit kami nekat pulang, nggak tahunya daerah selatan baru mulai hujan. Basah kuyup nerjang banjir dadakan deh… Sampai rumah tambah pilek, jadi sulit tidur…. Hummm…

(Review….)
Dokter keluarga adalah dokter yang memberikan pelayanan menyeluruh dan memusatkan pelayanannya pada keluarga sebagai suatu unit, pada mana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien, juga tidak oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja (AAFP, 1969). Prinsip yang dipegang adalah komprehensif (semua jenis layanan kesehatan dari promotif hingga rehabilitatif), integrated (terpadu, dari hubungan dengan pasien, keluarganya dan komunitasnya), holistik (bio-psiko-sosial-spiritual), dan sustainable (terus-menerus).
Menjadi dokter keluarga merupakan pilihan yang baik untuk situasi di Indonesia yang cenderung terfragmentasi yankes-nya.
Ketrampilan untuk konseling (bukan menasehati) dan komunikasi sangat dibutuhkan untuk bisa eksis.

Rabu…..
Ternyata hari sudah pagi, saatnya beraktivitas lagi. Hari ini dapat tugas jaga di bagian rekam medis dan laboratorium. Melayani 100 pendaftar kemudian ikut lihat widall di laboratorium. Jam 12 sudah selesai, BP masih ramai. Jadilah pada hari itu aku berjaga di 3 tempat. What a fun day….

Kamis…..
Next day, ikut ANC di KIA. Ditemani seorang bidan aku memeriksa satu persatu. Beliau ternyata sedang sakit. Tidak enak kalau merepotkan beliau terus. Jadi aku berusaha untuk bisa. Semangat!! Akhirnya beliau bisa istirahat dengan melepas aku. Selamat istirahat bu…cepat sembuh… Jam 11.00 ikut yandu lansia….dapat tugas di bagian obat. Hmmm pasiennya super banyak. Kesimpulan: lansia menjamur di kota. Hoho….
Siangnya home visit ke rumah pasien, tapi bukan yang kemarin janjian. Dapat pasien baru, sama-sama diare tapi pada anak… Akan kuceritakan dalam segmen sendiri.

Jumat……
Keesokan hari kembali aku bertugas di BPU sendiri. Karena hari Jumat kami pulang cepat. Kami gunakan waktu untuk home visit ke pasien yang lain. Tidak kalah seru pengalaman hari itu. Pulang sudah lunglai rasanya. Tidur.

Sabtu…….
Sabtu pagi begitu berat badan untuk bangun, tapi aku harus tetap semangat. Pagi ini ke bagian gizi dan bantu farmasi. Kemudian lanjut posyandu, alhamdulillah tidak begitu banyak sehingga kami bisa bimbingan di kampus tepat waktu. Bimbingan kasus sama seperti laporan tahap I. Siplah…. ^^

……….

Eh, sudah minggu ke-2.. Betapa cepat waktu berlalu sedangkan laporan belum juga selesai walau sudah dilembur 1 hari minggu bersama toshi dan blacky. Mataku sampai pedes dan berasa mual melihat laporan dan buku-buku berserakan. Hmmm….. Tapi Alhamdulillah hari senin sore sudah finish. Final. Tinggal presentasi hari Rabu.

Hari rabu pun tiba. Ayo presentasi….. Dapat giliran maju terakhir. Alhamdulillah memuaskan. Dan sejak detik itu kami dinyatakan selesai IKK…huhuu..terharuuu…. kamipun jalan ke amplaz, makan dan window shopping.
Masih ada 2 pe-er lagi, ujian dengan dokter di kampus dan pembacaan jurnal. Ganbatte……

SuN-MoR…

Sunday morning arti bahasanya “minggu pagi”, sedangkan makna tersiratnya libur akhir pekan (menurut kalender, red). Biasanya orang yang berlibur akhir pekan akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk refreshing sedari pagi. Ada yang olahraga, belanja ke pasar, piknik, ke luar kota, dsb kecuali yang sedang malas keluar rumah lho..hehe. Di Jogja, jika kita menyebut sunday morning pikiran langsung tertuju pada: UGM, excersice area, shopping, sarapan pagi.
Aku dan adikku bangun pagi (dah kebiasaan harus berangkat pagi dari rumah untuk menuju pos masing2), lalu beres-beres kamar ba’da Subuh. Aku berniat mau lari pagi seperti biasa, stretch up di joglo depan. Tiba-tiba adik ngajak olahraga di wahana sun-mor. Asiiiikkk ada teman jogging, pikirku. Setelah bersiap kami naik motor ke UGM. Subhanallah, sudah ramai orang. Kami parkir di Grha Sabha. Adik langsung pegang EOS-nya dan bilang “u run, n i’ll take ur pict..” gdubrak, kirain mau ditemenin jogging…yawda aku lari2, bareng orang2 banyak belum sampai 5 menit dah gobyos…hehe..jalan cepat wae lah…. Sampai di depan adik “ckrek..ckrek” smile up…hoho.. Banci kamera pula aku… Sudah cukup metabolism rate-nya, coolin down, ganti adik yang olahraga.
Well, seems enough. Kami meluncur ke tempat pasar sun-mor berlangsung, mau sarapan dong….butuh recharge energy. Setelah memarkir si shogie kami jalan ke area perhelatan (halah..). Setelah diamat-amati menu yang pasti ada: pecel, buryam, lontong opor, soto berbagai merk (ada ayam kampung, sapi, bandung..), sate padang, dan aneka jajanan macam leker, cireng, serabi2an. Ada pula yang tidak umum seperti nasi uduk dan thengkleng(@cuma 1 stand). Di sisi yang lain ada yang jual baju, sepatu, tas, mainan semuanya murah-murah dan penuh sesak pengunjung dari yang cuma lihat-lihat sampai benar2 minat dan keluar duit. Kami putuskan makan di salah satu stand yang agak ramai pembeli, aku pesen soto bandung (hmmm…favoritku emang soto, tapi aku paling tak suka namanya soto lamongan..) sedangkan adik pesan pecel, sebelumnya kami beli serabi seribuan. Masih lebih nikmat serabinya dekat RS wonosobo deh… Tapi ga apalah. Kenyang. Setelah muter2 kami putuskan untuk pulang.
Besok minggu depan kemana lagi yak?^0^

IKM….(part 4)

Minggu penghabisan di puskesmas tapi bimbingan belum selesai…lhoh..lhoh…(ga krasa…kalau dijalani ternyata bentar juga ya…kirain masih 2 minggu lagi jadi nyante-nyante…hehe…).

Target 1: penyuluhan dan bagi leaflet…. Aku dapat undian osteoporosis, otomatislah dapat tempat di yandu lansia (nguik…alamat using javanese nih…). Sesampainya di TKP aku benar-benar takjub, pesertanya lebih dari 30, simbah-simbah semua dan hebatnya mereka mengaku tak bisa membaca…. Ya Rabb…. Seperti tiada guna leaflet ini… Tapi tetap saja promosi “wonten gambare lho mbah, sae… Dipersani njih,,,,”, leafletku laris bak kacang goreng bahkan kurang…hoho… Acara inti penyuluhan, totally my javanese kromo keluar, menjelaskan dengan bantuan gambar dan seperti ngajari anak TK…. Subhanallah… Simbah-simbah tetap semangat mau tahu osteoporosis dan cara mengatasi, walau hampir semua dari mereka kena gejalanya dan kalian tahu setelah kujelaskan berbuih-buih di-post test-in pada lupa…. Humpf… Nasib jadi simbah-simbah…. Hoho… Yang penting target 1 finish!! (sayang tak terdokumentasikan….)

Target 2: kunjungan industri ke perajin patung primitif… Ternyata cara pengerjaannya juga masih primitif… Nguik…

Target 3: menyelesaikan 9 judul bimbingan dengan penanggungjawab program di puskesmas. Gampang-gampang susah lho match-in waktu… Sampai the last day belum finish juga, terpaksa besok hunting ke rumah pembimbing, semoga selesai, amiin….

Target 4: menyelesaikan lapsus tentang gizi buruk. Akhirnya terpresentasikan dengan baik (Alhamdulillah) di depan perwakilan warga puskesmas nan baik-baik. Seperti biasa, juru bicaranya aku…. he…(lagi-lagi fotografer lupa mendokumentasikan…)

Target 5: ujian………… 2 jam diskusi dengan dokter pembimbing, garing juga lom maem siang sampe jam 4 pake acara kehujanan, tapi Alhamdulillah selesai juga….(kalau yang ini nggak sopan kalau didokumentasikan…hehe…)

Pagi tadi setelah penantian yang cukup panjang untuk mendapat bimbingan program puskesmas terkait dengan DHF, kami pamit-pamit sama penduduk puskesmas, hiks…hiks…seneng sudah selesai, tapi rasanya masih belum puas menimba ilmu di sini (halah…ada maksud tersembunyi, but just forget it…hoho..)

Selesai semuanya kami berlima pergi jalan ke Amplaz…. Sebenernya ga lengkap, koas tujuh kurang 2 orang, tapi ndak papa demi maen PIZZA… (ngidam dari kemaren-kemaren….hehe…). Jadi malu, aku maem paling banyak…upz….

Selepas jalan-jalan muter-muter mejeng-mejeng, kami pun pulaaaang…….

The next week (besok lusa lebih tepatnya) sudah masuk stase family medicine (awalnya mau ambil forensik dulu, tapi udah full) di puskesmas Gedong Tengen…. Ganbatte trio kwek-kwek…..!!

–eN–

Rencana Tuhan indah…(by.anonym)

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; ” anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. ” Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata:”Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; “Allah, apa yang Engkau lakukan? ” Ia menjawab: ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.” Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?” Kemudian Allah menjawab,” Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini.

Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.”


“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Pemuda Tangguh..

Seorang pemuda tangguh membawa bekal ilmu dan takwa dalam menjalani onak duri kehidupan.

Orang yang berilmu adalah orang yang mau bereksplorasi, bukan Cuma dari bangku sekolah tapi juga secara informal. Ilmu itu adalah ilmu bergaul (human relation). Coba bayangkan sesorang berkepala Einstein tapi tidak bisa mengkomunikasikan apa yang dia tahu, tiada guna bukan? Sebaliknya, seseorang “komunikator” tanpa ilmu malah bisa eksis walau yang dikomunikasikan seolah tong kosong nyaring bunyinya…hehe… yang penting adalah kejujuran, empati, senyum seikhlas hati, rendah hati.

Tanamkan setingginya nilai sosial. Sebab, nilai sosial plus takwa artinya takwa yang tangguh. Ilmu plus sosial berarti ilmu yang tangguh. Seorang pemuda tangguh berarti pemuda yang memiliki ketakwaan dan kecerdasan sekaligus nilai sosial.

Salah satu bentuk sosialisasi adalah hubungan antar lawan jenis dalam sebuah ikatan rasa cinta. Dalam hal ini tentunya bagi yang siap menikah. Kalau ingin kenal cinta maka harus ada:

1. Akar à kesiapan lahir (materi) dan batin (siap menyayangi juga siap patah hati)

2. Batang à kalau sudah siap lahir dan batin maka harus bersedia bertanggung jawab

3. Daun à kalau sudah ada kesediaan untuk tanggung jwab, siaplah menikah dan menjalani bahtera rumah tangga yang saling mencintai, saling mengikhlaskan, saling member dan menerima, saling pengertian.

Selamat mencari cinta…hehe….

Bagi pria yang mencari wanita, ingatlah bahwa wanita diciptakan dari rusuk kiri (letak anatomisnya di samping, bawah ketiak) agar dilindungi dan sebagai pendamping laki-laki, dekat dengan jantung hati untuk dicintai dan disayangi. Bukan diciptakan dari tulang kepala untuk memimpin, bukan pula dari tulang kaki untuk diinjak dan diperbudak. Dalam menghadapi masalah wanita menggunakan 9 rasa dan 1 akal, sebaliknya. Maka secara kodrat wanita dan pria adalah individu yang sangat berkebalikan untuk itulah hendaknya saling melengkapi, sadari kelebihan dirinya dan sadari kelemahan diri sendiri.

Hubungan sosial yang lain adalah forum diskusi. Di saat kita harus bicara di depan forum tapi kurang percaya diri, apa yang harus kita lakukan?

· Jangan menghinakan diri sendiri!! Allah benci pada orang yang putus asa dan tidak sadar potensi diri. Yakinlah, kamu memiliki potensi untuk diketahui orang lain, bukan untuk disombongkan kok, hanya ditunjukkan agar kita eksis

· Perbaiki sikap

o Perbaiki cara bicara, hindari “ee..e..”

o Usahakan terlihat menarik dan tidak nervous

o Usahakan menyapukan pandangan ke semua peserta diskusi. Atau kalau hanya berdua fokuskan pada mata

o Hindari sikap yang membuat orang mengalihkan perhatian dari apa yang kita bicarakan

o Hindari merasa orang lain lebih tahu dari kita

Wallahua’lam, semoga bermanfaat…

Doa dulu yuk…..

Subhaanakallahumma wa bihamdika, Asyhadu allaa illaha illa anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaik

(Maha suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi Engkau. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu)

Dengar Kisahku

Jika hati serupa kertas,

maka aku kan menulis kisah di atasnya

Jika fikir serupa recorder,

aku kan merekam cerita di dalamnya

Aku kan berkisah bahwa hidup ini indah

bahwa hidup kadang susah

Tapi hikmah selalu ada,

terasa sangat ketika tak mampu lagi mulut berucap

tak mampu lagi tangis terhenti

tak kuasa lagi raga berbuat

namun penyesalan bukanlah arti

Cerita yang kurekam adalah,

cerita tentang kegagalan

cerita tentang keberhasilan

cerita tentang duka

cerita tentang suka

cerita tentang sesal

cerita tentang syukur

yang terangkum sepanjang waktu aku ada di sini,

di dunia ini,

dalam sebuah episode kehidupan

Previous Older Entries