Hidup bahagia dengan ridho Allah

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar: itu adalah keberuntungan yang besar (At Taubah 72).”

Dari surat At Taubah 72 di atas, Allah menginformasikan kepada kita bahwa Mukmin laki-laki dan perempuan dijanjikan-Nya untuk mendapatkan surga dan tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan Allah tegaskan lagi bahwa ridho Allah, jauh lebih besar, lebih utama dan lebih penting daripada surgaNya. Ridho Allah itu adalah keberuntungan yang besar.

Itulah sebabnya, salah satu yang kita cari dalam hidup ini adalah mendapatkan ridho Allah. Karena dengan ridho Allah, kita akan selamat di dunia dan akhirat, akan bahagia di dunia akhirat, insyaAllah.

Mungkin ini jugalah yang menyebabkan seorang sufi wanita terkenal, Rabi’ah al-Adawiyah, melantunkan salah satu doanya yang sangat fenomenal, dan sering dikutip dalam beberapa buku. Antara lain isi do’anya tersebut: “Ya Allah, yang aku cari dalam hidupku ini adalah ridho-Mu. Seandainya aku beribadah hanya karena ingin masuk ke dalam surgaMu maka jangan Engkau masukkan aku ke dalam surgaMu. Begitu juga seandainya aku menjauhi maksiat, dosa, hanya karena takut dengan nerakaMu, maka masukkan aku ke nerakaMu. Karena yang aku cari dalam hidupku bukan  surga dan juga bukan menjauhi neraka, tapi mendapatkan ridhoMu. Bagiku yang terpenting adalah ridhoMu. Kalalulah aku masuk ke dalam nerakaMu tapi Engkau ridho maka ini jauh lebih aku sukai daripada aku masuk surga tapi Engkau tidak ridho. Karena yang terpenting bagiku adalah ridoMu”.

Persoalannya adalah, bagaimana caranya mendapat ridho Allah dalam hidup kita ini.

Radhiallohu ‘anhuma wa radhu’anhu

Dalam Al Qur’an surat Bayyinah ayat 8, Allah berfirman: “…Allah ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepadaNya…”

Dari sini kita tahu bahwa kalau ingin mendapatkan ridho Allah maka kita harus terlebih dahulu ridho dengan apapun yang Allah berikan, yang Allah tetapkan untuk kita.

Yang dimaksud ridho disini tidak hanya sekedar menerima apa yang diberikan Allah, apa yang ditetapkan Allah, tapi menyukai apapun yang diberikan Allah. Tanpa pilih-pilih. Sehat ridho, sakit juga ridho. Usaha sukses ridho, bangkrut juga ridho. Sukai apapun yang diberikan Allah. Inilah ridho.

Masalah kita selama ini, hanya menyukai apa yang disenangi oleh hawa nafsu kita. Padahal Allah sudah memberitahukan di dalam surat al Baqarah 216: “Telah diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu; Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Dari ayat 216 surat Al Baqarah di atas, Allah ingin memberitahu bahwa tidak selamanya sesuatu yang kita senangi baik untuk kita. Bisa saja sesuatu yang kita benci itu justru malah baik bagi kita.

Jadi, kalau menginginkan ridho Allah tidak ada cara lain, kecuali menyukai semua takdir, ketetapan, pemberian Allah. Tanpa kecuali. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Kita tidak tahu apa-apa tentang apa yang terbaik untuk diri kita. Dan inilah cara pertama mendapatkan ridho Allah.

Berpikir positif terhadap Allah

Cara kedua, bagaimana mendapatkan ridho Allah, adalah dengan berpikir positif terhadap Allah.

Salah satu diantara nama Allah dalam Asmaul Husna adalah ar Rahman dan ar Rahim. Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalaulah kita yakin, seyakin-yakinnya bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka tidak akan pernah kita mengeluh, gelisah, khawatir, dalam hidup ini. Karena Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak akan mungkin mendzolimi, menyengsarakan dan membuat menderita hambaNya.

Masalahnya, kita saja yang kadang-kadang tidak yakin bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Padahal Allah sudah janji dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 191: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa  neraka.”

Ayat ini ingin menyampaikan pesan kepada kita bahwa apapun yang diberikan Allah kepada kita, apapun yang ditetapkan Allah untuk kita, tidak ada yang percuma. Tidak ada yang sia-sia. Pasti semua ada hikmahnya. Ada manfaatnya. Karena Allah berpantang melakukan yang bathil. Berpantang berbuat sia-sia.

Bahkan Allah tegaskan lagi, ‘subhaanaka’, Maha Suci Engkau, artinya Allah terlalu suci untuk berbuat yang bathil, yang sia-sia. Allah ingin mengatakan bahwa apapun yang Allah takdirkan untuk hambaNya semata-mata demi kebaikan si hambaNya. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berpikir positif kepada Allah. Apalagi firman Allah dalam hadis qudsi: “ Aku tergantung persangkaan hambaKu kepadaKu.”

Artinya, kalau kita berpikir positif terhadap Allah, maka yang akan Allah tetapkan untuk kita pasti hal-hal yang positif, yang baik-baik. Dan itu artinya Allah ridho dengan kita.

Bersyukur kepada Allah

Ara ketiga untuk mendapat ridho Allah adalah dengan mensyukuri nikmat Allah. Bersyukur terhadap nikmat Allah salah satu bentuk cara menghargai anugerah Allah untuk kita.

Kenapa kita harus bersyukur kepada Allah? Antara lain karena semua yang kita miliki sekarang ini adalah dari Allah. Seperti firman Allah dalam surat An Nahl 53: “Dan apa saja nikmat yang pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”

Kemudian masih dalam surat yang sama, An Nahl ayat 114. Allah berfirman: “Dan bersyukurlah dengan nikmat Allah.”

Jadi bersyukur kepada Allah itu, disamping perintah Allah, seperti yang disebutkan dalam An-Nahl 114 diatas, juga sebagai salah satu cara untuk mendapatkan tambahan nikmat Allah lainnya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam Ibrahim ayat 7: “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur dengan nikmat Allah yang sudah ada, maka akan Allah tambahkan nikmat yang belum ada. Tapi jika tidak bersyukur atau kufur, maka azabKu sungguh sangat pedih.”

Dan yang lebih dahsyat lagi ketika Allah berjanji kepada orang-orang yang beryukur adalah, sewaktu Allah berfirman dalam surat az Zumar ayat 7: “Dan jika kamu bersyukur Allah ridho padamu”.

Apalagi yang lebih hebat daripada mendapatkan ridho Allah? Dan itu bisa kita dapatkan dengan bersyukur kepada Allah. Padahal mendapat ridho Allah sesuatu yang sangat penting, besar, utama, sebagaimana yang telah dikutipkan dalam tulisan ini.

Akhirnya, semoga Allah jadikan kita hambaNya yang selalu mendapat ridhoNya. Agar kita bahagia dunia-akhirat. Amiin.

Drs. H. Bakhrim Ma’as

4 Comments (+add yours?)

  1. difana
    May 31, 2010 @ 13:35:53

    mbak aku panggah ga seneng perang`e mbak…. :'(

    Reply

  2. Abu
    Nov 21, 2010 @ 07:12:33

    Subhanallaah Alhamdulillaah sangat menyentuh qolbu dan susunan tata bahasanya sangat baik serta alur fikirannya betul betul sangat rapi. Semoga menjadi amal yang tiada putus putusnya dan asbab hidayah seluruh ummat manusia, semoga kita semua berhasil menggapai Ridlo Nya aamiin

    Reply

  3. yu2n
    Feb 14, 2012 @ 13:49:35

    terimakasih pencerahannya…

    Reply

  4. zulkurnain
    Jun 13, 2013 @ 10:54:57

    alhamdulilah sedikit berbagi ilmu yang sangat bermanfaat
    semoga allah swt meridhoi kita semu dengan semu kebaikan milik Nya aamiin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: