Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 15

Bunda Sayang – Sudah beberapa hari ini Kakak tidak mau belajar Iqro, alasannya karena Ummi juga tidak mengaji. Lah, Ummi lagi haid. Akhirnya hanya senandung lagu, mengkonsistensikan pelafalan kalimat tayyibah dan surat pendek. Oiya, hari ini Ummi salah lagi. Kakak sedang bermain lompat-lompatan di kasur sambil ketawa-ketawa, mendadak tubuhnya limbung dan jatuh dengan posisi lucu. … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 15

Aktivitas Pertukaran Pelajar

Alhamdulillah di game level 2 kemarin saya terpilih untuk jalan-jalan ke pulau seberang, Kalimantan. Pulau yang pernah saya singgahi selama 4 bulan. Serasa kembali bernostalgia, mengingat indahnya panorama sungai Kapuas dan pantai yang landai. Belum lagi kuliner dengan citarasa khas. Sebut saja bubur pedas dan kerupuk basah. Bubur pedas khas dengan aroma daun kesum yang … More Aktivitas Pertukaran Pelajar

Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 14

Bunda Sayang – Pagi ini masih kruntel-kruntel sama duo A kesayangan sembari ngobrol ringan tapi berisi. Memenuhi tugas pembahasan kemarin tentang tema besar tugas ini, Bersama Allah Kita Bahagia. “Kak, kakak bahagianya kalau apa?” “Kalau senyum.” “Eh, maksudnya Kakak senyum kalau apa?” “Kalau bahagia.” “*^#^$*&$^#^$$&. Ehm, oke… kita akan terus bahagia kalau mengingat Allah bersama … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 14

Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 13

Bunda Sayang – Kakak lagi malas belajar iqro karena capek tadi diajak ummi ke tempat teman. Diskusi tentang arti bahagia juga di pending dulu. Tetapi hari ini Kakak belajar untuk sabar (lagi) dalam bentuk lain. Hari ini Kakak dan Adik ikut Ummi kopdar reunian dengan fasilitator saat matrikulasi IIP tempo lalu. Kebetulan beliaunya sedang di … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 13

Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 12

Bunda Sayang – Di empat hari terakhir program melejitkan kecerdasan spiritual dan emosi yang saya beri tema Bersama Allah kita Bahagia akan saya fokuskan ke pengenalan perasaan Kakak. Melihat fenomena hari kemarin yang jadi sering rewel karena ada “orang dewasa baru”. Pelantunan lagu siapa Tuhanmu beserta lagu lain yang berfungsi “mendoktrin” anak tetap disenandungkan, membaca … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 12

Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 11

Bunda Sayang – Hari ini, sejenak melupakan pelajaran sehari-hari karena seharian bebas di luar mengantar tamu. Ada tiga sepupu saya yang berarti paman Kakak datang berkunjung mendadak. Setelah bersiap, perjalanan pertama ke Yon Arhanud Kostrad. Di sana adalah rumah adik iparku. Hal yang masih sulit kuajarkan ke Kakak adalah masalah emosi dia. Ketika ada orang … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 11

Game Level 3 Bunda Sayang Hari 10

Bunda Sayang – Alhamdulillah untuk hari ini. Ada kemajuan pada Kakak dalam hal membaca Iqro. Sudah bisa sampai kha. Jangan dibandingkan dengan anak lain, kalian pasti bilang Kakak telat. Ah, bagi saya tidak ada yang terlambat untuk belajar. Bukankah selama masih bisa bernafas kita berhak bahkan wajib belajar? Bersyukur Kakak berkehendak sendiri. Pernah saya menawarkan, … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari 10

Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 9

Bunda Sayang – Cerita hari ini agak keki. Ummi sedang sibuk sama laptop karena harus menyelesaikan beberapa tulisan. Alhasil dokumentasi video dan foto keren saat dialog sama kakak terlewatkan. Diskusi sembari kakak main boneka dan adik tidur lelap sedangkan uminya sibuk mengetik. Bukan contoh yang baik tapi beginilah kalau hari Jumat. Deadline menumpuk termasuk cucian … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari ke 9

Game Level 3 Bunda Sayang Hari 8

Bunda Sayang – Materi kecerdasan spiritual hari ini adalah tentang sabar-syukur dan belajar Iqro lagi. Tentu, ditambah materi sebelumnya yang sudah sedikit banyak menjadi habit, ialah: Menyenandungkan lagu Siapa Tuhanmu dan bertilawah surat Al Fatihah, Ali Imran, 3 Qul. Mengucap kalimat tayyibah: MasyaaAllah, Bismillah, Alhamdulillah, Astaghfirullah. InsyaaAllah masih belum terotomatisasi. Mengenai sabar, kebetulan ada satu … More Game Level 3 Bunda Sayang Hari 8