Muhasabah….

Wahai Tuhan ku tak layak ke surga-Mu, namun tak pula aku sanggup ke neraka-Mu

Ampunkan dosaku terimalah taubatku

Sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa-dosa besar

We can plan something but Allah decides it. And His decision must be the best for us. What can we do then? When His qadar has been done, we just can only accept it. As musibah or adzab? Wallahua’lam…

“Orang-orang yang berpikir selaiknya selalu ingat untuk berdzikir di manapun dan kapanpun serta merenungi segala penciptaan Allah seraya berdoa bahwa tak ada penciptaan Allah yang sia-sia.

Bencana dan cobaan sebenarnya adalah sarana untuk kita berpikir dan mengamati, mensyukuri hasil-hasil penciptaan Allah yang dalam keadaan normal tak pernah kita anggap istimewa padahal itulah bukti-bukti kekuasaan Allah..bahwa Allah benar-benar ada dan satu-satunya RAJA yang mengatur segala sesuatu seteliti mungkin..sesempurna mungkin…

Batas antara hidup dan mati sangatlah tipis. Janganlah sombong akan keberadaan manusia yang notabene dianggap sempurna.

Proses bencana bisa dicapai “akal”. Yang tak bisa dicapai adalah menjawab “mengapa terjadi?mengapa kita?” Wallahua’lam…

Pada masa sebelum Rasulullah SAW, jika ada bencana yang dikenai adalah yang dzalim saja sebagai seleksi alam. Namun, setelah zaman Rasulullah SAW yang ditimpa bencana selain yang dzalim juga yang mengaku mukmin tapi berdiam diri terhadap kedzaliman .

Bencana bagi orang mukmin sebagai ujian, sedangkan sebagai orang ingkar sebagai peringatan. Seharusnya dengan adanya bencana kita bisa lebih meningkatkan iman dan ikhlas. Sesuai dengan makna innalillahi wa inna illaihi roji’un yang kita ucapkan saat kita ditimpa bencana (musibah/adzab).

Karena Allah begitu mudah melaksanakan kehendak-Nya, kita harus menyikapi dengan segera mempersiapkan amalan yang bisa kita bawa kelak untuk menghadap-Nya. Siapa yang tahu kita bakal dipanggil “menghadap” kapan, dimana, saat apa? Bisakah kita memilih? Kalau boleh pasti semua memilih saat kondisi terbaik dong…hehe… semoga kita termasuk orang-orang yang dipanggil “menghadap” dengan khusnul khotimah, Amiin…

Allah memberi sesuatu dari arah yang tak disangka-sangka, baik atau buruk menurut kita. Namun apapun itu pasti yang terbaik menurut Allah untuk kita. Siapkan segala sesuatunya, yang jelas tetapkan iman dan jauhi musyrik”.

Wallahua’lam..

Doa dulu yuk…..

Allahumma innii a’udzubika minal kufri wal faqri, Allahumma innii a’udzubika min ‘adzabil qabri, Laa illaaha illa anta

(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada Tuhan selain Engkau).

2 Comments (+add yours?)

  1. Swr
    Feb 01, 2010 @ 10:06:00

    “Iman seseorang itu ibarat gelombang di air laut,kadang pasang tapi kadang juga surut”,demikian hadist Nabi Muhammad SAW..Therefore,kita harus senantiasa mengasah keimanan kita n saling bertukar pkirn dengan orang-orang sholeh..Moga kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang beruntung di hari akhir kelak..Amien..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: