“bertakwalah pada Allah dimanapun berada”

Bertakwa artinya mentaati perintah dan larangan-Nya, maksudnya menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah SWT. Ciri-ciri orang bertakwa telah tersebut dalam QS Al Baqarah ayat 2-5 (silakan dibaca, dihapalkan, dan diamalkan ya….). Jika kita mengaku nenegakkan sholat, maka amalan pun harus sebanding dengan sholat yang kita tegakkan. Amalan baik pun harus tegak. Tidak disebut orang bertakwa jika sholat namun tidak beramal baik. Mengingat Allah tidak hanya dalam sholat, kapanpun dimanapun kita bisa mengingat Allah. Berdzikir dalam lisan dan batin setiap kita tersadar bisa menjauhkan dari amalan buruk dan adzab. Jika demikian adanya maka insyaAllah mati-pun khusnul khatimah.

Oiya…..adzab itu beda lho dengan musibah….gampangnya, adzab itu untuk orang yang tidak beriman sebagai bentuk siksaan sedangkan musibah (bisa berupa nikmat maupun tragedi) ujian untuk orang yang beriman.

Malaikat adalah makhluk Allah yang menggunakan akal (logika) sedangkan setan adalah makhluk Allah yang menggunakan nafsu yang dekat dengan maksiat. Manusia adalah makhluk istimewa yang bisa menggunakan cipta, rasa, dan karsanya sesuai porsi yang seimbang. Jika manusia lebih menggunakan akal (cipta) dibanding nafsu (rasa) maka ia mendekati kemuliaan malaikat, sebaliknya. Bagi orang yang terbiasa melakukan maksiat, dosa seolah tak dosa karena saking biasanya dilakukan. Masya Allah ya teman…..semoga kita tidak demikian. Jika tahu itu dosa semoga kita dijauhkan. Dosa itu ada rasanya lho…sebelum kita melakukan hati kita gelisah dan tak tenang dan pasti takut jika diketahui orang, sebaliknya amal baik akan tenang saja kita lakukan dan cenderung suka dilihat tapi hati-hati riya’. Maksiat mudah terjadi jika godaan-godaan duniawi tidak bisa dibendung. Adapun godaan tersebut adalah:

Pada wanita –> harta

Pada pria–> wanita, harta, tahta

Agar terjauh dari maksiat yang bisa dilakukan:

1. 1. Banyak mengucap kalimat thoyyibah dan tadarus Al-Qur’an

2. 2. Ikut kajian agar terus diingatkan pada Allah

3. 3. Bergaul dengan orang yang sholeh/sholehah

Jika kita dalam posisi ingin merubah seseorang yang gemar maksiat, yang bisa kita lakukan:

1. 1. Dengan kekuatan/kekuasaan

2. 2. Dengan lisan/teguran. Intinya melarang lebih sulit dari mengajak, maka gunakan bahasa ajakan yang baik dan persuasive.

3. 3. Ingkar dengan hati

Wallahua’lam…Semoga kita termasuk golongan orang-orang bertakwa. Amiin.

Doa dulu yuk…

Allahumma Anta rabbii laa ilaaha illaa Anta, Khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika masthatha’tu. Audzubika min syarri maa shana’tu, abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa Anta

(Ya Allah, Engkau adalah rabbku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Aku berada di janji-Mu semampuku. Aku mohon perlindungan dari perbuatanku. Aku mengetahui banyaknya nikmat (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau)

2 Comments (+add yours?)

  1. Swr
    Feb 01, 2010 @ 09:55:32

    Sejak kapan jd ustazah Bu dokter ??!!..Btw andai smua umat islam di negeri ini (yang notabene adlah mayoritas) bisa menjadi pribadi yang bertawa spt yang U jabarkan,insy4JJI Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih beradab.Tapi kenyataannya,mayoritas dari mereka hanya beragama di kartu identitas saja,tapi dalam kehidupan sehari-hari mereka tak layak disebut umat islam…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: